
Tiara mengerutkan kening menatap Darius yang tampak menatapnya tajam, Darius mengangkat tangannya dan menyentuh wajah Tiara yang cantik namun terlihat pucat dan mata yang sembab. sudah lama dia merindukan perasaan ini. perasaan yang hangat dan begitu indah. Darius sedikit mengenang ketika dulu perasaan ini ia rasakan pada sosok istrinya Paula, ketika pertama kali mereka bertemu sikap Paula seperti Tiara. dan kenyataan itu semakin membuat Darius merasa hangat..
''Anak itu adalah milikku....kau bahkan tidak punya hak apapun kepadanya,....''
''Hah....'' suara Tiara tercekat...
''Lahirkan dia untukku Tiara, lalu aku akan mengangkatnya sebagai anakku..dan kau bisa melanjutkan hidupmu bagaimana...aku akan melindungimu dari siapapun yang menganggu.''
Deg!!!!
Mengapa rasanya sakit sekali mendengar kata-kata Darius, apakah dia yang terlalu berharap, lagi pula mengapa ia harus merasakan kecewa..dia mengharapkan apa...Darius menikahinya...? tidak mungkin bukan...usia mereka sangat jauh dan tidak mungkin seorang Darius yang terhormat akan menikahinya dengan reputasi model sexy...
Airmata Tiara menggenang..ketika ia merasakan sakit di hatinya entah mengapa, mendengar kata-kata Darius sungguh membuatnya sangat terluka...meski Tiara tak tau mengapa...
''Tiara....mengapa kau malah diam..''
''Aku pikir..aku pikir kau akan...''
Darius tertawa.....
''Kau pikir aku akan menikahimu begitu..'' tatap Darius tersenyum dingin...
Meski ia memang memiliki perasaan yang kuat kepada Tiara seperti yang ia rasakan pada Paula dulu namun, ingatan penghianatan yang di lakukan Paula masih membekas dan membuatnya sakit hati..jadi..tidak mungkin bukan kalau ia menikahi Tiara, selain perbedaan usia mereka, ia akan membuat keluarganya terkejut terutama anak dan menantunya..lagi pula usia Tiara masih sangat muda, peluang dia selingkuh darinya itu sangat besar, lagi pula wanita ini pernah mengejar Darren dengan gigih,..dan Darius benar-benar tak mau mempertaruhkan rumah tangga anaknya, ia sayang pada Alea seperti kepada putrinya sendiri dan berjanji tak akan pernah menyakiti Alea lagi..
Jadi Darius membuat keputusan untuk mengambil anaknya, lagipula itu darah dagingnya, ia akan memberikan Tiara segala kemewahan yang Tiara mau, setelah melahirkan anak untuknya maka Tiara harus pergi dari negara ini selamanya...
''Apakah aku tampak seperti mengharapkan pernikahan Darius..'' tatap Tiara dengan pandangan hancur...
Darius menggeleng..menyentuh bahu Tiara sangat lembut sehingga membuat jantung Tiara berdebar...
''Aku minta maaf pernah memikirkan pernikahan kita....''kata-kata Darius menggantung...
Wajah Tiara menjadi cerah, walau hanya sebentar....
''Tapi aku sadar, kau hanya akan menghancurkan hidupmu jika hidup bersama pria tua sepertiku dan aku sadar diri Tiara.....aku telah mengahancurkanmu sekali dan tidak akan pernah menghancurkan hidupmu selamanya dengan menjadi istri seorang Darius....''
Deg!!!!
Tiara tak mampu mengatakan apapun dan hanya diam seperti seorang terdakwa yang pasrah setelah di jatuhi vonis..ia kemudian mengangguk...dan menatap Darius...
''Yah...kau benar, menikah untuk apa...kau terlalu tua untukku, anak ini aku sama sekali tak membutuhkannya...baik...setelah melahirkan anak ini maka aku akan pergi jauh...apa kau puas Darius...''
''Maafkan aku Tiara.....''
''Tak masalah bagiku....aku sama sekali tidak menyukaimu Darius...aku bahkan membencimu...''
Tiara memejamkan matanya, ironis ketika dia bilang becni namun rasa nyeri itu menjalar dan menyakitinya dengan kuat...mengapa ia harus menangis..mengapa...?
__ADS_1
Darius kembali meraih tubuh Tiara ke dalam pelukannya dan mendekapnya dengan erat....
''Aku sayang kepadamu Tiara.....aku akan selalu melindungimu...'' bisik Darius dengan mata yang basah...
*************************************
Darren pulang ke rumah dan menemukan Alea sedang memasukan baju ke dalam tas..pria itu mengerutkan kening ketika Alea menghambur memeluknya...
Mereka berciuman dengan mesra...
''Sayang kau mau kemana....''
''Kakak akan menjemputku..kau tidak lupa jika aku akan menginap bukan,...kau juga akan ikut kan sayang.''
Deg!!!!
Darren tak menyangka jika Aiden bergerak cepat, sebenarnya dia sedang meminta mata-matanya untuk mengambil sample rambut Aiden sekali lagi untuk mengecek DNA Aiden sekali lagi tentu di rumah sakit lain, karna jauh di dalam hatinya Darren masih tidak yakin kalau Aiden adalah kakak kandung Alea, dan saat ini sample rambut itu sedang di periksa..hasilnya akan keluar dua hari lagi..
Sementara ini Darren tak bisa melarang Alea karna ia takut istrinya akan marah dan tersinggung, sementara....ia juga banyak pekerjaan dan tak mungkin bisa menemani Alea menginap''
Darren mencoba berpikiran positif sekali lagi,....jika benar hasli tes DNA itu keluar dan mereka bukan saudara maka dia akan bertindak, namun saat ini Darren tak bisa melarang Alea....
''Aku punya banyak pekerjaan jadi...aku tak bisa ikut...bagaimana jika 3 hari lagi saja...''
''Tidak bisa Darren, kami akan ke makam dan lokasi kecelakaan dan lusa kak Aiden akan tugas ke luar kota jadi kak Aiden hanya punya waktu hari ini....''
Darren menganggukan kepala dengan hati yang berat...
''Besok malam karna lusa aku ada kuliah....'' ucap Alea tampak bersemangad..
Darren mengangguk....dan meraih Alea di dalam pelukannya.....
''Bersenang-senanglah sayang, aku akan sangat merindukanmu...''
''Aku juga sayang.....aku akan sangat merindukanmu...''ucap Alea semakin menenggelamkan wajahnya di dada bidang Darren, mereka saling berpelukan dengan erat....
****************************************
Aiden memasukan tas Alea ke dalam bagasi dan menatap pasangan itu yang saling memeluk, Aiden hanya menaikan sudut bibirnya dengan sinis..
''Aiden,.....sampai jumpa besok..''ucap Darren mencoba bersikap ramah.
Aiden tersenyum....
''Sayang sekali Darren, kau tak bisa ikut....Alea akan sangat merindukanmu...''
''Hanya sehari,...aku akan mencoba bertahan...''
__ADS_1
''Yah...baguslah kalau begitu,...Alea..kita pergi sekarang..''
Alea mengangguk, dan kembali menatap Darren....
''Sayang sampai jumpa besok....'' ucap Alea pamit dan memeluk tubuh Darren sekali lagi dan menciuminya...
Darren menganggukan kepalanya dan melepas Alea dengan terpaksa untuk naik ke mobil Aiden...
''Sampai jumpa Darren...'' ucap Aiden dengan senyuman yang sangat ramah.
Darren mengangguk menatap mobil itu dengan tatapan beku....
Semoga semuanya baik-baik saja,...mengapa perasaannya tidak enak...?
****************************
Aiden tersenyum sepanjang jalan...
''Sebelum kita pulang ke rumah aku ingin mengajakmu makan malam..''
''Aku lapar sekali....'' bisik Alea bersemangad..
''Baik....kita akan ke restoran langganan kakak...''
''Yah...'' balas Alea polos..
***********************************************
Restoran sekaligus Hotel itu sangat privat dan mahal...ketika mereka tiba para pelayan terlihat begitu menunduk penuh hormat..
Aiden menggenggam jemari Alea menuju meja, yang terdapat sebuah kue cake....
''Kakak...aku tidak berulang tahun...'' bisik Alea terkejut...
Aiden duduk di depannya dengan senyuman misterius...
''Ini untuk setiap ulang tahun yang telah di lewatkan kakak...''
Alea menatap dengan haru....
''Kakak terimakasih...''bisiknya lembut...
Namun....Alea sungguh terkejut ketika Aiden mengeluarkan sebuah cincin berlian dan memberikan untuknya...
''Kak Aiden....''
''Aku berjalan-jalan di luar negri kemarin dan melihat sebuah cincin mungil aku ingat pada adik kecilku dan aku membelinya...
__ADS_1
Deg!!!!
Alea sedikit mengernyit......