Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Sikap Alana Yang Manis


__ADS_3

Hati Delvaro menghangat ketika Alana bersikap mesra kepadanya ada apa....? bahkan Alan masih betah berada di dalam pelukannya...


''Mengapa manja begini...''


''Tidak ada.....apakah kau keberatan,....''bisik Alana di telinga Delvaro hingga pria itu tersenyum dan mengusap punggung Alana...


''Aku suka kau bersikap seperti ini....''


''Memeluk maksudnya Delvaro...''


''Yah...aku suka kau memelukku...''


''Akan kulakukan...jangan hentikan aku...''bisik Alana lembut...


Delvaro menjauhkan tubuh Alana walau masih memeluk tubuh istrinya dengan posesif, keduanya saling menatap dengan mesra...


''Terimakasih...Alana.....''


''Terimakasih untuk...''


''Menjadi istriku....aku tau kita hanya terikat perjanjian....''


Delvaro membeku ketika Alana mendekatkan wajahnya..melum** bibir Delvaro dengan lembut hingga pria itu membeku...


''Alana.....kau sangat....''


''Jangan berkata tentang perjanjian....aku tak ingin membahasnya...'' bisik Alana dengan wajah yang tersipu...


''Artinya pernikahan kita sungguhan...'' tanya Delvaro dengan mata berbinar...


Alana tersenyum....dan memutar bolamatanya dengan malu...


''Aku rasa kita akan berdosa jika mempermainkan pernikahan aku..pikir bagaimana jika kita membuka hati dan saling menerima...'' tatap Alana dengan mata berbinar..


Deg!!!,....apakah ini semua bukan mimpi....??


Delvaro terdiam...ketika matanya berkaca-kaca...yah...ucapan Alana benar-benar menyentuh hatinya..ia kehilangan cinta sejak kecil dari seorang wanita dan tidak disangka ia mendapat cinta yang lain dari wanita yang tak lain istrinya sendiri...


Delvaro bahagia,....Alana yang cantik bahkan mampu membuat hatinya berdebar...


Delvaro berdiri dan mengangkat tubuh Alana ke udara dan menciuminya dengan mesra...kesedihan yang tadi sempat di rasakan oleh Delvaro seketika lenyap tidak berbekas diganti rasa bahagia tidak terkira...


''Terimakasih sayangku, aku bahagia,...'' bisik Delvaro mengecup bibir Alana sedikit panas lalu menurunkan tubuhnya..


''Sebelum aku lupa kita belum melewatkan malam pertama...'' bisik Delvaro mendekatkan wajahnya hingga Alana menjadi gugup..


''Delvaro....aa...aku tidak....''


''Bukankah kau bilang akan melahirkan anak bagiku...'' bisik Delvaro menempelkan dahinya pada dahi Alana dengan tatapan membara..


Alana ingin menghindar...ia terbawa perasaan karna iba dengan kesedihan Delvaro namun saat ini malah ia terjebak dengan tindakannya sendiri...


''Kita masih punya banyak waktu sayang....ci...cinta...setidaknya kita lebih baik menghidupkan cinta....'' ucap Alana mulai panik...


Delvaro bahkan tidak ingin melepas tubuhnya,.....


''Cinta akan datang sendirinya sayang....bukankah dengan bercinta...akan merangsang perasaan itu agar semakin kuat....? lagi pula aku juga menyukaimu Alana...mungkin juga aku sudah jatuh cinta padamu hanya saja aku belum sadar...''


Alana melebarkan matanya...

__ADS_1


''Kau menyukaiku...''


''Yah...berbeda denganmu, kau bahkan membenciku namun aku tak perduli sayang....kau adalah istriku, kau adalah milikku sendiri.....aku tak akan membiarkanmu pergi...''


Alana tersenyum malu sembari memutar bolamatanya...sambil mengigit bibirnya...


''Aku tidak membencimu..hanya saja aku kesal denganmu...itu saja...''


''Baiklah...bagaimana kalau kita ke kamr saja...?? aku sudah....''


''Yah...kendalikan dirimu...turunkan aku..'' jerit Alana tertawa ketika Delvaro masih mengangkat tubuhnya...


''Katakan kau bersedia...dan aku akan menurunkanmu...''


''Delvaro....''


''Katakan...''


''Yah....baiklah...lagipula aku istrimu....aku milikkmu...jadi miliki aku...'' ucap Alana pasrah..


Delvaro akhirnya menurunkan tubuh Alana sampai ke tanah dan kembali mendaratkan lum*** panas pada bibir Alana dan membuat Alana merintih...


''Delvaro,.....''


Pria itu melepaskan pelukannya dan mengambil jemari Alana dan menggenggamnya dengan erat lalu mereka melangkah ke rumah besar...Alana menatap wajah Delvaro yang cerah dan menjadi lega...syukurlah kesedihan yang tadi begitu tergambar jelas di wajahnya sudah menghilang...Alana sungguh bahagia...


Mereka melangkah sampai di pintu sambil menggengam tangan di saat yang sama...tampak Daddy Damian dan Mommy Aleysa keluar dari sana....begitu melihat kedua orangtua Delvaro, Alana sontak menundukan kepalanya sopan...namun berbeda dengan Delvaro ia malah berdiri dan memasang wajah dingin....


Aleysa dan Damian sudah biasa menerima sikap Delvaro yang dingin..namun sikap Alana yang begitu sopan dan ramah sedikit mengobati hati mereka yang kecewa...


Damian tersenyum...


''Kalian berdua senang sekali...''


''Tentu saja Daddy...istriku...aku beruntung karna istriku tak akan pernah menghianatiku..'' ucap Delvaro bangga..


Aleysa pun tersenyum...


''Mommy bahagia....kau harus tau Delvaro,....mulai sekarang keluarga kita...''


''Jika Mommy dan Daddy sibuk..mengapa kalian tidak pergi saja....aku juga sibuk...''ucap Delvaro melangkah sementara Alana menundukan kepala merasa tak enak dengan sikap Delvaro pada kedua orangtuanya...


''Mommy dan Daddy,...maafkan Delvaro...''


''Alana,......aku menunggumu...' ucap Delvaro tak sabar..


''Pergilah Alana...temani suamimu....kami tidak masalah..''ucap Damian tersenyum penuh wibawa...


''Baiklah Daddy....'' Alana membungkuk lalu melangkah meninggalkan Damian dan Aleysa yang hanya menghela nafas...


''Aku berharap...Alana akan menyatukan kita dengan Delvaro lagi...''ucap Aleysa..


Damian menatap sang istri....


''Aku tak ragu ketika pertama kali menatap mata Alana..dia adalah keturunan Darren Hugo..dia punya aura yang berbeda..ia punya kharisma yang kuat......aku yakin padanya sayang,....'' ucap Damian penuh keyakinan..


''Bagus....aku jadi tenang sekarang,....''


***********

__ADS_1


Kanaya keluar dari mobilnya sambil membawakan makanann dan kue-kue buatan Mommy Alea untuk di berikan kepada Granmi Tiara dan juga paman David...


Dari jauh tampak David mengerutkan kening kepadanya,....mengapa Kanaya datang sendirian...?


''Kanaya....'' teriak David sedikit khawatir melihat Kanaya sedikit keberatan membawa ini semua...


''Paman...'' Kanaya tersenyum dengan manis..


Membiarkan David membantunya menurunkan beberapa kotak kue dan makanan...


''Mengapa kau sendirian....dimana Alan...''


Kanaya berdehem..menyembunyikan sakit di hatinya...


''Alan sedang tidur..dia sepertinya lelah...''


David mengangguk lalu meminta para pelayan menurunkan beberapa kotak besar,..sementara David menuntun Kanaya untuk duduk di teras rumah...


Kanaya memalingkan wajahnya dengan penasaran...


''Dimana Granpa dan Granmi...??''


David tersenyum lalu meletakan minuman dingin yang di bawa pelayan...


''Mereka sedang berkumpul dirumah Ayahmu untuk membicarakan pernikahan kau dan Alan....''ucap David santai...


Kanaya menghela nafas...


''Paman...bisakah kau..menolongku..''


David menegakan tubuhnya dan menatap Kanaya dengan serius...


''Ada apa...''


Kanaya tersenyum....


''Aku sudah bicara dengan Mommy Alea dan aku mendapatkan restunya paman...''


David mendengarkan dengan serius...


''Jangan membuatku penasaran Kanaya...katakan ada apa...''


Kanaya lalu mengelurkan ponselnya dan memutar rekaman yang dikirimkan langsung oleh sang Mommy Alea dan David hanya mendengarkannya dengan serius...


David....bisakah mommy meminta tolong padamu Nak.....??


Deg!!!!


David membeku mendengar permintaan Mommy Alea yang benar-benar tak masuk akal...bagaimana mungkin David bisa melakukannya...??


David mendengarkan rekaman itu sampai Selesai dan menatap Kanaya yang tampak nekat...


''Kanaya...''


''Tolonglah aku Paman...aku sungguh berharap kau bisa.....''


David akhirnya mengangguk setelah menatap mata Kanaya yang begitu sedih....


''Kanaya...aku bersedia...''

__ADS_1


DEG!!!


Kanaya tersenyum lega.....


__ADS_2