Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Ruby Yang Terjebak


__ADS_3

Tuan Zaky, pemilik dari beberapa kapal pesiar dan juga pengusaha properti itu menatap tajam kepada putri tunggalnya yang manja Ruby...gadis berusia 18 tahun ini kabur dari rumah ketika ia ingin menjodohkannya dengan anak temannya sesama pengusaha, namun harapannya hancur dengan perkataan sang putri, bagaimana mungkin Ruby mengatakan hal ini dengan enteng..mengatakan ia sudah tidur dengan pria asing ini dan mungkin saja dia sedang hamil...?


Tuan Zaky kehilangan kata...ia dan Ruby mempunyai wajah yang begitu mirip sikap dan sifat keras kepalanya pun sama jadi..ia tidak tau lagi menghadapi putrinya dengan cara apa..


Zaky menatap ke arah pria asing yang tampak kaya seperti mereka...


''Maaf...tapi apakah perkataan putriku benar, kau dan dia sudah,....''


Erland ingin menjawab namun Ruby mencengkram lengannya hingga pria itu menoleh dan mengerang kesal...


Keduanya bertatapan tajam...


''Ruby...........''


''Katakan saja sayang, ayahku tak akan marah asal kita jujur...'' Ruby tersenyum tanpa beban,...


Erland mengeraskan wajahnya, beraninya gadis ini mengerjainya apa dia pikir Erland adalah lelaki idiot, dia pikir Erland akan mendiamkannya...yah...dia seorang keturunan Darius Hugo, adik kandung dari seorang Darren Hugo...baiklah gadis ini ingin bermain dengannya..maka Erland akan ikut bermain...


Erland mengulurkan tangan ke arah Zaky.....dan pria itu membalas uluran tangannya..


''Namaku Erland Hugo...aku minta maaf atas semua yang terjadi antara aku dan Ruby, aku memang melakukannya kami telah tidur bersama jadi aku akan bertanggung jawab..''


Deg!!!!


Gila......Ruby berbalik dan melebarkan matanya tidak percaya dengan ucapan Erland..yah...mengapa pria gila ini malah mengakuinya...?


''Erland Hugo, kau adalah putra Darius Hugo...sahabatku itu...'' ucap Zaky dengan mata berbinar...


Erland mengangguk...


''Benar tuan, aku putra keduanya...aku.......''


''Hahahaha.....aku senang sekali....''


Zaki langsung memeluk tubuh Erland tanda kalau dia setuju dengan hubungan mereka sementara..


Ruby kehilangan kata,....apakah dia tak salah dengar..bagaimana mungkin papa, malah setuju..padahal ia hanya ingin bercanda, demi menghindari perjodohan..tadinya Ruby pikir sang ayah akan mengusir keduanya dan memutuskan membatalkan perjodohannya tapi mengapa malah jadi begini,....


''Tuan....''


''PanggiL aku papa...aku akan bicara dengan Darius tentang hal ini....kau Erland dan Ruby..kalian akan segera menikah...''

__ADS_1


Erland hanya terdiam di tempatnya....ia menoleh dan menemukan wajah Ruby yang begitu pucat...pria itu menaikan sudut bibirnya..


Rasakan kau Ruby...sekarang kau terjebak jeratanmu sendiri......


''Baik tuan...aku permisi dulu, aku akan menunggu jawaban anda tuan....''


Zaky menganggukan kepala....


''Baiklah..kami orangtua akan mengatur segalanya Erland..''


Erland mengangguk lalu melangkah keluar meninggalkan Ruby, sementara gadis itu mengepalkan tangannya..ia pun berlari keluar...menyusul Erland...


Erland melangkah dengan senyuman tipis...apakah ini jawaban dari Tuhan...dia baru saja patah hati dan langsung mendapat ganti...


Ketika hendak masuk ke dalam mobil.......


''Tunggu....''


Suara Ruby tepat di belakangnya dan ia menoleh...ia hanya diam saja ketika Rubi mendekat....


''Yah...kau sangat...menyebalkan, mengapa kau malah mengakuinya di depan papa..apa kau sudah gila, aku sama sekali tak sudi menikah dengan pria tua sepertimu aku punya kekasih....'' jerit Ruby kesal...


Namun ucapannya justru membuat Erland menaikan sudut bibirnya ia mendekat.....


''Kau yang memulai lebih dahulu menyalakan api..Ruby, jadi bersiaplah untuk terbakar bersamaku....''desis Erland mendekatkan bibirnya hingga nyari menyentuh bibir Ruby dan gadis itu menjadi pucat...


Erland menaikan sudut bibirnya...


''Jaga anakku di dalam sana, jika dia masih belum bertumbuh maka bersiaplah..kau benar-benar akan melahirkan anak untukku...''


''Aarrrggghhht.......''desis Ruby dengan mata berkaca-kaca...


Dia pikir Erland akan menciumnya namun, Ruby salah karna pria itu justru menariknya yang menghalangi pintu mobil...


''Kita akan segera menikah, aku tak akan menunda jadi....persiapkan dirimu Ruby...'' Erland tersenyum dingin lalu masuk ke mobil..


Ruby mengumpat kasar pada sosok Erland yang telah pergi,....ia memukul kepalanya sendiri dengan kesal..


''Sekarang apa...kau terjebak Ruby...kau ingin lari dari pernikahan namun sekarang kau malah terjebak dengan pernikahan itu sendiri, dan lebih mengerikan adalah dia tidak mengenal sosok Erland Hugo...lalu bagaimana dengan pacarnya..??


Ruby seketika ingin menangisi kebodohannya.....

__ADS_1


**************************


Ola kembali bekerja seperti biasa, di toko bunga dan kembali berkuliah....ia sedikit lega karna kak Erland tidak marah karna penolakannya, saat itu hari sudah mulai gelap..toko bunganya selalu ramai dan membuatnya menambah karyawan untuk membantunya melayani di toko....semua juga atas seijin kak Alea, yang memang menyerahkan segalanya kepada dirinya...


''Sita...apakah kau sudah mau pulang..''


''Ya nona....apakah nona perlu sesuatu...'' tanya Sita..


Ola menggeleng...


''Aku baik-baik saja Sita dan aku tidak membutuhkan apapun, hati-hati di jalan Sita..


''Baiklah, aku pergi nona..''


''Yah....''


Begitu Sita pergi, Ola lalu bergegas ke luar pagar untuk menutupnya namun di saat ingin menutup pintu, seseorang dari luar pagar menahan pintu..


Ola begitu terkejut namun tatapannya berubah menjadi dingin ketika melihat Lukas menatapnya tajam..


''Ola.....''


Ola membalikan tubuhnya melangkah menjauh, dan Lukas pun masuk, dan menutup pintu..ia menatap Ola yang sedang menyusun bunga-bunga dalam pot lalu tergerak membantunya, pria itu membuka jass dan meleparkannya ke atas kursi serta menggulung kemejanya...ia melihat Ola tampak kesulitan memindahkan sebuah pot mawar yang lebih besar ukurannya..


Degan sigap, Lukas mendekat dan menggangkat pot itu menggantikan Ola dan memindahkannya, melihat itu Ola sama sekali tidak mengeluarkan suara, ia melangkah dalam diam menuju toko dan mulai mengatur hasil penjualan hari ini dan menyimpannya dalam laci yang terkunci, Ola sama sekali menganggap kehadiran Lukas di hadapannya, gadis itu memasang wajah paling dingin dan datar bahkan mengunci mulutnya rapat-rapat hingga Lukas menjadi bingung sendiri..ia terbiasa menekan, mengancam bahkan pula membunuh namun..menghadapi sikap diam Ola membuatnya ketakutan..yah..Lukas sungguh takut Ola marah kepadanya...


Ola lalu menghampiri dapur mini miliknya dan menyeduh kopi untuk Lukas, dan meletakan di atas meja,...namun walaupun Lukas tetap mengajaknya bicara Ola masih bersikap sama, Ola masih bersikap sangat dingin, gadis itu lalu menaiki tangga menuju kamar dan Lukas mengikutinya.,..


Sampai di kamar, gadis itu lalu akan melangkah menuju ranjang untuk berbaring namun saat itulah Lukas memeluk tubuhnya dari belakang....


Deg!!!


''Maafkan aku Ola...sungguh, kau boleh menghukumku apa saja namun jangan diam...aku mohon kepadamu....Ola..aku akan bertanggung jawab kita akan menikah.....''


Saat itulah Ola menghempaskan pegangan Lukas padanya...semberi berdiri, keduanya bertatapan tajam...


''Ola......''


''Bisakah kau tidak mengangguku....bisakah kau berhenti mengasihaniku...aku muak.....'' desis Ola dengan penuh dendam..


Deg!!!!

__ADS_1


Lukas kehilangan kata.......


__ADS_2