
Alea menggeleng tak ingin percaya tentu saja...kata-kata Luke begitu mengerikan seperti dirinya...Alea menggelengkan kepala...
''Aku sangat percaya kepada Darren lebih dari apapun jadi...aku tak akan pernah mempercayai dirimu...''
Luke hanya tersenyum dingin.....
''Baiklah silahkan cari kebenarannya dan kau akan sangat terkejut ketika sadar....siapa orang yang kau harus percaya...dan aku pastikan itu adalah aku....''
Alea menggeleng...mengusap airmata dengan kasar, lalu melangkah meninggalkan Luke yang hanya berdiri di tempatnya....ia menoleh ketika Alea membuka pintu dengan keras, lalu meninggalkan kamarnya dengan cepat,...Alea menekan lift dan segera turun,..
Pada saat pintu akan tertutup, mereka msih saling menatap tajam.....Alea mengeraskan wajahnya sementara Luke tersenyum dengan penuh kemenangan..pintu lift tertutup dan Luke menajamkan tatapannya, kini dia akan menikmati pertunjukan kecil, dan melihat dari kubu mana yang akan menang..
Luke melangkah menuju jendela dan menurunkan pandangan, tepat sekali di bawah sana Kenan sedang berdiri menatap ke arah taman kecil yang dipenuhi aneka bunga kesayangan Alea...ia seperti merenung...
Luke tersenyum dingin.........
*********************
Alea keluar dari lift, pandangan matanya terarah pada taman, dan dengan setengah berlari Alea mengarahkan tubuhnya ke arah taman tempat Kenan berdiri...
Rasa sakit di hati Alea begitu menggunung hingga ia merasa susah untuk bernafas...bagaimana bisa Darren dan Kenan mengatur hidupny seolah dirinya adalah boneka, betapa menyedihkannya dirinya...?
Alea berhenti ketika ia melihat Kenan berdiri membelakanginya...jemari Alea terkepal dengan kuat ketika ia mulai berlari mendekati Kenan dengan cepat...
Kenan yang sudah merasakan kehadiran Alea menoleh dan mengerutkan kening ketika Alea sudah berdiri di hadapannya..Alea sungguh tak bisa menahan rasa sakitnya hingga airmatanya menetes.....
''Katakan Kenan....apa benar kalau Darren sakit keras...katakan....katakan padaku....'' teriak Alea dengan ekspresi hancur..
Sementara Kenan hanya diam saja, ia melngkah mendekati Alea yang terlihat begitu terpukul dengan apa yang ia katakan, Kenan sama sekali tidak membenarkan atau membantah kata-kata Alea, ia malah mendekat dan berhenti tepat di hadapan Alea ketika keduanya bertatapan...
''Katakan padaku Kenan, aku bahkan berhak tau tentang hidupku sendiri..tentang suamiku tentang semuanya bahwa aku..........''
Deg!!!
Alea memejamkan matanya ketika Kenan malah meraihnya di dalam pelukannya, mendekapnya dengan begitu erat hingga isakan Alea semakin deras saja, apakah pelukan Kenan berarti benar kalau Darren sakit keras benar bahwa dia akan di tinggalkan Darren dari dunia ini...
''Alea......''
''Jika memng dia sakit keras...mengapa merahasiakannya dariku...mengapa kalian berdua tega mempermainkan hidupku...mengapa...'' isak Alea begitu terluka..
__ADS_1
''Alea...kau harus ingat jika Darren dan aku sangat mencintaimu dengan begitu besar.....Darren hanya tak ingin kau terluka karna dirinya....dia hanya ingin berhenti cemas....''
''Tidak...katakan dimana dia Kenan, aku ingin bertemu...katakan......dimana....''
''Belum saatnya Alea...yang pasti adalah aku ada disini untuk menemanimu aku akan menjagamu dan anak-anak dan memastikan kalian semua aman......''
Namun ucapan Kenan malah membuat Alea menggertakan giginya, ia lalu mendorong tubuh Kenan hingga terlepas dari pelukannya....
''Alea.......''
''Apa benar Darren akan mati.....dan dia menitipkan aku denganmu, dia pikir aku sebuah barang yang bisa di alihkan sesuka hatinya..''
''Apa Luke yang mencuci otakmu Alea..kalau ya maka aku akan.........''
''Jadi yang dia katakan adalah kebenaran...Kenan hanya diam saja dan Alea benar-benar sudah tak bisa menahan rasa kecewa....ia lalu mengangguk. kau tak juga jujur dan malah menyalahkan orang lain yang mencoba bersikap baik kepadaku Kenan..sungguh aku tak menyangka....Alea mengeraskan wajahnya...baik, tetap rahasiakan ini dariku namun aku tidak akan membiarkan diriku di permainkan Kenan....''
Kenan mengepalkan tangannya ia menatap Alea...
''Apa maksudmu....Alea....''
''Katakan pada Darren jika ia tidak menjelaskan semuanya padaku maka semua benar-benar akan selesai.....akan benar-benar selesai....aku menyerah dan aku tidak akan menjadi miliknya atu milikmu Kenan....'' airmata Alea menetes...
''Apa maskdu kata-katamu Alea...kau sudah gila...''
''Yah....katakan saja aku gila Kenan, aku benar-benar gila karna semua orang merahasiakan ini dariku dan aku muak...''
''Kau akan tau saatnya dan bukan sekarang, apa yang Darren lakukan adalah terbaik dan aku tak akan melepaskanmu pergi......tidak lagi Alea....''
''Aku bahkan tidak perduli apapun Kenan....lepaskan aku.......''
''Tidak......dengarkan aku Alea yang harus kau lakukan adalan menunggu dengan tenang untuk Darren...bisakah kau tidak terlalu bertanya dan percaya saja...''
''Aku tak sesabar itu Kenan....''
''Karna itu aku ada disini...baiklah kalau kau ingin mendengar kebenaran baiklah....yang di katakan Luke kepadamu memang benar adanya,....Darren sakit keras dan akan meninggal, lalu dia menghubungiku untuk memintaku menjagamu dan anak-anak Alea....''
Deg!!!!
Alea menggeleng.....demi apapun bisakah dia bepikir kalau ini hanya candaan....? namun Kenan jauh dari senyuman atau terlihat main-main, itu berarti benar....Darren benar-benar sakit....?
__ADS_1
Jemari Alea naik dan memegang dadanya yang berdebar takut, tubuhnya kehilangan tenaga hingga ia tersungkur di rerumputan dengan tidak percaya...
Oh....Tuhan, jangan,......jangan biarkan ini menjadi nyata....Alea gemetar penuh permohonan...
kepala Alea terasa berat dan ia benar-benar syok dengan ucapan Kenan...
''Tidak...kau hanya bercanda...kau hanya bercanda Kenan...aku tidak percaya....'' Alea mengangkat wajahnya menatap wajah Kenan yang mengeras....
Pria itu menjatuhkan tubuhnya hingga sejajar dengan tubuh Alea yang sedang menatapnya....
''Sudah 3 tahun dia menderita penyakit itu dan tetap mencarimu...dia tak putus harapan karna bagi Darren, ia harus bertemu denganmu sebelum semuanya selesai di dalam hidupnya....''
Deg!!!!
Alea menggelengkan kepalanya....
''Tidak...aku tak percaya kepadamu..katakan dimana dia...katakan Kenan...aku....aku ingin bertemu langsung dengannya....aku mohon....Kenan....dia harus jujur padaku..'' tangis Alea memohon namun Kenan hanya bergeming...
''Belum saatnya kalian bertemu...belum saatnya...''
Alea menganggukkan kepalanya.....
''Baiklah.....aku peringatkan kepadamu Kenan, tak ada yang mampu menggantikan Darren di hatiku dan di sisihku....entah itu kau atau siapapun, aku tak akan pernah mau menerima orang lain selain Darren...''
''Masih terlallu awal untuk bicara itu Alea..'' Kenan menyipitkan matanya tajam...
Alea mengepalkan tangannya dengan kuat lalu bangkit berdiri dan melangkah meninggalkan Kenan namun pria itu masih mengejarnya..ia memaksakan tubuh Alea berbalik..
''Mulai sekarang, kau mau pergi kemanapun harus sesuai ijinku....''
''Kenan...ini tidak lucu.....''
''Aku serius Alea...''tatap Kenan tajam...
Alea menghela nafas...ia harus segera mencaritau segalanya....
Pada saat yang sama tak sengaja Alea mengangkat padangan dan menatap ke lantai dua, disana Luke sedang menatapnya tajam....
Alea mengerutkan kening lalu kembali menatap Kenan...yang juga memenjara matanya....
__ADS_1
Alea hanya menghela nafas...