Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Memberi Pelajaran


__ADS_3

Darren masih duduk di kursi taman dan merenungkan semua perkataannya yang ia lontarkan kepada istrinya dalam diam.sementara Tiara mengambil kesempatan itu untuk mendekat...lalu duduk di samping Darren yang terdiam disana


''Darren....maaf, aku tidak bermaksud membuatmu bertengkar dengan istrimu.''


Darren mengangguk...


''Bukan salahmu Tiara, maafkan aku...aku sempat berkata kasar kepadamu...''


Tiara menyadarkan tubuhnya dan menatap jauh...


''Aku hanya tak ingin kau melupakan aku....aku hanya ingin...''


''Tak akan ada yang berubah di antara kita Tiara, aku tak akan pernah menceraikan istriku kalau itu maksudmu.''ucap Darren tajam...


Tiara mengerang kesal menyimpan bara api di hatinya, tentu saja ia ingat kalau Darren tidak gampang mencintainya, dan pelacur kecil itu pasti telah membuat Darren jatuh cinta..namun bukan berarti Tiara menyerah, mungkin sekarang Darren sedang marah, jadi hatinya masih tertutup, namun ia tak akan melepaskan Darren saja.


''Aku bahkan tidak mengharapkan apapun sejak dulu Darren.''


Darren menoleh dan menganggukan kepala, ia tersenyum...


''Terimakasih kau selalu ada untukku sejak dulu sebagai sahabatku Tiara...''


''Aku akan selalu berada di sisihmu...''


Darren mengangguk...


Dan pembicaraan mereka sedikit terganggu dengan kehadiran Darius dengan tiba-tiba..


''Ehm.....''


Darren mengangkat wajah terkejut dengan kehadiran Darius, hal yang sama juga di rasakan Tiara, ia menoleh kesal..


''Ayah...''


''Bisakah ayah bicara pada kalian berdua..''tatap Darius dengan wajah serius.


Darren mengangguk sementara Tiara memasang wajah kesal..Darius menatap kearah Darren dan tersenyum,


''Ayah melihat istrimu berlari dengan airmata ke kamar..''


Darren terdiam, sesuatu di hatinya menjadi panas...


''Apa dia mengatakan sesuatu tentang aku marah......''


''Tidak...dia tidak menyalahkan siapapun Darren dan juga dia berusaha menyimpan kesedihannya sendiri dan masih berusaha bersikap baik kepada ayah..''


Darren memjamkan matanya.....ketika ia mulai merasa bersalah...


''Ayah yang terjadi sebenarnya....''


''Aira masih sangat muda, mengertilah jika dia berusaha menjadi yang terbaik untuk keluarga kita..memang awalnya aku sebagaai ayah menolaknya namun seiring waktu aku telah belajar menerimanya, aku....menyayangi menantuku...''

__ADS_1


Saat itulah Tiara menatap Darius dengan sangat tajam, keduanya saling melemparkan kebekuan yang dingin, sehingga Tiara memalingkan wajahnya sangat marah karna Darius lebih membela gadis itu,...


Darren mengangguk....


''Dia menampar Tiara dan aku terbawa emosi...dan aku menyesal sekarang..'' ucap Darren dengan dingin...


Pandangan Darius lalu jatuh pada tiara, sungguh ia merasa cemburu membakarnya dengan cepat ketika Tiara mengharapkan Darren padahal Darren sudah menikah. dan pria matang ini tak bisa menoleransi kelakuan Tiara kali ini, ia tak akan sanggup melihat jika suatu saat Darren menikahi Tiara..tidak bisa...


Pernikahan Darren dan juga Aira harus tetap bertahan selamanya, selama dia hidup maka hanya Tiara yang akan menjadi menantunya, ia juga sedikit merasa bersalah karna ia mengatakan persoalan Aira kepada Tiara sial..wanita ini sangat licik..


''Dia punya alasa kuat ayah yakin itu, dia istrimu Darren kau harus ingat itu...kau harus membelanya dari apapun..''suara tegas Darius membuat Darren mengangguk setuju..


Darren lalu bangkit dan menatap sang ayah dengan senyum tulus untuk pertama kalinya..


''Roti gandum telah membuat Alea menjadi anak kesayanganmu sekrang ayah...''


Darius tersenyum.....


''Dia menyentuh hatiku dengan cara yang paling sederhana Darren..ya kau benar dia putriku sekarang...''


''Aku akan meminta maaf...''


''Bagaimana kalau kau membawanya ke apartement, disana kalian bisa mendapatkan waktu tanpa ada yang mengganggu..'' bisik Darius sambil melirik ke arah Tiara yang mengepalkan tangannya..


''Akan ku coba....''ucap Darren lalu melangkah meninggalkan Darius dan juga Tiara sendirian di taman, sementara Tiara melirik tajam kepada Darius...


Tiara hendak melangkah namun, tangannya di cekal dengan kuat oleh Darius hingga wanita itu menoleh...


''Apa yang telah kau lakukan hah...''


Tiara menghempaskan pegangan Darius kepadanya dan tersenyum sinis...


''Menantu kesayangan...apakah aku tidak salah mendengarnya ayah, apakah kau tidak mencoba merayunya untuk tidur denganmu juga seperti yang biasa kita lakukan...'' sindir Tiara kesal..


Darius menarik tubuh Tiara mendekat hingga mengikis jarak di antara mereka ia tersenyum...


''Sayangnya aku tidak tertarik padanya seperti seorang wanita Tiara...''


''Apa maksudmu....''


''Yah...aku murni menganggapnya putriku, kau tau sendiri aku tak punya anak perempuan...jadi aku sangat berharap banyak darinya,...''


''Darius....'' desisnya Tiara dengan mata berkaca-kaca...


''Yah..panggil namaku saja itu lebih baik, setelah apa yang kita lakukan, rasanya sangat aneh jika kau terus memanggilku dengan sebutan ayah...''


''Lepaskan aku Darius, aku harus pergi sekarang...''


Tiara meronta namun cengkraman di tangannya semakin menguat saja...


''Apa kau lupa kau jika kita bertemu itu artinya kita akan berakhir di ranjang...''

__ADS_1


''Sial....aku takn akan sudi lagi,...''


''Tubuhmu juga menjadi milikku Tiara..jangan pernah lupakan itu...''


''Kau hanya bermimpi Darius..lepas...''


Darius hanya menyeringai dan menarik tubuh Tiara dengan paksa menuju ruang tamunya, bagia semua penghuni rumah melihat sikap Darius dan Tiara adalah hal biasa, seperti seorang ayah yang sedang memarahi putrinya yang nakal, dan membawanya ke ruang kerja untuk di ajar, setelah keluar dari sana maka mereka akan terlihat berbaikan, karna Tiara sangat dekat dengan keluarga Hugo dan tuan Darius sangat sayang padanya seperti putrinya sendiri, jadi Tiara biasa bebas masuk ke dalam rumah besar ini tanpa pengawasan...


Begitu sampai ke ruang tamu mereka bertemu dengan sosok Erland yang akan keluar menggunakan mobil. ia tersenyum menatap wajah Tiara yang kesal dan ayahnya yang juga kesal...


''Kali ini apalagi yang kau lakukan Tiara..hingga membuat kesal ayah..'' ucap Erland menggeleng...


Darius menghela nafasnya,.... dan melirik Tiara yang memasang wajah cemberut...


''Dia menyebabkan Aira kakak iparmu menangis lagi hari ini.....''


Erland terkejut...


''Apa maksud ayah kalau.....''


''Yah.....mereka bertengkar sekarang, Darren sudah keterlaluan dengan mendengarkan Tiara,...''


Erland mengepalkan tangannya...ia menggeleng gusar, tidak terima karna Darren menyakiti Aira lagi..


ia menatap Tiara dengan rasa jengkel..


''Hukum dia dengan berat ayah..aku akan mendukungmu...'' desisb Erland lalu melangkah meninggalkan Darius dan Tiara yang membeku...


''Erland benar-benar menjengkelkan..'' umpat Tiara tak tahan...


Darius hanya tersenyum sembari menekan lift angka 4 ke ruang rahasianya sekaligus ruang kerjanya yang privat...


Tiara hanya menghela nafas pasrah...namun sedikit senang ketika sadar hubungannya dengan Darren kembali membaik..


Ting!!!!!


Pintu lift terbuka dan Darius menarik tubuh Tiara dengan paksa dan masuk ke dalam ruang kerjanya yang mempunyai kamar khusus untuk dirinya..


Darius lalu menarik tubuh Tiara masuk dan mengunci pintu di belakangnya..


Darren membuka pintu dan menatap Alea yang sedang berbaring miring di ranjang ia lantas mendekati Alea dengan hati-hati...


❤️❤️❤️❤️


Haiii......jadi udah memasuki bulan puasa yah, buat teman-teman yang akan menjalankan Ibadah Puasa, semangat yah puasanya walau kita masih di tengah pandemi...sehat selalu dimanapun kalian berada..semoga puasanya full yah...


Di bulan puasa ini adegan Hotnya akan di skip atau di pindah up nya tengah malam gimana menurut kalian, komen yah...adegannya di skip atau lanjut di tengah malam..


Terimakasih sudah setia dengan Novel ini...terimakasih banyak......


❤❤❤❤❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2