
Genka tentu saja terkejut...mengapa tuan Kenan meminta hal yang aneh kepadanya, apa yang ingin tuan Kenan tau..mengapa Genka merasa takut sekarang....
Kenan yang bisa membaca perubahan tatapan Genka lalu tersenyum..
''Dirumahku setiap bulan akan ada pemeriksaan rutin para pekerja dan pelayanku, demi menjaga kesehatan mereka aku juga bertanggung jawab untuk itu Genka....jadi karna kau juga tinggal dirumah ini maka kau juga harus melalui tes..
Wajah Genka memucat..
''Jika aku sakit keras maka aku akan di keluarkan begitu...
Kenan menghela nafas...ia mendekat hingga mengusir jarak di antara mereka...Kenan tersenyum dengan sangat lembut....dan membuat Genka merasa lebih nyaman..
''Kau dan pekerja lainnya akan di obati dengan benar jika kau sakit...itu adalah tanggung jawabmu...Genka jangan takut...serahkan semuanya kepadaku,..jika besok setelah menyimpan ur*nmu kau sendiri harus menyerahkannya kepadaku jangan menyerahkannya kepada sembarang orang karna ini menyangkut kesehatan,....''
Genka menganggukan kepalanya dengan patuh..ia lantas melangkah mendekat dan mengambil botol steril itu dan menyimpannya..
''Baiklah...aku akan melakukannya....itu saja tuan Kenan,....'' tanya Genka dengan wajah polos...
Kenan mendekat dan mengeluarkan sebuah cincin kecil bertahtakan berlian...
''Sebagai permintaan maafku, maukah kau memakainya Genka..''
''Hah.....''
Cincin mahal itu sangat indah dan berkilauan entah mengapa tuan Kenan mau memberikannya cincin mahal ini...dia sudah mendapatkan uang 500 juta, bukankah itu cukup...
''Mana jarimu.....''
__ADS_1
Genka menggeleng........ia memberanikan diri menatap mata Kenan tajam kepadanya...
''Maaf...untuk apa cincin ini tuan Kenan,....mengapa aku merasa selalu takut jika tuan mulai bersikap baik padaku.......'' ucap Genka dengan mata berkaca-kaca....
Kenan menghela nafas...
''Aku berjanji padamu Genka...aku tidak akan pernah menyakitimu lagi....''
''Tapi mengapa begitu...bukankah aku adalah musuhmu..''
Genka menatap Kenan dengan berani, hal yang selama ini ia takutkan adalah menatap mata Kenan namun,...kini ia berdiri menantangnya tanpa rasa takut...
''Alana....semua karna Alana...gadis kecil itu terlalu memujamu hingga ada perasaan bersalah di dalam hatiku jika aku terus menyakitimu...''
Kenan bersyukur otaknya berputar dengan cepat hingga menemukan alasan yang tepat untuk membuat Genka percaya kepadanya...
''Kau menjaga Alana dengan baik seperti seorang ibu...jadi Alana, anggap saja cincin ini adalah hadiah dariku dan Alana...maukah kau menerimanya...''
Deg!!!
Hati Genka bergetar........lalu menganggukan kepala..
''Baiklah kalau semua ini karna Alana aku akan menerimanya...'' ucap Genka mengulurkan tangannya.,.
''Biarkan aku memakaikannya kepadamu Alana...''
''Yah..baiklah...'' Ana menurut....
__ADS_1
Kenan merasa berdebar ketika Genka mengulurkan tangannya dan ia menyambut uluran tangan Genka dengan gugup..
Mengapa harus gugup....entahlah Kenan bingung sendiri..........
Cincin itu begitu pas di jari manis Genka yang memang lentik dan indah..senyum Genka mengembang...
''Indah...terimakasih tuan Kenan...''
Genka melepaskan genggaman mereka dan tersenyum hangat..
''Jangan pernah melepaskan cincin itu apapun yang terjadi Genka....''
Genka mengangguk..
''Aku tak akan melepaskannya sebelum aku menikah.......''
Deg!!!!
''Menikah...'' ulang Kenan terkejut..
Genka tertawa...
''Tentu saja tuan...suatu saat nanti, tuan akan menikah...lalu aku juga akan menikah dan...pergi dari rumah ini, tapi aku janji...cincin ini akan aku simpan tuan Kenan...''
Genka menunduk sekali lagi dan melangkah menuju lift dan menghilang di balik sana...
Kenan memegang dadanya, jemarinya terkepal dengan kuat...
__ADS_1
''Menikah.......'' desisnya menggertakan giginya.....