
Kanaya menatap makanannya dengan tak berselera...mengapa makanan ini tak ada yang enak dimatanya...?? gadis itu masih mengerutkan keningnya...ia sedang di landa kebingungan..
''Apa makanannya tidak enak Kanaya...'' tanya Alea yang dari tadi terus memperhatikan Kanaya yang hanya mengaduk makanannya tanpa ingin makan...
Sementara Alan mengangkat wajahnya dengan penuh curiga kepada Kanaya...
''Apa kau ingin makan sesuatu Kanaya..katakan saja...''ucap Darren penuh perhatian..
''Tidak Daddy dan Mommy aku baik-baik saja...aku hanya sedikit lelah jadi..sedikit tidak nafsu makan.''balas Kanaya penuh senyuman...
Pandangan Alea tertuju kepada Alan...
''Apakah kau terlalu memberinya banyak pekerjaan di kantor Alana...''
''Tidak Momm...itu hanya pekerjaan standar ...tak ada yang berlebihan...''
Alea memijit kepalanya..
''Kanaya tidak biasanya lelah begini kau...''
Darren berdehem...menghentikan ketegangan keduanya lalu ia pun menatap sang putra...
''Jika kau tidak bisa memperlakukannya dengan baik maka Daddy akan memindahkan Kanaya di ruangan David...dia akan lebih baik memperlakukan Kanaya di banding dirimu Alan...''ucap Darren dengan tegas...
Hal itu membuat Darren menggeleng...
''Baik Daddy aku minta maaf,....''ucap Alan menatap Kanaya yang tersenyum menang..
Gadis yang sangat pintar...
''Oya....apakah Alana sudah menelfon...'' tanya Alan penasaran..dia sudah merindukan adiknya..
''Alana sementara tinggal dirumah mertuanya karna Nyonya Aleysa sangat menyukainya...'' ucap Alea trsenyum..
''Baguslah,,mereka adalah keluarga besar yang kuat dan saling melindungi...aku yakin putri kita akan bahagia disana..''
''Dia belum menghubungiku...aku merindukannya..''ucap Alan dengan wajah sendu..
Sementara Kanaya hanya terkekeh..
''Alana baru menelfonku tadi...'' pamer Kanaya tersenyum..
''Yah...aku adalah kakaknya..mengapa dia lebih memilih mengabarimu...'' suara Alan tampak tidak terima..
''Kanaya kakak iparnya jangan lupa..oya..mulailah kosongkan jadwalmu Alan...kita akan mempersiapkan pernikahanmu mulai dari sekarang..''
''Menikah...'' ulang Alan dengan tatapan tak percaya..
Sementara Kanaya juga tak kalah terkejut..memang benar kalau Mommy pernah bilang kalau mereka akan di nikahkan dalam waktu dekat namun..ia tak menyangka jika akan secepat ini...
''Secepat ini Momm...''ucap Kanaya dengan tatapan polos..
''Yah...bukankah Mommy sudah memberitahukannya pada kalian berdua..? bagaimana mungkin kalian melupakannya...sore ini Mommy dan Bunda Genka dan mama Lisa akan mulai mempersiapkan segalanya..kalian tinggal tunggu beres saja..''
Alan dan Kanaya saling menatap tajam...dengan tatapan beku masing-masing..
*********
Kanaya keluar dari kamar namun jemarinya segera di tarik oleh Alan..pria itu menarik Kanaya menuju kamarnya...membawa Kanaya masuk dan mengunci keduanya..
Mommy dan Daddy tak ada dirumah dan situasi sedang sepi...dan inilah kesempatan bagi Alan untuk menekan Kanaya...sudah hampir se minggu dia tidak di ijinkan menyentuh Kanaya dan itu sangat menyakitkan baginya...
''Ada apa....'' ucap Kanaya mengerutkan kening..
__ADS_1
''Kau masih belum haid..''
Kanaya menggeleng...
''Lalu kenapa..dan kau untuk apa menanyakan jadwal haidku...''
Alan menghela nafas....
''Aku hanya ingin tau Kanaya...apakah mungkin kau sedang...''
''Hamil maksudmu...aku sudah mengetesnya dan hasilnya negatif...jadi aku tidak hamil..'' ucap Kanaya dengan wajah polos...
''Baguslah...'' balas Alan meraih tubuh Kanaya jatuh ke dalam pelukannya..
Keduanya saling menatap..
''Apa maumu Alan...''
''Aku merindukanmu....sudah lama kita..''
''Tidak...astaga aku harus ke rumah Grandpa...''
Wajah Alan berubah menjadi kesal...ingatannya tertuju pada David..bagaimana mungkin Kanaya hanya memikirkan David di kepalanya..pria itu mendekatkan wajahnya..
''Apa kau sengaja ingin mendekati David...''
''Tidak...apakah kau cemburu....''
''Tidak...aku tidak cemburu mana mungkin...'' desis Alan dengan keangkuhan sementara Kanaya sungguh kesal..
Pria ini marah tapi tidak mengaku kalau dia cemburu...apakah dia sedang bercanda...??
baiklah...Kanaya akan semakin memancing amarah Alan...
Kanaya mendekat dan tersenyum...
Kanaya mendorong tubuh Alan menjauh dan hendak menuju pintu...
''Kanaya...jika kau berani keluar dari kamarku maka kau akan selesai..''
''Aku harus menemui Granpa...aku akan mengantar makanan yang di buat Mommy...apakah kau akan menghalangiku..'' tantang Kanaya tersenyum dingin...
Alan tidak punya pilihan...dia cemburu dan dia tak bisa melepas Kanaya pergi sendiri, bagaimana kalau David menyatakan cinta...dan gadis ini akan segera melupakan kalau mereka akan menikah dia pasti akan mengiyakan pernyataan cinta dari David..jadi...Alan tak akan membiarkannya..
Pria itu mendekat dan menatap wajah Kanaya...
''Aku akan mengantarmu kesana....tapi kau harus memberi jatah untukku....itu akan menjadi tugasmu bukan...''
Kanaya tak sempat menghindar ketika Alan menerkam tubuhnya dan menariknya jatuh ke atas ranjang...
''Mommy akan marah jika aku lama pergi..Granpa sudah menunggu kita...''
''Ssstt.....semua ini tergantung dirimu...menyerah dan nikmati permainan kita...''
''Alan....''
Kanaya membeku ketika bibir Alan melum** bibirnya dan mnyesapnya dengan penuh hasrat...
Jemari Alan menekan tubuh gadis itu hingga ia tak mampu mengatakan apapun..
''Alan.....aaarrrggghhtt......''
Kanaya menjerit ketika Alan kembali membuka dresnya dan mnghis*** put*** pa yu da ra nya dan....
__ADS_1
Skip....
***********
Delvaro masih membeku di dalam pelukan sang ibu....
''Mommy.....''
''Kau adalah putraku...jika kau bisa memenuhi keinginan Mommy..maka Mommy akan memberikan cinta..bagaimana Delvaro...''
''Cinta....'' ulang Delvaro dengan tatapan beku..
Tak bisa ia pungkiri kalau hatinya menghangat...
Sementara....
Alana membuka pintu kamar dengan wajah pucat...dia mendengar semuanya,..dia mendengar semua pembicaraan Mommy Aleysa dan juga Delvaro...
Airmata Alana menetes...ia bisa melihat bagaimana kerinduan Delvaro kepadan ibunya...bagaimana ia pasrah ketika Mommy Aleysa meminta permintaan mengerikan kepadanya..
Alana duduk di atas ranjang sementara jemarinya naik menekan dadanya yang terasa nyeri..
Apa yang harus dilakukannya...??
**********
Rafael mendekati sang Mommy yang tampak tersenyum sambil memainkan ponselnya..karna terlalu asyik dia tidak memperhatikan kedatangan Rafael..
''Mommy sangat licik...''
Deg!!!
Aleysa menatap Rafael dengan tajam...lalu bangkit dari tempat duduknya...
mendekati Rafael dan tersenyum..
''Apa kau sudah minum obatnya,..''
''Untuk apa obat Mom..jika aku baru saja melihat racun di depan mataku...''
''Apa maksudmu...''
''Aku melihat Mommy memeluk Delvaro....apakah kau harus sekejam itu kepadaku....'' teriak Rafael dengan murka..
Sementara Aleysa tersenyum dingin..
''Mommy pikir Delvaro layak mendapatkan kesempatan kedua....''
''Tidak Mom....aku begini karna dirinya...''
''Alana yang menebakmu dan bodohnya kau yang mnyuruhnya bukan...''
Airmata Rafael menetes...
''Mom....''
''Rafael sudahlah.... bisakah kau tidak cengeng..''
''Aku cengeng...''
''Mommy harus menghadiri arisan keluarga...pastikan Aura memberimu obat tepat waktu dan...jangan membuat masalah lagi Rafael...''
Aleysa melangkah meninggalkan Rafael dalam kemarahan...jemarinya terkepal...
__ADS_1
Delvaro...lihat saja...dia akan merebut Alana kembali...
Rafael mengepalkan tangannya dengan kuat.,...Alana harus menjadi miliknya....