
Delvaro menatap tajam kepada layar monitor di depannya....melihat aktifitas Alana yang sedang tiduran di ranjangnya...Delvaro tersenyum..kali ini ia tak akan mengalah lagi....Alana akan menjadi milikknya walau ia tau benar jika Rafael akan melindungi Alana...namun siapa yang bisa benar-benar melindungi Alana darinya...? kali ini Rafael harus membayar semua yang telah di lakukan kepadanya.... sakitnya harus sama.
Delvaro memejamkan matanya sesaat kemudian pintu kamarnya kembali di ketuk dan seorang gadis masuk dan tersenyum kepadanya.....
''Paman Varo....'' gadis berusia 17 tahun itu melangkah masuk ke dalam kamar Delvaro dan memeluknya diengn erat...
Nasya....dialah keponakan Delvaro dan juga Rafael dari adik kandung mereka yang sudah meninggal... Delvaro yang mengasuh gadis ini sejak ibunya meninggal...
''Kau sudah pulang.....''
''Hmm....untuk apa paman memanggilku...aku sibuk paman.....''
Delvaro tersenyum........
''Paman ada tugas untukmu.''
Nasya menaikkan sudut bibirnya.....
❤️❤️❤️
Alana bangun pagi sekali karna ponselnya berbunyi..ada pesan masuk dari nomor tak di kenal yang akhirnya ia kenal juga...
Delvaro...
Alana..aku menunggumu di ruangan ku sekarang.. datanglah dengan cepat, ini sangat penting.
Alana mengerutkan kening..tapi jika dia pergi sekarang maka Liam akan marah, apalagi keluarganya meminta dia harus menjaga Alana...
__ADS_1
Tapi.....
Nanti saja dia menghubungi Liam..tuan Delvaro akan marah jika menunggu terlalu lama..Alana segera bangkit dengan cepat, yang tidak di ketahuinya kalau Delvaro melihat semua kegiatanny di kamar dengan mata berbinar...
❤️❤️❤️❤️
Alana bersiap dalam waktu 30 menit dan turun dari apartemennya lalu menyebrang ke perusahaan dengan cepat dan segera masuk ke sana..
Alana sedikit gugup melihat tatapan banyak mata kepadanya dan sedikit mengernyit..
''Nona akan ke lantai 90..'' sapa sang pegawai ketika.ia Sampai di depan lift...
Alana menoleh dan mengerutkan keningnya...
''Yah...aku akan ke lantai 90..''
Alana sedikit terkejut menyadari kalau ia mendapat perlakuan khusus dari tuan Delvaro, yah...dia pria yang baik...batin Alana memuji..
Pria itu menekan lift dan mempersilahkan Alana masuk, lalu ia pun masuk..
Hening......
Alana sendirian di dalam lift untuk beberapa menit sesaat kemudian...
Ting!!!....
Alana membeku ketika pintu terbuka dia melihat seorang tuan Delvaro baru saja selesai mandi...dan masih memakai handuk yang melilit pinggang nya...Alana begitu terkejut hingga ia menutupi matanya dengan tangan.....
__ADS_1
Mengapa lift ini malah menghubungkan nya dengan kamar tuan Delvaro....apa yang akan dipikirkan tuan Delvaro kepadanya ....??
Wajah Delvaro mengeras....menatap Alana dengan tajam...
''Apa kau tetap akan berdiri disana.....''
Alana membeku dan menggelengkan kepalanya....
''Maafkan aku......aku salah masuk aku.....''
''Bersikap lancang begitu.....''ulang Delvaro mendekat....
Dengan cepat pria itu menarik Alana keluar dari sana dan berdecak pinggang....
''Siapa yang menyuruhmu menggunakan lift....''
Delvaro mendekatkan wajahnya ...hingga Alana menjadi gugup...
''Itu...tadi ada.....''
''Siapa namanya...aku akan memecatnya..tidak mungkin aku akan......''
Alana membayangkan wajah pria tadi yang terlihat lugu dan polos Bagaimana kalau Tuan Delvaro memberi pelajaran kepadanya, dia akan dipecat dan di pukul....seketika Alana menjadi iba kepada pria tadi..
''Sebenarnya...aa...aaaku...aku mendekati lift dan bertanya asal, aku yang sudah lancang masuk ke kamar tuan Delvaro...aku sungguh tidak tau jika lift ini malah menghubungkan aku dengan kamar tuan Delvaro...aku mohon maaf....'' Alana terlihat cemas...
Delvaro tersenyum....... misterius.....
__ADS_1