
Kenan memejamkan matanya seraya membelai rambut Genka...
''Tentu saja...kau tidak perlu lagi khawatir sayang..semua akan baik-baik saja...aku akan selalu melindungimu dan anak kita..''
''Aku tidak akan pernah meragukannya sayang...'' balas Genka betah berbaring di dada Kenan yang bidang...
''Kita akan segera menikah dan kau harus menyiapkan dirimu..''
''Yah...dan aku ingin sekali ibu hadir di pernikahan kita..semoga saja bisa...''
Ada jeda sebelum Kenan menjawab.....
''Ibumu masih harus dalam pengawasan dokter jadi.......''
''Aku tau Kenan...ini hanyalah sebuah harapan,...ibuku sangat lemah dan bergantung pada alat-alat di rumah sakit...mengetahui dia masih hidup saja itu sudah membuat aku tenang..aku tidak mengharapkan apapun lagi....''
Kenan sungguh sedih namun ia mencoba kuat...jika bukan dirinya yang mlindungi Genka siapa lagi..??
Kenan kembali memeluk Genka dengan erat.....
**********
Pernikahan itu akhirnya di gelar dengan mewah...janji suci pernikahan telah di lakukan dan membuat Kenan dan Genka sangat bahagia...Alana dan Alan menjadi penggiring pengantin cilik sementara Darren dan Alea menjadi saksi pernikahan...
Hingga setelah menikah, Kenan dan Genka harus kembali ke rumah mereka dan berpisah dari Darren dan Alea, Alana dan juga Alan yang merindukan mereka...
__ADS_1
Suasana rumah kembali hidup, para pekerja lama menyambut Genka yang adalah mantan pelayan itu sebagai nyonya Renov...sedangkan sang kepala pelayan hanya tertunduk malu tentu saja..selama ini dia sudah bersikap buruk kepada Genka...
Dan ketika Genka dan Kenan turun dari mobil ia sungguh tak mampu menyembunyikan wajah malunya....
''Selamat datang kembali tuan dan nyonya...''
Kenan menoleh kepada Genka..ia sudah memberi kuasa penuh, karna Genka sekarang adalah istrinya...
Genka menatap Mosa yang menundukan kepala....
''Mosa.....kau baik sekali padaku...''
Mosa langsung menjatuhkan diri di hadapan Genka...
''Nyonya Genka....aku mohon maafkan aku...aku bersalah kepadamu, namun aku berjanji...mulai sekarang aku akan mengabdi kepada nyonya...''
''Yah...kau akan tetap bekerja disini...Mosa namun, kali ini kau bukanlah sebagai kepala pelayan...''
Wajah Mosa begitu pucat...bagaimana bisa ia tidak menjadi kepala pelayan...
''Nyonya....''
''Panggil Lisa di hadapanku sekarang dan aku juga ingin kau mengumpulkan semua pelayan,...aku ingin sedikit merombak dan melakukan pertukaran pelayan...'' bisik Genka tersenyum lalu melangkah meninggalkan Mosa yang begitu syok...
Ia menoleh tajam...bagaimana mungkin tuan Kenan menyukai gadis sepertinya...? seharusnya tuan Kenan memilih nyonya Sandra...wanita itu meringis....namun ia tak bisa melakukan apapun....dan entah bagaimana nasibnya nanti...
__ADS_1
Mosa segera mengirim pesan ke peternakan dan mengumpulkan semua pelayan dan anak buahnya di taman...mereka akan menunggu pertukaran pekerjaan dari nyonya Genka...Mosa masih tak terbiasa menyebut Genka dengan sebutan nyonya...
********
Dikamar...
Genka sudah siap keluar dengan dres bunga-bunga yang sedikit longgar, perutnya sudah mulai terlihat di usia kehamilan 4 bulan...
Kenan yang baru saja keluar dari toilet menghampirinya dan memeluk Genka dari belakang...
mereka berdua menatap ke arah cermin....
''Sayang....kau cantik sekali...'' Kenan mulai menciumi pindak Genka memberi sinyal...
Seementara Genka hanya berdehem..ketika Kenan mulai meremas pa yu da ra nya...
''Aku harus menemui para pelayan sayang.........''
''Aku ingin....''
''Nantri malam...bagaimana..''
Kenan mengangguk dengan berat...
''Apa yang akan kau lakukan pada Mosa...aku sangat penasaran....''
__ADS_1
Genka tersenyum misterius,....