Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
B*dak


__ADS_3

Kenan membeku ketika miliknya masih terbenam di dalam diri Genka yang begitu rapat..mengapa rapat, dan mengapa sangat sulit ketika milikknya memasuki milik Genka..


Penghalang itu begitu terasa dan membuat Kenan seketika itu sadar bahwa dia telah salah menilai seorang Genka Rosalin, bahwa...gadis ini ternyata masih suci dan dirinyalah yang mendapatkan kesuciannya..


Sungguh tak masuk akal jika Genka masih menjaga kesuciannya padahal di club malam dengan banyak godaan...Kenan ingin sekali menuduh Genka namun ia tidak mendapatkan alasan....aapalagi dia pria pertama gadis ini meski tidak menghapus kenyataan kalau dia adalah adik dari Luke, dan Genka di tugaskan untuk menghancurkannya...


Kenan menurunkan pandangan pada sosok Genka yang begitu kesakitan di bawahnya..memang miliknya cukup besar untuk merobek kesucian Genka dan membuat gadis ini kesakitan...


Namun...dia tak bisa berhenti...atau dia akan tersiksa....


''Genka....''bisik Kenan pelan di telinganya dengan membujuk.....


''Lepaskan aku....aku mohon lepas...ini sakit sekali..aku mohon......''


''Sssttt.......Genka..dengarkan aku....''


Genka terdiam karna dia begitu takut namun ia tak bisa melupakan rasa nyeri dan sesak di bawah sana...milik Kenan terlalu besar dan ia tak bisa mengimbanginya..


''Kau harus tenang hum...aku akan bergerak dan kau...tidak akan merasakan sakit lagi, semua akan ,menghilang.....''


''Tidak.....'' isak Genka dengan keringat yang membasahi wajah dan tubuhnya walau ia sedang di dalam ruangan ber Ac namun, rasa nyeri itu lebih kuat menyakitinya...


Kenan menggertakan gigi ketika milik Genka begitu nikmat membungkus miliknya hingga setiap detinya hanya rasa nikmat yang begitu nyata...


''Arrgghhhhtt........'' Genka merintih lagi ketika tubuh Kenan bergerak..


Tubuh Kenan bergerak teratur, memasuki tubuh Genka yang perawan dengan perlahan, ia tak ingin terburu-buru dan membuat gadis ini tersiksa...


Lambat laun....suara rintihan Genka menghilang di ganti erangan yang lolos di bibirnya...


Kenan mengerang ketika tubuhnya memacu semakin intens memasuki Genka..sementara bibirnya kembali menyesap pa yu da ra Genka...bibirnya kembali mengulum, menghis*p dan melum** put*ng pa yu da ra Genka yang menegang dan menggodanya hingga Genka mulai meracau dan kehilangan kendali di tubuhnya..


Kenan terus memacu tubuhnya bergerak tak lelah ketika ia semakin membuat Genka kewalahan sampai akhirnya Kenan membawa Genka menuju puncak kepuasan dan mem*tahkan benih di dalam diri Genka...yah...Kenan tanpa sadar melakukannya, biasanya ia akan menggunakan pengaman namun kali ini dia sedikit ceroboh dengan tidak memakai apapun dalam percintaan mereka yang panjang dan panas......


Tubuh Kenan lunglai kehilangan tenaga di atas tubuh Genka yang gemetar bingung atas banyak sensasi yang ia rasakan hari ini..baik itu kenikmatan,rasa panas..sakit dan puas yang bercampur menjadi satu....


Di sisa-sisa penyatuan mereka Kenan tersenyum dingin..dengan ujung jarinya ia menyentuh bibir Genka yang sedikit bengkak karna bekas ciumannya..gadis itu hanya terdiam saja seolah tenggelam dengan segala egonya...


''Kau beruntung, kau selamat dan....kau akan menjadi simpananku Genka...aku akan membuat perjanjian denganmu.......''


''Perjanjian......'' ulang Genka merasa takut.


''Yah...perjanjian kalau tubuhmu adalah milikku....milik seorang Kenan Renov seperti budak...''


Mata Genka menjadi panas...

__ADS_1


''Budak....'' ulangnya dengan rasa nyeri di dalam hatinya...


''Yah....kau adalah budakku, dan kau wajip melayaniku seumur hidupmu sampai aku bosan dan membuangmu...


''Tapi........''


''Seorang budak hanya menerima tanpa protes, setidaknya itu hukuman yang pantas untuk seseorang yang berani ingin membunuhku..kau mengerti Genka.......''


Deg!!!!


Genka hanya diam saja.......bahkan ketika Kenan bangkit dari tubuhnya dan membiarkan dia sendirin hatinya semakin terluka...tubuhnya kesakitan dan seakan terbelah.....bahkan Genka tak bisa menggerakan kakinya...


Ia hanya memejamkan matanya ketika airmatanya menetes...Kenan sudah meninggalkannya dengan setumpuk rasa sakit di hati dan tubuhnya..


''Ibu.....Ibu......'' tangis Genka pecah saat itu juga...


**********


Usai membersihkan diri, Genka menemui Kenan diruang kerjanya untuk menerima perintah dan menandatangani surat perjanjian..


''Silahkan masuk nona.....''


''Terimakasih....'' balas Genka tersenyum lirih..


Pintu terbuka dan Genka masuk ke dalam ruangan dan langsung mendapati sosok Kenan sedang menatapnya tajam.......


''Masuk......''


''Baik.......''


Genka melangkah masuk dalam posisi kepala yang tertunduk...sementara ia berusaha mengabaikan rasa sakit di bagian bawah tubuhnya...sungguh termata nyeri hingga Genka tak sanggupm lagi merasakannya...


''Duduk.....''


Genka pun duduk dengan posisi jemari yang saling bertautan..seolah menunggu hukuman..


Sementara Kenan menatapnya tajam..sedikit mengernyit ketika jemari gadis ini bergetar ketakutan...


Pria itu mengeraskan wajahnya, ia sudah tak bisa di tipu atau melunak pada wajah lugu Genka meski gadis ini sudah menyerahkan kesuciannya..kenyataan kalau Genka adalah adik tiri Luke membuat dadanya panas..ia sungguh marah menghadapi kenyataan juga kalau Genka di kirim pria itu untuk membunuhnya...


''Bagaimana rasanya.......''


Genka mengangkat muka...ia terlihat bingung..


''Bagaimana rasanya kau dan kakakmu itu kalah, bukannya berhasil membunuhku nyatanya akulah yang sudah menghancurkanmu...''

__ADS_1


Deg!!!


Genka berusaha menguatkan hatinya..


''Katakan saja apa maksudmu tuan Kenan, mengenai kesucianku aku memang sengaja agar kau bisa membayar mahal....aku butuh uang Kenan,.......dan mengenai kakak tiriku aku tidak perduli kepadanya lagi..''


Sekejap saja Genka merasakan rambutnya di jambak dengan keras..membawanya mendekat dengan tatapan tajam...


''Panggil aku tuan Kenan, karna kau sama sekali tidak pantas untuk memanggil namaku dengan mulut kotormu...kau hanya budak.....'' suara Kenan meninggi..


Hingga airmata Genka menetes di wajah datarnya...


''Baik.....tuan Kenan,....''


''Baik..sebagai budak maka aku akan membeli tubuhmu..katakan kau mau berapa..'' tanya Kenan tajam....


Genka gemetar...ia memang tidak butuh uang namun ibunya butuh,...jadi bagi Genka tak masalah tubuhnya hancur...yang penting ibunya selamat...Genka ingin membawa ibunya menjauh dari kota ini dari kemungkinan serang kakak tirinya...


''500 juta,.....''


Kenan tertawa.....hingga wajah Genka merah padam..


''500 juta..apa kau sudah gila..pelacur sepertimu.......''


''Aku bukan pelacur tuan, kau jelas mendapatkan kesucianku..jika kau tidak mau tak jadi masalah..aku bisa menjual diri.........''


''Baiklah....500 juta dan tubuhmu adalah milikku selamanya bagaimana..''


Nafas Genka begitu sesak hingga ia mengangguk...


''Baiklah.....aku setuju..tuan Kenan.....''


Kenan tersenyum dingin.......


''Mulai sekarang kau tinggal di rumahku sebagai pelayan pribadiku, apa kau mengerti......anak buahku akan mengawasimu jika kau sampai kedapatan ingin membunuhku lagi maka kau akan mati......''


Genka menganggukan kepalanya.........


''Aku tidak berani tuan Kenan.....''ucap Genka menundukan kepalanya......


''Bagus......kita aakan tinggal disini..'' ucap Kenan tajam...


Genka menundukan kepalanya lalu, pria itu menyerahkan beberapa dokumen untuknya menandatangani surat perjanjian di antara mereka....


Jemari Genka gemetar ketika memegang pulpen...ketika ia selesai menandatanganinya...Genka menghela nafas..kini hidupnya sudah berada di dalam genggaman Kenan.......

__ADS_1


__ADS_2