Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Penawaran Untuk Ola


__ADS_3

Mobil akhirnya sampai di kediaman Darren Hugo, sepanjang perjalanan di isi dengan kebekuan yang menggigit...Lukas tak henti-hentinya menatap Ola dari kaca namun gadis itu tak sedikitpun membalas tatapannya..


Ketika Ola ingin membuka pintu mobil, Lukas kembali mencekal tangannya dan membuat gadis itu menoleh...


Ola masih menatap sinis....


''Ola aku mohon...maafkan aku....''


Ola menurunkan pandangan pada genggaman Lukas yang menyakiti hatinya..matanya berkaca-kaca...


''Yah....baiklah kalau itu maumu Lukas namun, jika kau meminta perasaanku kembali maka maaf...kau tidak punya tempat..'' Ola menghempaskan pegangan Lukas kepadanya dan kemudian keluar dari dalam mobil dan meninggalkan Lukas yang hanya memejamkan matanya...


Ola......mengapa perasaanku harus datang terlambat dan menyiksa...?


Ola mengepalkan tangannya airmatanya menetes, hatinya begitu sakit namun semua perasaannya berusaha ia kubur sendiri...


************************


''Kau tak perlu menjemput anak-anak lagi Ola....siang ini Daddy mereka yang akan menjemput.'' ucap Alea dengan lembut...


Ketika dia pulang tadi ibu Alea langsung memanggilnya ke ruang keluarga dan disinilah mereka bicara, Ola sangat terkejut..


''Jadi ibu tidak membutuhkan pengasuh anak lagi, apakah aku di pecat...'' wajah Ola terlihat sedih...


Alea tertawa dengan lepas, dan menggeleng menghapus keraguan di wajah Ola kalau dia di pecat...


''Siapa yang akan memecatmu Ola..aku ingin memberimu sebuah tugas baru...''


''Hhmmm....tugas baru apa bu....''


''Panggil saja aku kakak Alea, aku terlalu muda untuk di panggil ibu....'' Alea tersenyum..


''Kakak.....''


''Bagus......aku ingin mengatakan padamu Ola kau akan memulai kuliah tahun ini..dan Erland sudah mendaftarkanmu..''


Ola begitu terkejut dan menggelengkan kepalanya....


''Tidak...aku tidak bisa....''


''Ssstt.....ini adalah perintah untukmu apakah kau masih melawan kakakmu..'' ucap Alea tajam..


Mata Ola berkaca-kaca ketika Alea menyebut dirinya kakak..betapa terharunya dia,....gadis itu sampai memejamkan matanya menahan rasa sedih...dengan semua kebaikan yang di tunjukan Alea..semakin membuat Ola tidak bisa memanfaatkan kebaikan hatinya...


''Aku sungguh terharu kak...aku benar-benar senang karna kakak memperlakukannku seperti saudara..tapi mengenai kuliah..aku sama sekali tidak tertarik...aku tidak bisa menerimanya dengan cuma-cuma,...kakak sudah sangat baik dengan menebusku pada orangtua angkatku bagiku itu sangat cukup...aku tidak bisa menerima...........''


''Ola..aku tidak suka dirimu yang tidak percaya diri ini...baiklah begini saja....aku punya sebuah toko bunga di dekat kampus..bagaimana jika kau mengelola toko bunga itu dan sambil kuliah..''


''Tapi........''


''Kau akan tinggal disana dekat kampus...''


''Lalu bagaimana dengan anak-anak.....''


Alea menghela nafas.......


''Ola..kau tau sendiri kalau sikap Alan sangat dingin pada Daddynya...''


Ola membenarkan itu..Alan bersikap sangat cuek dan bahkan tak segan menantang tuan Darren....

__ADS_1


''Iya kak..aku tau dan aku merasakan kebencian itu...''


Alea mengangguk....


''Karna itu Ola...jangan pernah menyimpan kepahitan terlalu lama, itu akan menyusahkan diri kita....itulah yang aku sesali saat ini...ketika aku marah pada Darren tanpa sadar aku menularkan dendam itu kepada anakku dan aku menuai itu sekarang...''


Ola berdehem, ia teringat kepada dendamnya untuk Lukas...


''Ternyata Cinta dan Benci itu hanya setipis kabut....kau harus berhati-hati Ola...aku tak ingin kau mengalami hal yang sama...''


''Aku akan mengingat semua perkataanmu kakak...jadi apakah kakak punya rencana untuk Alan dan Daddynya....''ucap Ola menunduk....


Alea menganggukan kepala...


''Yah...aku dan Alana akan menginap dirumah ayah Darius selama 3 hari dan aku akan membiarkan mereka sendiri dirumah...''


Ola tersenyum...


''Rencana yang bagus kakak..'' ucap Ola tersenyum..


Mata Alea berbinar..........


********************


Dan akhirnya Ola pindah ke rumah yang baru sekaligus toko bunga, kepindahannya di bantu Lukas dan Erland yang mulai menyukai Ola..


Ruangan mulai di tata dengan cantik, lalu..beberapa perabotan di letakan di dapur dan karna Ola tinggal sendiri maka ia tak membutuhkan banyak barang..ia adalah gadis yang sederhana..


Kak Alea berhasil membujuknya dengan bilang akan membayar gajinya dengan biaya kuliahnya jadi Ola tak perlu untuk memikirkan bahwa ia menjadi beban...


Erland tersenyum mendekati Ola,sayang sekali hari ini ada meeting dengan kak Darren, padahal ia masih ingin berlama-lama dengan Ola disini sambil membantu banyak hal..namun dia harus pergi..


Lukas yang tak jauh dari mereka hanya menatap dengan gerah..sembari membawa barang-barang Ola ke kamarnya dan meletakannya disana....


''Tidak perlu jika kak Erland sedang sibuk...''


''Tidak..besok aku akan mengosongkan jadwalku..''


Deg!!!


Ola tau Lukas mendengar itu semua, dan ia juga terpancing untuk membuat pria itu marah...


''Bagaimana dengan makan malam kak Erland...''


''Aku akan menjemputmu Ola...''ucap Erland salah tingkah.


''Baiklah kabari aku.....''


''Tentu Ola..aku harus pergi...''


''Baiklah kakak, hati-hati...oya Lukas, aku pergi..''


''Yah.......'' balas Lukas trsenyum..


Ola lalu membalikan tubuhnya dan menemukan wajah Lukas yang begitu datar, ia sedikit terkejut mengapa Lukas tidak terlihat cemburu.....??


Lukas meletakan sebuah dus besar di sudut ruangan...lalu mendekati Ola dengan tatapan dingin..


''Aku harus pergi Ola...jika kau butuh sesuatu maka hubungi aku.....''

__ADS_1


Deg!!!!


Lukas melangkah melewati Ola begitu saja hingga sesuatu di hati Ola terasa nyeri...ia menatap tubuh Lukas yang menjauh...


''Dasar...pria es..'' desis Ola dengan kesal...


Ola lalu melanjutkan aktifitasnya...


************************


Alan keluar dari sekolah dan ia tidak menemukan Ola....Alana juga memang tidak masuk, siapa yang akan menjemputnya apakah Lukas....paman Eeland ataukah supirnya yang lain...?


Alan hanya menggeleng,..sambil melangkah ke gerbang sekolah, dan matanya menangkap sebuah mobil yang berhenti di depannya..Alan menyipitan matanya dengan tajam...


Senyumnya menguap ketika ia melihat sosok Daddynya keluar dari dalam mobil..tatapan Alan mengeras..


''Dimana Mommiku..."?


''Kabar buruk Boy, Mommy dan Alana sedang berada di rumah kakek Darius...jadi suka atau tidak, terima atau tidak...kau akan bersamaku seminggu kedepan..


''Apa...seminggu...?'' ulang Alan protes,...


'Naik kemobil Alan...'' titah Darren tajam..


Alan melemparkan pandangan sinis dan tajam...lalu dengan sangat terpaksa masuk ke dalam mobil...


Darren hanya mampu menghela nafas, mengapa kesabaran itu sangat sulit di kendalikannya..mengapa pria kecil ini selalu memancingnya unuk berkelahi...?


Sepanjang jalan adalah keheningan,....Alan menatap beku jalan di depannya sementara hal yang sama di lakukan Darren..keduanya sedang saling menguji dimana batas kesabaran itu...


''Aku ingin Mommy...''


''Maka kau haru menunggu 6 hari dari sekarang..''


Alan menggeleng kesal....namun tetap saja...ia tak bisa melawan...


''Aku haus dan ingin eskrim....." ucap Alan singkat....


Darren akhirnya mengalah dan menepikan mobilnya di pinggir jalan..


"Tunggu disini...Daddy akan membelikan eskrim untukmu..."


Alan tidak menjawab....


Darren pun keluar dari mobil namun...tak berapa lama kemudian....sebuah mobil dari arah berlawanan melaju kencang...


Alan yang menyadari sang Daddy sedang menelfon dan tidak memperhatikan jalan...Alan sontak keluar dari mobil dengan panik...


"Daddy....awas.........." jerit Alan ketakutan....


Begitu Darren mengangkat wajahnya....mobil sudah terlalu dekat...


Airmata Alan menetes....


"Daddy No......."


Brruuggghhhh..............


Darren tertegun ketika sang putra menarik tubuhnya dengan kuat hingga keduanya jatuh ke pinggir dengan tubuh Alan yang memeluk tubuh Darren....

__ADS_1


Hati pria itu menghangat........ia tersenyum....


__ADS_2