
Ketika Genka mematikan ponselnya dan hendak melangkah....
Ada bunyi pesan masuk di ponselnya hingga Genka kembali berdebar,...ia mengambil ponselnya lagi dan mulai membacanya...
Aku akan mendatangimu sayangku........
Genka memejamkan matanya ketika mengenang sosok pria yang merupakan sahabat dekat kakak tirinya Luke bernama Devan, apa yang di inginkan pria itu,..mengapa masih terus mengejarnya..jika kak Luke tau maka semua akan selesai.. Genka memijit pelipisnya..Devan memang memiliki obsesi tinggi kepadanya hingga Genka tak mampu berbuat apapun selain melarikan diri...bersembunyi di dalam perlindungan seorang Kenan Renov yang nyatanya juga menyiksa jiwa dan raganya...
Genka mulai memikirkan cara lain lagi...apakah dia akan melarikan diri lagi atau tidak...namun bagaimana kalau Devan mengetahui persembunyiannya..?
********
Di dalam sebuah ruangan kantor yang mewah, seorang pria tampan duduk dan menatap sebuah bingkai foto yang memperlihatkan seorang gadis bermata sayu yang memikat sedang menatapnya dengan senyuman..
Genka Rosaalin....
''Bagaimana kabarmu...aku akan mendatangimu, Kenan Renov tak akan bisa melindungimui dariku lagi....''
__ADS_1
Pria berusia 33 tahun itu tertawa dengan kencang seraya mengepalkan tangannya dengan kuat,...
Devan adalah seorang pengusaha ternama..dulu Devan sering kerumah mereka dan otomatis mereka sering bertemu...Luke dan Devan adalah mantan sahabat yang kini bermusuhan karna Devan mengincar Genka dan itu adalah ancaman untuk Luke karna Luke ingin agar Genka menjadi kaki tangannya menghancurkan Kenan..
Namun kini setelah Luke masuk penjara dalam waktu yang lama maka tak ada alasan bagi Luke untuk terus mengontrol Genka di luar, sementara dia sendiri terbatas..jadi Genka yang sendirian akan mudah di rebut oleh Devan...dan ia berjanji kalau kali ini dia tak akan melepaskan Genka...
********
Genka makan malam bersama beberapa pelayan di dapur ketika, Sandra, juga Kenan dan Alana makan di meja makan..
Kemarin dia di kunci sampai sore hari, dan bayangkan apa yang dikatakan Kenan ketika menemuinya..? Kenan melupakannya dan memohon maaf namun tidak menuntaskan hasratnya..pria itu bahkan terlihat lebih segar dari sebelumnya...hingga Sandra merasa bingung sendiri, dari pada menyentuhnya ketika menemuinya di kamar... Kenan malah memintainya memakai bajunya kembali dan turun untuk berjalan-jalan bersama di gadis licik ini..Sandra sungguh kesal sekali melihat Alana yang terlalu manja dan berbuat sesukanya,,....dan Kenan seperti pria bodoh yang mengikuti kemauan Alana bahkan walau keinginan itu tampak tak masuk akal...dan kesabaran Sandra semakin menipis saja melihat gadis ini yang selalu saja merengek...
Kenan menurunkan pandangan pada sosok Alana yang sedang merajuk..
''Kali ini apa lagi Alana...''
''Aku mau makan bersama bibi Genka disini...bolehkah ayah.....''
__ADS_1
Kali ini Sandra tak bisa membiarkan gadis kecil ini memerintah Kenan...
''Alana....mengapa membiarkan pelayan makan bersama kita, dia bahkan tidak pantas untuk datang di tempat ini...'' ucap Sandra dengan tatapan tajam...
Alana terkejut dengan rasa kesal.....
''Apa maksud bibi sedang menghina bibi Genka....'' mata Alana memerah ingin menangis...
Dan Kenan kembali harus turun tangan,......
''Sandra...haruskah mengatakan hal itu, kau akan menyakiti Alana.......''
''Tapi dia harus di sadarkan Kenan, bisa-bisa tak ada jarak lagi antara sang nyonya dan pelayan...jika begini pelayan bahkan bisa naik ke tempat tidurmu dan menggantikan peranku.....'' ucap Sandra dengan tajam...
Kenan terlihat sangat marah........
''Apa maksudmu Sandra.......'' jemarinya terkepal.......
__ADS_1