Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Memohon Maaf


__ADS_3

Pagi ini Darren terbangun dengan harumnya kopi di samping meja tempat tidur, ia membuka mata dan merasa puas ketika tubuhnya lebih ringan dan tanpa sebuah beban, matanya menelisik ketika menoleh ke samping dan menemukan Alea sudah tidak ada lagi, istrinya pasti sudah bangun dari tadi,


Darren bangkit dan menatap jam di dinding yang menunjukan pukul 9 pagi, hari ini adalah hari libur jadi dia bisa bersantai di rumah dan menikmati waktu bersama Alea tentunya..


Darren pun bangkit dari ranjang dan masuk ke dalam toilet dan membersihkan dirinya disana, tak berapa lama kemudian ia keluar dan memakai pakaian santai berupa kaos berwarna abu dan celana panjang santai, lalu meneuguk kopinya dan memeriksa pesan di ponselnya..


Tak berapa lama kemudian, pintu terbuda dan menampakan sosok Alea yang masuk dengan wajah yang salah tingkah, dia selalu cantik di segala keadaan.


''Pagi Darren...''sapa Alea masih berdiri, yah...ia tak tau harus bersikap bagaimana,..mereka baru berbaikan semalam dan ia tak tau apa yang harus di lakukan.


''Sayangku kemarilah...''


Darren mengulurkan tangannya meminta Alea datang, dan Alea menurut, menyambut uluran tangan Darren yang membuat tubuhnya seketika berpindah tempat di pelukan Darren yang posesif...


Darren menciumi bahunya seringan bulu.....


''Istriku...kau sangat wangi, mengapa meninggalkanku di ranjang pagi ini, aku mencarimu di segala tempat..'' ucap Darren semakin mempererat pelukannya..harumnya tubuh Alea membuatnya candu.


Wajah Alea memerah merona...


''Aku menyiapkan kopi untukmu lalu sarapan untuk ayah, dan juga Erland..''


Darren mengangguk....


''Kau adalah istriku dan mengapa mereka malah memanfaatkanmu...'' bisik Darren keberatan..


Alea menyipitkan matanya....


''Hey...mereka adalah adik iparku dan ayah mertuaku, hmm....Darren, aku sangat penasaran mengapa ayah selalu membawa sarapan ke kamar meski dia sudah makan di bawah...''


Darren tampak berpikir sejenak...namun ia segera tersenyum...


''Mungkin ayah terlalu menyukai sarapan buatanmu sehingga ia ketagihan dan ingin melanjutkan makannya ketika bersantai di kamarnya..''


Alea menganggukan kepala...itu mungkin saja..


''Nah..jadi apa rencanamu hari ini sayang...apakah kau ada mata kuliah...''


Alea membeku sebenarnya hari ini dia akan menemui kak Aiden namun Darren akan marah jika Alea merusak paginya, walau Alea ingin sekali mengatakan pada Darren bahwa ia punya seorang kakak laki-laki yang selamat dari kecelakaan waktu ia berusia 5 tahun, bukankah mereka harus bertemu...? Alea sungguh tidak sabar lagi untuk mengatakan dengan jujur kepada Darren...


''Aku tidak ada mata kuliah hari ini...''


''Bagus kalau begitu kau harus ikut denganku ke suatu tempat Alea...''ucap Darren seraya mengecup bibir Alea dengan lembut hingga senyuman Alea terbit...


''Baiklah...aku akan bersiap Darren...'' ucap Alea dengan patuh.


''Yah...aku akan menunggu di bawah, sambil bicara dengan ayah...''

__ADS_1


''Baik...''


Alea segera melangkah menuju toilet.


Darren pun segera keluar dari kamar dan menemui sang ayah...


*****************************************


''Aku sama sekali tidak mengerti apa maksudmu Darren..'' balas Darius tampak santai,


Darren tersenyum sembari menatap wajah sang ayah yang masih tampan dan muda, akhir-akhir ini hubungan mereka semakin dekat dan banyak waktu untuk berbicara, meski tidak dengan Erland, adiknya justru menghindar darinya dan selalu bersikap dingin.


''Aku mendapat kabar jika Tiara menerima tawaran pekerjaaan di luar kota selama sebulan..apakah ini tidak ada hubungannya dengan ayah, karna Tiara tidak mungkin menghilang begitu saja...''


Darius terkekeh....


''Lalu mengapa kau bertanya kepadaku Darren...''


''Aku tau jelas bagaimana dirimu ayah...katakan semuanya dengan jujur aku bisa tutup mulut...'' janji Darren..


Darius menatap wajah putranya dengan pandangan tajam lalu tersenyum...ia bangkit dari bangku taman dan menepuk pundak Darren....


''Masing-masing kita memiliki rahasia anakku yang aku ingin kau tau adalah...aku dan Tiara memiliki hubungan yang spesial, jadi dia tak akan mengganggu rumah tanggamu mulai dari sekarang...''


Darius sedikit menekan di sentuhannuya lalu melangkah meninggalkan Darren yang hanya terdia sembari berpikir, apa yang ayah sembunyikan, mengapa dia terlihat semakian aneh dan bahagia...?


Darren hanya menggeleng sembari tersenyum, pada saat yang sama Alea keluar dari rumah dengan sebuah dres berwarna putih senada dengan warna kulitnya, dres itu sangat simple dan memiliki panjang sampai lututnya dan membuat tampilan Alea semakin manis dan muda, yah tentu saja dia masih sangat muda. rambutnya sedikit di gulung dan membiarkan anak rambut yang lain berjatuhan, dia sangat cantik..


Darren tersenyum dan mendekati Alea, mengambil tangannya dan mengecupnya dengan intens. hingga wajah Alea semakin memerah karna malu.


''Kau sangat cantik istriku....''


''Yah...memang aku selalu cantik kok..'' balas Alea dengan senyuman di wajahnya.


Darren merasa gemas dan segera melum** bibir Alea dengan lembut..menatap mata bening Alea yang indah.


''Kau benar..kau sangat cantik dan membuatku gila..''


''Baiklah bagaimana kita pergi saja, hari semakin siang..''bisik Alea dengan senyuman bahagia..


Darren mengangguk setuju lalu menggenggam jemari Alea sambil melangkah menuju mobil, Alea begitu bahagia sekaligus was-was, bagaimana kalau Darren bersikap lembut untuk sementara, bagaimana kalau dia berubah lagi...?


meski sedikit khawatir namun ia mencoba percaya..bahwa Darren benar-benar sudah berubah.


Darren membuka pintu mobil dan menuntun Alea masuk lalu mobil merekapun melaju pelan meninggalkan rumah.


*******************************************

__ADS_1


Alea mengerutkan dahi ketika mobil mereka memasuki sebuah area pemakaman yang mahal. mobil berhenti dan Darren lantas meraih Alea turun bersamanya lalu mereka membeli kembang di toko di dekat tempat pemakaman elit itu.


Langkah Darren pelan sembari menggenggam jemari Alea bersama dengannya, melangkah menuju sebuah pemakaman yang berukir nama..


*Paula Hugo*


Alea terdiam dengan pikirannya sendiri sambil menatap Darren yang melangkah pelan di sisihnya. pria itu tak bersuara hanya semakin mengeratkan genggamannya seolah meminta kekuatan..


Akhirnya mereka sampai di sana dengan tatapan yang beku,...


Darren dan Alea duduk bersama di samping makam..


''Ini makam ibuku Alea...''ucap Darren dengan senyuman getir..


''Ibu.....'' ulang Alea ikut sedih, ketika Darren dan dirinya sama-sama meletakan bunga di atas makam..


''Hari ini aku membawamu kesini sekaligus untuk meletakan semua dendamku disini..Alea saat ini di depan maka ibuku...aku memohon maaf darimu dan aku berjanji di depan makam ibuku bahwa aku....tak akan menyakitimu lagi...''


Deg!!!!!!!


Mata Alea menjadi panas ketika melihat tatapan Darren yang terlihat sangat menyesal, mata Darren memerah menahan rasa sedihnya ketika membayangkan selama ini ia menyakiti Alea dengan begitu dalam...


''Darren...aku sudah memaafkanmu, bukankah aku bilang aku akan tetap di sisihmu...'' ucap Alea dengan nada yang sedih..


Darren mengangguk meraih tubuh Alea untuk memeluknya dengan erat, hingga keduanya begitu tenggelam dalam keharuan yang menguar, selama ini Darren melampiaskan dendamnya pada orang yang salah dan sungguh ia sangat menyhesal dan berjanji akan memberi Alea kebahagiaan mulai dari sekarang...


''Aku mencintaimu Alea....'' bisik Darren akhirnya jujur dengan perasaanya.


Deg!!!!!!


Alea membeku dengan pernyataan cinta milik sang suami...namun hatinya segera menghangat..


*************************************************


Sebuah mobil mewah memasuki rumah besar keluarga Darius Hugo, Adam keluar dari sana dengan tatapan beku sementara Aiden tersenyum dingin...


Mereka lalu melangkah dan sosok Darius kebetulan keluar, mereka berpapasan..


Darius mengertukan kening...


''Siapa kalian.....'' tanya Darius dengan pandangan tajam...


Aiden mendekat dan menaikan sudut bibirnya...


''Namaku AideNora..aku adalah kakak kandung Alea...''


Wajah Darius berubah....

__ADS_1


''Kakak dari Alea...'' ulang Darius mengerutkan kening....


Aiden menaikan sudut bibirnya dengan tatapan dingin.


__ADS_2