
Alea meronta sekuat tenaga ketika tubuhnya di masukan begitu saja kedalam sebuah mobil berwarna hitam pekat. dan di ikuti seorang pria yang masuk ke dalamnya, mobil yang begitu mewah itu melaju meninggalkan kawasan kampus dan membuat Alea menjerit panik...ia menoleh dengan gusar ke arah pria yang menculiknya saat ini...pria itu memakai jass hitam dan topi, lalu ada masker dan kaca mata yang membuatnya semakin sulit di kenali, tubuh Alea gemetar membayangkan betapa pria ini sangat misterius..
''Siapa kau...'' jerit Alea berusaha meronta semakin panik ketika ia tak bisa melihat keluar jendela karna kaca yang sangat gelap dan tak mempungkinkan ia matanya menembus kaca tebal berwarna hitam itu..
Hening,....
Pria itu sama sekali tidak menjawabnya sedikitpun, namun hanya diam menatap Alea yang semakin frustasi di buatnya, hingga Alea sontak menyerang pria itu, siapa tau ia lolos dengan melukainya...
Alea menyerang pria dengan berusaha membuka masker dan kacamatanya namun, tangannya tertahan ke udara ketika tangan pria itu menangkap jemarinya dengan cepat...keduanya saling menatap...
''Siapa kau...'' desah Alea sungguh ketakutan...
Pria itu lalu memutuskan membuka kacamatanya, di ikuti maskernya dan menatap sosok Alea yang hanya mampu ternganga dengan kenyataan di hadapannya...
Dada Alea terasa sesak ketika menatap pria yang begitu ia rindukan..matanya menjadi panas di ikuti airmata yang menetes di wajahnya..bagaimana mungkin pria ini ada di hadapannya, ketika Alea berpikir dia telah mati..? mengapa rasanya sakit sekali melihat senyum Adam di hadapannya saat ini..
''Adam.,...''
''Yah...Alea ini aku...Adam...''
Adam membuka tangannya lebar-lebar lalu membiarkan Alea menghambur ke pelukannya dan mendekapnya dengan penuh tangis...
''Adam...Adam....ya Tuhan, terimakasih kau telah menyelamatkan Adam..'' isak tangis Alea pecah di pelukan Adam, rasa sesak dan sakit hatinya ia tumpahkan semua di bahu Adam, betapa dia menderita selama ini..betapa ia merindukan Adam pria yang selalu membantunya dan tulus..
''Aku merindukanmu Alea...sangat merindukanmu sayangku..'' bisik Adam semakin mempererat pelukannya...
Melihat sosok Alea yang sekarang, memang tubuhnya lebih berisi namun wajah tertekan itu begitu terlihat di wajahnya. pria kejam itu pasti telah menyiksanya dengan begitu dalam, Darren...dia pasti hanya menyebabkan penderitaan bagi Alea selama ini..tatapan Adam mengeras...
Pelukan itu terlepas dan sekaligus membuat senyum lega itu terpancar di wajah Adam dan Alea..
bahkan jemari mereka masih saling menggenggam.
__ADS_1
''Ceritakan padaku bagaimana kau bisa selmat, Darren menusukmu dengan pisau..'' desah Alea masih merasakan nyeri ketika mengingat kejadian itu..
Adam tersenyum dengan lembut sembari menyentuh anak rambut Alea yang jatuh dan meneruhnya di belakang telinga Alea...
''Lukas menolongku, kau tau asisten Darren dengan perjanjian aku tak boleh mendekatimu lagi...''
''Lukas....'' siapa sangka jika Lukas yang terlihat dingin masih punya hati untuk menolong...?
''Dia pria yang baik Alea...aku selamat dan kini aku telah menemukan dukungan besar yang membuatku seperti sekarang...''
Ah...Alea baru sadar jika ada yang berubah dari sosok Adam yaitu penampilannya yang terlihat berkelas, mulai dari jas, jam tangan, mobil yang tentu saja tidak murah..siapa yang memberikan ini semua, padahal seingat Alea jika pria ini bukanlah orang kaya, Adam bahkan ingin berencana pergi ke luar negri untuk mencari kerja..
''Siapa orang yang membantumu...''
Adam tersenyum misterius sembari mengecup punggung tangan Alea...
''Aku akan mempertemukan kalian berdua...kau akan liat sendiri siapa penolongku.''ucap Adam mengedipkan matanya..
Alea hanya menghela nafas..sembari melirik jamnya dengan kawatir, masih ada waktu 1 jam sebelum waktu kuliah berakhir dan Darren akan menjemputnya, mungkin nanti Alea akan meminta Adam untuk membawanya kembali karna Alea sungguh tak ingin menambah masalah, ia tidak ingin bertengkar dengan Darren..
''Kau tidak sedang terlibat dengan gengster atau para Mafia bukan..'' tanya Alea sedikit takut..
Alea takut jika Adam mungkin bergabung dengan para mafia jahat dan kejam, karna keputus asaannya..Alea sungguh tak ingin Adam terjebak.
Mobil berhenti dan Adam menatap Alea..
''Ayo kita turun...Alea..''
''Tidak..tungguh dulu Adam..''
''Ada apa...''
__ADS_1
''Kau tidak bergabung dengan para mafia bukan..? aku akan sangat marah kepadamu kalau kau tidak....''
''Tenang saja....pria yang menjadi penolongku sangat baik hati, dia bahkan tidak segan memberiku segalanya...aku tidak sabar lagi untuk mempertemukan kalian...''
''Adam..tunggu dulu aku....''
Kata-kata Alea terputus ketika Adam sudah lebih dahulu keluar dari dalam mobil dan sekaligus menariknya keluar dari sana. dengan langkah ragu Alea membiarkan Adam menggenggam tangannya dan membawanya masuk ke dalam ruangan yang megah itu..
Alea membeku ketika melihat sebuah fotonya dalam bingkai yang besar menggantung di tengah ruangan, hingga kerutan di dahinya semakin dalam saja, siapa pemilik rumah megah ini..mengapa ada foto tunggalnya di tengah ruangan?
Tanpa sadar Alea mengeratkan genggamannya di dalam tangan Adam dengan ekspresi takut...sedangkan Adam hanya tersenyum misterius..
Beberapa saat kemudian..tampak seorang pria yang sangat tampan turun dari atas tangga, tatapannya begitu dalam, ia sangat gagah dan sedang menatap Alea dengan sangat dalam.. keduanya saling beradu pandang dengan begitu dalam..
Alea masih berdiri dengan kerutan di dahinya, mengapa tatapan pria ini begitu familiar, mengapa tatapannya ia kenal...
''AleaNora......''
Pria itu tersenyum dengan sangat lembut kepada Alea namun Alea hanya berdiri dan diam di tempat sementara Adam membiarkan mereka saling mengenal dengan meninggalkan ruang tamu itu dengan tatapan beku, ia memilih membiarkan pria itu bertemu langsung dengan Alea.
Pria itu menghentikan langkahnya ketika ia berdiri berhadapan dengan Alea, ada rasa haru yang menguar di sana, namun Alea belum mengenal siapa pria ini dan mengapa ia menatap Alea dengan sangat tajam....
''Alea.....''
''Maaf aku tidak......''
Pria itu mengambil tangan Alea dan menggenggamnya, aneh karna Alea membiarkan pria itu menyentuh jemarinya. ia pun sedikit segan dan hendak menarik tangannya namun pria itu sama sekali tidak ingin melepasnya..
''Apa kau benar-benar tidak mengenalku lagi...''
Namun Alea menggeleng, ia sama sekali tidak ingat pria ini apa maksudmu pria ini, mengapa dia terlihat sok akrab kepadanya...?
__ADS_1
''Katakan siapa namamu dan jangan berputar-putar, kau semakin membuatku bingung saja..'' balas Alea sedikit tak nyaman karna pria ini tak mau melepasnya...
''Alea...aku adalah.......''