Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Tak Berubah


__ADS_3

Kanaya dan David begitu terkejut dengan kedatangan tiba-tiba Alan, apalagi pria itu tampak sangat marah untuk menghentikan foto prewed mereka..


David bersedekap menatap nsang keponakan yang seakan menggila melihat kebersamaan mereka...


''Apa yang kalian lakukan...'' teriak Alan murka..


David mendekat dan menatap tajam ke arah Alan...


''Apa yang terjadi denganmu Alan, kau datang dan menghentikan kegiatan kami tanpa ijin..siapa kau yang melarang kami melakukan prewed, bukankah wajar kami melakukannya....dia adalah calon istriku sekarang..'' tatap David.


Sementara...


Alan tertawa kesal...


''Paman...dia pergi dari rumah untuk mengantar kiriman Mommy dan aku terkejut kalian berdua tiba-tiba ingin menikah..kau ingin menggantikan posisiku...apakah kau benar-benar serius paman...''


''Mengapa aku harus menunda disaat kau...menyia-nyiakan Kanaya...kau dan dia sudah selesai bukankah itu yang kau inginkan...kau pikir dirimu sangat hebat dan mampu mendapatkan yang lebih dari Kanaya....''


''Paman........''


''Mengapa...kau tak tahan mendengarnya...kau telah menyia-nyiakan Kanaya..sekarang giliranku membahagiakannya...''


Deg!!!!


Sesuatu di dada Alan begitu nyeri hingga ia tak mengerti mengapa harus merasakannya..tidak mungkin karna Kanaya bukan....? ini tidak masuk akal...


''AKu ingin bicara pada Kanaya..'' ucap Alan tegas..


''Siapa kau yang ingin bicara padanya,...kau bukan siapa-siapanya lagi....''ucap David tajam...


''Paman tidak mengerti apapun, aku ingin bicara kepadanya dan tanpa seorangpun yang mendengar...termasuk paman...kami belum selesai dan aku ingin memastikan sesuatu..kepadanya..''


Hening...


David mengeraskan wajahnya ia mendekati Alan dan menatapnya tajam..


''Awas jika kau membuat tunanganku menangis...''


''Jangan lupa dia belum resmi putus denganku paman...''


''Hanya masalah waktu...''desis David tajam..


David lalu menoleh menatap Kanaya yang berdiri dengan gugup...


''Sayang...aku harus kembali, tenang saja Alan akan membawamu pulang...''


''Ba..baiklah...'' ucap Kanaya sedikit gelisah..


Yah...Alan menatapnya begitu tajam dan begitu mengintimidasinya hingga Kanaya kehilangan kata...


David menatap Alan sekali lagi...


''Bawa pulang calon bibimu dengan selamat...''

__ADS_1


Alan hanya memalingkan wajahnya ia tak menjawab kata-kata David karna rasa kesalnya...sementara itu David meminta anak buahnya meninggalkan lokasi pantai meninggalkan kedua pasangan itu yang masih berdiri saling berhadapan dengan tajam...


Pantai yang sepi menjadi saksi kedua anak manusia yang berdiri saling menatap tajam...setelah menyadari kalau sang paman sudah pergi Alan tersenyum sinis..


''Kau benar-benar menguji kesabaranku Kanaya,...'' desis Alan mendekat..


Sementara Kanaya menjadi gugup dan bergerak mundur..dengan wajah cemas..


''Apa maksudmu...Alan...''


''SetelaH kita tidur bersama berkali-kali kau malah masih berpikir untuk menggoda pamanku Kanaya,..''


''Jika kedatanganmu hanya untuk menghinaku maka kau bisa pergi Alan,.....aku tak menggoda siapapun kau tau sendiri kalau paman juga menyukaiku...''


''Tapi kau adalah milikku Kanaya...''


Kanaya menghentikan langkahnya dan menatap Alan dengan pandangan terluka...


''Tubuhku....kau masih berpikir seperti itu padaku...kau masih berpikir hubungan kita sebatas di ranjang..'' jerit Kanaya penuh rasa kecewa..


Alan tak perduli....


''Yah...apakah kau juga sudah tidur dengan paman..kau menemui paman David di saat Granpa dan Granmi tak ada dirumah..lalu apa yang kalian lakukan...apakah kau membiarkan tubuhmu di sentuh kau....''


Plack!!!!!


Tangis Kanaya pecah....


''Itukah aku dimatamu....aku membencimu...'' jerit Kanaya melangkah melewati Alan dengan cepat..


Kanay terkejut ketika tangannya di cekal dengan sangat kuat...


Alan menatapnya dengan tajam...


''Kau pikir kau akan kemana....'' teriaknya murka..


Kanaya menggeleng takut...


+++++++++++++++++++++++


Delvaro mengikuti langkah Alana yang cepat menuju taman, ia sangat kesal karna Delvaro tidak membawanya..mengapa...??


padahal mereka masih pengantin baru dan membutuhkan banyak waktu...


''Jangan mendekatiku...''


''Sayang..tolonglah....''


Alana berbalik dan bersedekap,....


''Apakah kau mau membawa wanita lain, apakah kau mau membawa mantan kekasihmu jadi kau tidak mau aku ikut...'' Alana bersedekap cemburu..ia tak tau mengapa dia cemburu namun...Alana tak bisa membayangkan bagaimana bisa Delvaro pergi tanpa membawanya...


Delvaro mendekat dan meraih Alana ke dalam pelukannya...mengecup dahi istrinya dengan lembut dan mengusap punggung Kanaya...

__ADS_1


''Aku pergi untuk bekerja dan aku yakin kalau kau akan kelelahan..kau tau benar kalau aku mencintaimu...''


''Tapi aku ingin pergi...'' rengek Alana masih merajuk...


Alana tak tau mengapa namun ia ingin terus dekat dengan Delvaro, dan tak tahan kalau mereka jauh...3 hari sangat lama baginya...


''Minggu depan aku akan membawaku ke kota A aku berjanji..disana sangat nyaman dengan banyak taman bunga...kau akan betah...''


Alana akhirnya tak punya pilihan selain melepaskan Delvaro...


''Kau tau benar kalau aku sangat mencintaimu sayang..'' bisik Delvaro tak melepas pelukan mereka..


''Baiklah...aku akan menunggu dengan sabar...'' balas Alana akhirnya menyerah..


Delvaro menjadi lega dan akhirnya mendekatkan wajahnya, mendaratkan bibirnya di bibir Alana dan melum**nya dengan lembut...


Alana pun menikmatinya ketika lidah Delvaro menjelajah, membelai permukaan bibirnya dengan sangat lembut,...mereguk kemanisan bibir Alana yang manis,....keduanya tenggelam dalam lum**** yang panas hingga lupa dengan keadaan sekitar terutama lupa kalau dirumah ini...


bukan Delvaro satu-satunya yang menginginkan Alana....tapi ada Rafael yang tak pernah berhenti berharap pada hubungan mereka...


Rafael ingin menuju ke taman namun malah ia menyaksikan pandangan yang membuatnya terbakar cemburu...pria itu begitu putus asa karna Delvaro dan sesaat kemudian meraih ponselnya...


Hallo...Letisia....??


*******


BIbir Delvaro masih betah melum*** bibir Alana yang seolah candu baginya, tubuh mereka saling menyatu tak perduli jika mereka berada di taman...


Hingga akhirnya ciuman itu berakhir...Delvaro menahan tubuh Alana agar tidak jatuh...bibir Alana bengkak karna Delvaro melum**** terlalu panas,...


''Kau sangat indah sayangku...'' bisik Delvaro lembut di telinga Alana..


Sementara Alana hanya bisa tersenyum dan memejamkan matanya karna malu..lalu menyandarkan wajahnya di dada Delvaro dan betah disana...


''Cepat kembali....aku akan merindukanmu dengan sangat besar...''bisik Alana memejamkan matanya...


''Aku akan mengejutkanmu ketika pulang nanti...'' bisik Delvaro dengan penuh kasih sayang..


Keduanya masih berpelukan dengan erat seolah tak ingin terpisahkan karna siang ini juga Delvaro dan Aura akan berangkat, Aura tinggal sendiri di apartemennya....jadi Delvaro akan menjemput kakaknya lalu mereka pergi..


+++++++++


Alana melambaikan tangannya ke arah mobil Delvaro yang menjauh..ia bersama dengan Mommy Aleysa...dan juga Rafael yang berada jauh...


''Alana....apakah kau akan tinggal disini atau dirumah Granny Ana..''


Alana berdehem....


''Apakah Mommy akan kesepian jika aku pergi...''


Aleysa mengangguk dengan wajah sendu...


''Seperti yang kau tau...Nasya sedang berada di negaramu Alana..dirumah ini tinggal Mommy, Daddy dan juga Rafael yang cacat.....dan...''

__ADS_1


''Aku akan tetap tinggal Momm...aku akan menemanimu dan Rafael..'' ucap Alana dengan senyuman tulus..


Sementara Rafael menaikan sudut bibirnya...


__ADS_2