
Setelah penyatuan penuh gairah itu, Darius bahkan enggan beranjak dari tubuh Tiara, sesungguhnya ia menemukan ketertarikan tersendiri pada wanita muda ini, yah..Darius menyukai Tiara begitu dalam namun, ia terlalu tua untuk menjadikan Tiara istrinya juga...tentu Darren dan Erland akan membunuhnya jika ia melakukannya..jadi Darius lebih memilih menikmati Tiara tanpa hubungan pernikahan...lagi pula Tiara juga pasti menolah menjadi istrinya, dan Darius mengerti itu...dia bisa menikmati semuanya tanpa harus mengikat wanita ini...
Tiara membiarkan Darius mencumbu dadanya dan masih tak beranjak dari sana....hal yang paling di sukai Darius dari Tiara adalah dadanya yang cukup besar dengan p*ting pa yu da ra yang kemerahan menggoda, membuat Dius ingin dan ingin terus berada disana, bahkan wajahnya terus di benamkan dalam-dalam memainkannya seperti pria keci dengan mainannya..
Mereka sedang berada di Hotel sekarang,
''Aku akan kerumahmu sore ini Ayah...aku akan melihat sendiri seperti apa istri seorang Darren Hugo, ya ampun...mengapa dia bisa menikahi gadis lain...'' umpat Tiara sembari menghis*p rokok elektirk di tangannya...
Darius tampak acuh sembari terus mengoda Tiara, ia menatap wanita itu dan mengangguk...
''Jangan terlalu mengusik Darren, kau tau jika dia marah maka kau akan habis...mengapa kau tidak menyerah saja...'' ucap Darius sembari mengul** pa yu da ra Tiara namun tidak lama..
Darius kembali bungkam ketika mendapat tatapan tegas dari wanita yang tengah memanjakannya dengan kenikmatan..
Tiara mendekatkan wajahnya bibirnya yang merah dan tebal mendarat di bibir Darius yang basah dan segera melum****, namun hanya sebentar....membuat Darius mengerang protes..
''Beritau aku...satu kelemahan gadis itu ayahku sayang, dan aku janji akan memberimu kenikmatan sekali lagi....''
Sementara berkata, jemari Tiara bergerak turun dan menggenggam kejant*nan Darius yang menegang...pria itu tak punya kekuatan untuk melawan...
''Baiklah aku akan memberitaumu tapi berjanjilah sekali saja...''
Tiara tersenyum penuh janji sembari berbisik,
''Aku akan memuaskanmu...bagaimana...ayah..''
'''Ohh...Sshhhiiitt....'' desis Darius menyerah...Pria itu lalu membisikan sesuatu di telinga Tiara..
Yah...sejujurnya ia memang mulai sayang kepada Alea namun, kenikmatan yang di tawarkan Tiara terlalu indah untuk di tolak...
Tiara tersenyum dengan mata yang berbinar...ia pun menjauhkan tubuhnya ketika sinar mata penuh siasat muncul.. Tiara menarik tubuhnya dengan muka merah padam, ia baru ingat jika ada janji siang ini, sambil mengambil gaunnya yang berserakan di lantai, ia menatap Darius dengan dingin..
__ADS_1
''Aku harus pergi sekarang.....ada pemotretan siang ini...haiisss sial..'maafkan aku ayah, mungkin kita akan melanjutkannya lain kali'' desis Tiara mengedipkan matanya lalu meninggalkan Darius begitu saja..
Pria itu menghela nafas, bahkan gairahnya terkanjur bangkit...Tiara, wanita itu sungguh membuatnya gila..Darius menggertakan giginya ia harus segera mencari Yuna dan melampiaskan hasratnya.
*****************************************************
Darren duduk di bangku taman sembari memandang ke arah Alea yang sedang merawat bunga mawar di taman yang baru saja di buat atas permintaan Alea, Darren mau tak mau mengingat jika dulu sang ibu juga suka dengan bunga, ibunya biasanya akan merawat bunga-bunga dengan berbagai jenis dengan warna berbeda dan lalu memetiknya jika sudah mekar lalu meletakannya di dalam kamar mereka masing-masning dan sungguh ironis ketika pemilihan bunga yang disukai juga sama yaitu bunga mawar putih.
Alea tampak hati-hati ketika menyemrot sesuatu ke kelopak bunga, di lihat dari sini maka Alea tampak sangat sempurna dan cantik, tubuhnya semakin berisi, kulitnya semakin terawat karna Darren selalu memberi fasilitas perwatan tubuh kelas satu kepada istinya, tentu saja dia kaya dan dia mampu melakukan itu.
''Bagaimana kuliahmu sayang...''
Alea mengangkat wajahnya dan tersenyum, sebenranya ia akan menyampaikan sesuatu kepada Darren namun sedikit ragu apakah suaminya akan mengijinkan..?
''Mengapa wajahmu seperti itu..'' tatap Darren mengulurkan tangannya..
Alea meletakan alat semprot bunga itu, lalu mencuci tangannya dan menghampiri Darren dan duduk di sampingnya...
''Ada kegiatan kampus selama 2 hari Darren, kami di minta ikut setiap mahasiswa...namun jika...''
''Yah...jika kau tidak mengijinkan maka aku........''
''Pastikan kau selalu memegang ponselmu dan juga, apakah Erland ikut...''
''Yah dia ikut...''balas Alea.
''Bagus...aku akan menginjinkannya apakah kau senang...? Alea memeluk tubuh Darren,...terimakasih...'' balas Alea tersenyum.
Darren merangkul tubuhnya dan mengecup bibirnya dengan gemas, saat itulah sebuah mobil memasuki gerbang rumah, dan Darren mengenali mobil itu siapa lagi kalau bukan Tiara, mau apa lagi wanita itu kesini...astaga...
Aira menyadari kedatangan mobil yang sama yang pernah di liat nya, yah..benar saja ketika wanita itu keluar dari mobil Alea langsung mengenalinya sebagai wanita yang berciuman dengan Darren, wajahnya berubah mendung...
__ADS_1
Entah mengapa Alea merasakan sesuatu akan terjadi ketika wanita ini datang...
''Hai......Darren, dan...oh...hai...apakah kau adalah istri Darren...'' suara Tiara menjadi renyah dan sok akrab, ia segera memeluk tubuh Alea walau Alea sedikit risih..
Wanita ini sangat cantik,....tubuhnya sexy dan..ia punya dada yang besar, seolah tau letak kelebihannya ia datang dengan menggunakan gaun terbuka hingga memperlihatkan seluruh dadanya, mau tak mau Alea menoleh curi pandang pad Darren sedikit curiga jika mungkin saja suaminya akan tergoda...
Namun Alea bisa lega karna Darren sama sekali tidak memperlihatkan ketertarikannya kepada wanita ini..
''Siapa namamu..aku Tiara,...''sapa Tiara sembari mengulurkan tangannya..
''Aku Alea...senang bertemu denganmu..'' balas Alea sopan..
Tiara menghela nafas, gadis yang menjadi istri Darren ternyata masih sangat muda dan memang tubuhnya tak kalah bagus, ia beruntung karna ia memang masih muda, tapi penampilannya terlalu sederhana...Tiara sangat kesal melihat sikap polos Alea...
''Tiara apakah kau tidak bekerja, mengapa kau malah datang kesini...''
Tiara tersenyum dan duduk...
''Darren apakah kau lupa jika besok adalah peringatan hari kematian ibumu...kau tidak melupakannya...''
Hening......
Darren hanya diam saja, yah..tentu saja dia sengaja melupakannya, ia masih tidak bisa memaafkan penghiatan sang ibu,..
Tiara menatap ke arah Alea,
''Kau juga tak tau jika besok hari kematian ibu mertuamu Alea...''
''Hah,.....'' Alea terkejut, ia memang tak pernah di beritau Darren soal sang ibu mertua, bahkan tak ada satu fotopun di rumah ini..
Tiara mencibir....
__ADS_1
''Alea...meski ayah kandungmu lah penyebab keluarga Darren hancur, namun kau telah menjadi bagian dari keluarga ini setidaknya kau harus punya rasa malu....ayahmu menghancrukan keluarga ini sementara kau menikah anaknya hanya demi uang...apakah kau tidak keterlaluan...'' tatap Tiara marah...
''Diam kau rubah licik...'' desis Darren mengepalkan tangannya, ia menatap Tiara dengan sangat tajam...