
Alea bangun pagi-pagi sekali dan turun ke dapur meski ia tidak mengerjakan semuanya sendirian, tapi dia di bantu pelayan, hari ini Alea menyiapkan sebuah sarapan pagi yang spesial
Ada Oatmel dan buah-buahan, Roti lapis yang di panggang di lapisi daging dan keju, plus sedikit sayur, ada juga salad buah dan sereal, segelas susu dan kopi di masing-masing meja milik semua anggota keluarga, juga ada Omlete dan juga sandwich Roti gandum yang sehat..
Alea mengatur semuanya dengan senyum di wajah paginya, ia mengenang kalau hari ini dia bangun sangat pagi, bahkan Darren masih tertidur kelelahan..ALea tak sabar lagi menunggun suaminya turun dan memujinya, membayangkan hal itu wajah Alea di penuhi rona bahagia..
Alea lalu melangkah hendak menuju kamar namun ia tersnyum ketiika Darren keluar dari lift dan menatapnya dengan hangat..
''Aira..ternyata kau sudah bangun..'' bisik Darren membuka tangannya hingga Alea menghambur memeluknya...
''Puji aku Darren..'' ucap Alea dengan mata berbinar..
Darren menghentika langkahnya dan menjauhkan tubuh Alea..istrinya semakin cantik dari hari ke hari hingga Darren tak bisa sedikitpun memalingkan wajahnya...
''Katakan apa yang kau lakukan, apakah kita akan bercinta sepulang aku dari kantor..''
Alea memutar bola matanya hingga terlihat lucu..
''Kau..mesum sekali, apakah hanya itu yang ada di pikiranmu...astaga..''
Alea sedikit cemberut dan hal itu membuat Darren gemas dan melum** bibir Alea sesaat...
''Kalau begitu katakan..''
''Aku membuat sarapan pagi...'' jerit Alea tampak antusias ia ingin agar Darren segera mencobanya...
''Sarapan...''
''Yah..benar...aku ingin kau mencobanya dan memberi nilai.''pinta Alea dengan sedikit merengek...
Darren menoleh....
''Apapun masakanmu pastiah sangat enak...'' bisik Darren dengan lembut..
''Jangan mencoba berbohong Darren, aku ingin kau...mengatakannya dengan jujur..''ucap Alea antusias,
Hingga Darren mengalah dan melangkah ke ruang makan, sesaat kemudian Lift terbuka dan dan sosok Darius serta Erland muncul bersama untuk sarapan...
Akhirnya semua keluarga berkumpul di meja makan, sementara Erland menatap antusias pada Omlete yang menarik perhatiannya sudah lama sekali dia menginginkan makanan sederhana ini, hatinya menjadi hangat ketika menatap Alea..
''Bisakah aku meminta omletenya untukku kakak ipar..'' seru Erland dengan antusias,
Hening...
Darren tau jika Erland sangat menyukai Omlate dan sudah lama menu omllete menghilang dari meja makan semenjak ibunya pergi...
Hening lagi....Darren menatap mata Erland yang tampak berkaca-kaca pria itu berdehem dan menatap Alea..
''Alea kau perlu tau jika omlete adalah kesukaan Erland jadi sering-seringlah kau buat untuknya...''
__ADS_1
Alea lalu mengambil omlete yang ada di piring dan meletakannya di depan Erland hingga pria itu terdiam sesaat..ia mengangkat wajahnya dan menatap mata Alea yang begitu tulus, pria itu tersenyum...
''Katakan saja jika kau ingin makan itu lagi Erland....aku akan senang hati membuatkannya untukmu..''ucap Alea dengan tulus..
Erland tersenyum dengan penuh hati...
''Terimakasih...''
Sementara hal yang sama di alami Darius, entah mengapa Roti gandum yang sangat sederhana itu menghadirkan kenangan yang menyesakan dada, dulu Darius hanya tinggal dengan sang ibu dengan keadaan ekonomi yang sulit mereka hanya bertahan hidup dengan Roti gandum saja..bahkan ibunya rela menahan lapar demi memberikan sepotong roti gandum untuknya,. mau tak mau kejadian yang sudah sangt lama itu menggetarkan hati Darius sehingga ia terus menatap ke arah Roti gandum yang sedang di olesi selai buah oleh Alea untuk dirinya..
Alea meletakan roti di atas piring dan meletakan di hadapan Darius...dan keduanya bertatapan...
''Ayah..maaf jika aku lancang mengganti roti putihmu dengan roti gandum, aku pikir roti gandum lebih sehat dan..........''
''Mengapa.......'' suara Darius membuat Darren dan juga Erland menatapnya dengan bingung..
Sementara Alea sedikit segan, apakah dia memang benar lancang...seharusnya dia tau siapa tuan Darius, dan tak boleh menyinggungnya...
''Maaf ayah..jika ayah tidak suka.....''
Alea hendak mengambilnya namun, Darius menahan tangannya...
''Mengapa roti gandum tak pernah ada lagi di rumah ini sejak dulu...mengapa menantuku sangat baik hati..'' tatap Darius dengan rasa sesak yang memenuhi dadanya...
Darren dan juga Erland saling menoleh dengan pikiran yang sama..
''Ayah....'' desah Darren terputus...
''Apa kau bisa melakukannya Alea...''
''Tentu saja ayah, aku akan melakukannya dengan senang hati..'' ucap Alea dengan penuh senyuman lega...
Ia bisa melihat Darius benar-benar tersentuh dengan sarapan paginya...Alea menatap ke arah Darren yang mengangguk bangga, pria itu mengedipkan mata penuh cinta pada Alea hingga ia merasa sangat lega...
Perlahan tapi pasti...semua berjalan dengan baik, Alea sungguh bahagia..inikah keluarga barunya keluarga normal yang selama ini ia cari...?
Sarapan paginya berjalan dengan baik dan membuat seisi rumah bahagia, Alea mengantar Darren sampai ke depan mobil sembari memeluk suaminya, hubungan mereka sudah semakin mesra dan gadis itu benar-benar bahagia...
''Aku akan pulang lebih cepat sayang...''bisik Darren mengecup dahi Alea...
Alea mengangguk,...
''Aku akan ke kampus bersama Erland...''
Darren mengangguk sembari memeluk istrinya dengan perasaan yang sulit di jelaskan...dia benar-benar bahagia...
''Aku sedikit sibuk dengan proyek baru jadi untuk sementara, kau pergi bersama Erland...kalau bersamanya aku tidak cemburu,...''
Alea tersenyum...
__ADS_1
''Yah...tentu saja...''
''Kuliah dengan baik Alea jangan pernah melirik yang lain atau kau akan mendapatkan hukuman..''
''Hukuman...''
''Yah....''
''Seperti...'' tantang Alea melebarkan matanya genit...
Darren tertawa sembari meraih Alea di dalam pelukannya dan mendekatkan wajahnya...
''Aku...akan memasukimu malam ini...''
''Hey....kau benar-benar.....''
Keduanya tertawa dengan suara yang lepas...
Pada saat yang sama....Erland keluar dari lift dan melihat pemandangan mereka yang entah mengapa mengusiknya, sejak Alea membuatkan omlete untuknya Erland merasa sesuatu terjadi di hatinya...
Tanpa sadar...jemarinya terkepal lalu mendekati kakak dan kakak iparnya....
''Ehm...masih pagi...sudah mesra saja..'' ucap Erland mencoba berbasa-basi dengan Darren...
Dan tanpa di duga kakaknya tersenyum....
''Aku titip kakak iparmu,kau tau dia cantik karna iotu jaga dia baik-baik...kalau tidak kau akan....''
''Hey....kakak, aku akan menjaga kakak ipar dengan nyawaku..''ucap Erland dengan sopan...
Aira hanya tersenyum bahagia melihat kedua saudara itu mulai akur,...
''Baiklah sayang aku harus pergi, kabari aku jika kau sudah di kampus...lalu jika sudah pulang kau harus mengabariku...''
''Baiklah sayang...'' balas Alea tersenyum..
Tanpa di duga...di hadapan Erland..
Darren meraih tubuh Alea mendekat dan melum** bibirnya di hadapan Erland hingga adiknya harus memalingkan wajahnya ke arah lain, karna bagitu melihatnya sesuatu di dalam dirinya terbakar...
Erland mulai merasakan cemburu.......namun berusaha menyembunyikannya di dalam hatinya...
********************************************
Sore hari,......
Alea dan Erland pulang bersama dari kampus, sementara mereka melihat sebuah mobil asing di depan rumah, apakah itu adalah tamu Darren atau ayah...??
Erland yang juga penasaran langsung masuk bersama Alea......
__ADS_1
Namun...
Pemandangan di hadapan mereka sungguh membuat Alea dan juga Erland membeku di tempat...bahkan Alea harus memalingkan wajahnya ketika matanya menjadi panas.....