Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Menggoda Alana


__ADS_3

Alana memijit pelipisnya..tidak, Delvaro hanya sedang mengancamnya..omong kosong memang Alana tidur sendirian di kamar itu...namun ia tidak merasa apapun. sudah pasti pria gila ini hanya sedang ingin membuatnya ragu pada diri sendiri..Alana mengepalkan tangannya dan bersedekap..


''Jangan membuatku bingung Delvaro jelas kau menggertak aku...''


Delvaro menangkap kedua tangan Alana dan mengecupnya..pria itu tersenyum dingin..


''Aku hanya ingin mengingatkanmu kalau kau tak bisa melepaskan diri dariku..kau sudah ternoda dan itu oleh seorang Delvaro Rule...jadi..jangan pernah berpikir kau akan memiliki masa depan dengan pria lain selain aku...''


Mobil akhirnya sampai di kawasan perusahaan dan sebelum turun Delvaro mendekat..


''Tanda lahir di dadamu sangat cantik..''


Deg!!!!!


Alana membeku....selama ini tak pernah ada yang tau tanda lahirnya selain orangtuanya, Alana bahkan tidak pernah memakai pakaian yang terlalu terbuka dan orang lain bisa melihat tanda lahirnya...bagaimana Delvaro bisa mengetahuinya...??


Alana mengepalkan tangannya...ia lalu ikut turun dari mobil dan melangkah mendekati Delvaro dan ingin membalas pria itu mungkin dengan mencakar...kuku Alana sudah siap untuk membuat Delvaro terluka..namun karna terlalu fokus pada sosok Delvaro..Alana melangkah terburu-buru dan entah mengapa Alana justru tersandung batu kecil dan membuat tubuhnya goyah..


Belum juga sampai dan melukai Delvaro..tubuh Alana malah terhuyung dan terjun bebas hampir menyentuh lantai namun, entah bagaimana Delvaro dengan sigap menangkap tubuh Alana dengan cepat dan kejadian memalukan itu tidak terjadi..


Bahkan beberapa karyawan yang lewat di depan mereka hanya bisa menghela nafas,...takut jika Alana akan mencium lantai...


Brughh.....


Delvaro menangkap tubuh Alana dan membuat gadis itu membeku...mata mereka saling menatap dengan tajam..


Delvaro tersenyum....


''Hati-hati sayang, bagaimana jika kau sedang hamil...''


Kata-kata Delvaro sanggup membuat Alana naik darah, ia begitu kesal ketika pria ini malah sengaja ingin menggodanya..


''Kau....''


Delvaro menegakan tubuh Alana dan lalu meraih jemari lentik Alana tanpa permisi dan menggenggamnya dengan erat..


''Aku tak akan pernah membiarkan kau jatuh Alana...''ucap Delvaro lalu melangkah sembari meraih Alana ikut melangkah bersamanya hingga gadis itu membeku...


Delvaro sangat aneh....


''Lepaskan aku..beberapa tim dari perusaan ku akan ikut mereka akan berpikir yang tidak-tidak tentang kita..''


''Kau adalah calon istriku...untuk apa aku harus perduli...aku akan mengenalkanmu pada Miley dan beberapa tim perusaan yang akan membantu kita dalam proyek ini...


''Miley...''ulang Alana mengerutkan kening...


Jadi Miley adalah bawahannya di kantor sekaligus gadis yang menjadi pemuasnya...Alana mengepalkan tangannya, sesaat kemudian ia menghempaskan pegangan tangan Deolvaro kepadanya..


''Karna itu kita harus menjaga sikap...Delvaro,...'' desis Alana memasang wajah ketus..


Delvaro hanya menghela nafas..dia bahkan tidak berterimakasih karna Delvaro sudah menolongnya agar tidak jatuh...

__ADS_1


*********


Alana menatap tajam pada seorang gadis cantik bernama Miley,...senyumnya ceria..dia cantik, rambutnya pirang dan setiap orang yang melihatnya akan terpesona...dia seperti seorang putri...


Alana merasa tidak nyaman ketika Miley mencoba tersenyum dan mengajaknya bicara...


Cih....dia bahkan tidak malu naik ke tempat tidur bosnya sendiri, lalu di kantor ini dia bersikap seperti seorang putri yang polos...


''Alana......''


Delvaro mengerutkan dahi ketika Alana hanya menatap uluran tangan Miley dengan wajah yang jauh dari kata ramah seolah Alana punya dendam kesumat untuk Miley...


''Kau sangat cantik Alana...''


Alana hanya sedikit tersenyu, mereka pasti sudah tidur berulang kali,...apakah setiap malam gadis ini naik ke tempat tidur Delvaro...apakah mereka sering melakukannya jika ya...itu artinya Delvaro adalah pria menjijikan...seperti adiknya Rafael yang suka sekali berganti-ganti pasangan..beruntung Alana selalu menjaga diri selama mereka pacaran..kalau tidak maka dia akan menangis darah..


Tapi...


Delvaro bilang mereka sudah tidur bersama..lalu apakah dia sedang di permainkan juga...??


''Alana...astaga, masih terlalu pagi untuk melamun..'' bisik Miley terkekeh...


Sementara


Delvaro ikut tersenyum, dan hal itu membuat Alana malu..lalu bersedekap..


''Baiklah..Miley bagaimana kalau kau memeriksan berkas proyek sekali lagi...aku pikir kita akan memulai rapat sebentar lagi..''


''Tidak....aku tidak mau Alana..aku bahkan tidak pernah bekerja...''


''Hah.......''


Alana melebarkan matanya dengan tatapan kesal, marah dan geram semua bercampur menjadi satu..jangan bilang Miley hanya datang ke perusahaan untuk bermain-main dan menempel pada Delvaro...???


Alana menggeleng lalu ke tempat duduknya dengan kesal setengah mati..


Apakah Miley seorang putri bahkan dia hanya gund*k Delvaro lalu untuk apa dia datang ke sini...??


''Jadi kau bukan ingin bekerja...''


Miley mengangguk...


''Aku hanya ingin bersenang-senang disini karna Delvaro tak ingin aku bepergian jauh jadi aku....''


Alana menggebrak meja dan membuat Delvaro dengan Miley juga beberapa staf ahli mereka sangat terkejut..


''Bisakah kau pergi saja jika tak ingin bekerja...''


''Kau mengusirku...'ucap Miley tidak terima...


Alana berdiri dan bersedekap sementara mereka mulai menjadi pusat perhatian, beruntung Delvaro segera meminta mengosongkan ruangan dan meninggalkan mereka bertiga..

__ADS_1


''Apa maksudnya ini..Delvaro...dia mengusirku..''ulang Miley menunjukan wajah kesalnya..


Delvaro mengusap wajahnya...mengapa jadi begini...??pria itu lalu mendekati keduanya dan setengah memeluk punggung Alana..


''Sayang,.....''


''Lepaskan aku Delvaro..''


''Kau harus tenang dan jangan marah pada Miley...''


''Lalu aku harus bersikap bagaimana...jangan bilang kau membelanya karna kalian adalah sepasang kekasih, apakah dia teman tidurmu aku yakin.....''


Wajah Miley melebar..seketika itu juga Miley tertawa keras hingga membuat wajah Alana begitu terkejut...


''Kau cemburu Alana...''


''Cemburu...'' ulang Alana tertawa kesal..


Ucapan Miley membuat Delvaro tertarik..


''Alana...''


Alana melepaskan pegangannya dan sedikit menjauh..wajahnya merah padam namun keduanya malah mendekatinya...


''Jangan menatapku seperti itu...''


''Tapi kau sudah menuduhku Alana....aku tak terima...'' Miley tertawa...


Alana mengangkat bahu menyerah,...


''Yah..jika aku salah maka aku akan meminta maaf...''


Miley melirik Delvaro yang sedang menatap Alana seperti sedang di hipnotis...gadis itu mencubii lengan Delvaro hingga pria itu menoleh protes..


''Miley...''


''Mengapa kau tidak menjelaskan pada kekasihmu siapa aku...ckckck...''


''Aku bukan kekasihnya...'' jerit Alana protes..


''Dia bukan kekasihku namun calon istriku...''


Alana menolak ucapan Delvaro namun ia membeku ketika Miley melompat ke arah Alana dan mendekapnya dengann erat,...


''Alana...kau adalah...calon istri Delvaro...aku senang sekali akhirnya kau bisa menaklukan gunung es ini...''


''Hentikan ada apa denganmu....astaga..'' jerit Alana masih kesal..betapa tidak tau malunya gadis ini masih saja sengaja mendekatinya untuk apa...??


''Aku adalah Miley, aku sepupu Delvaro, ibuku Diza Rule...ayahnya adalah saudara kembar ibuku...''


Alana begitu terkejut...ia salah sangka...??

__ADS_1


Sepupu......? Alana menghela nafas..ia sungguh malu....


__ADS_2