Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Kanaya Dan Alan


__ADS_3

Kanaya panik ketika jemari Alan menyentuh ujung gaunnya, gadis itu menjerit panik..bagaimana bisa Alan melakukannya di rumah ini dan dikamar Alan..bagaimana kalau ada yang datang tiba-tiba...wajah Kanaya begitu pucat..


''Alan....jangan...''


''Aku sudah melewatkan beberapa waktu Kanaya,...bisa kau bayangkan penderitaanku karna tidak memasukimu....'' desis Alan dengan suaranya yang parau..


Alan melum** bibir Kanaya sekaligus membungkamnya dengan penuh hasrat membara hingga Kanaya hanya mampu mendesah...berusaha mengimbangi ciuman Alan yang terlalu panas dan membuatnya bingung...


''Alan.....bagaimana kalau ada yang datang,...''


Alan bahkan tidak perduli dengan peringatan Kanaya tubuh bawahnya mengeras di bawah sana sudah tak kuat menahan kerinduan...


''Aku tak perduli sedikitpun...kau lupa akulah pemilik rumah ini....jadi nikmati saja sayangku...'' Alan tersenyum penuh kemanangan...


Alan berhasil menurunkan gaun dari tubuh Kanaya yang menampakan keindahan bukit kembarnya yang seolah menantang Alan...pria itu tak menunggu dengan bibirnya ia segera mendarat di permukaan put*** pa yu da ra Kanaya yang begitu indah...lidahnya menari-nari disana,,..sebentar mengul**, sebentar menjil*** sebentar memberi his***n kecil yang membuat tubuh Kanaya menegang...


Kanaya sontak berusaha menjauhkan tubuh Alan dari tubuhnya,...menghentikan his***n Alan yang membuat otaknya beku..kenikmatan yang selalu tak bisa di tolak Kanaya...


Hatinya ingin di sentuh....namun otaknya melarang hingga Kanaya menjadi frustasi sendiri...Alan menyentuhnya dengan ahli..jemarinya naik dan meremas pa yu da ra Kanaya dengan lembut..lalu dengan jemarinya menuntun bukit kenikmatan itu mendekat di dalam mulutnya..


Kanaya mengerang..terlalu nikmat ketika tubuhnya tak bisa bergerak dan hanya pasrah dalam kepungan kenikmatan yang di berikan Alan kepadanya...


Pria itu menghis** put*** pa yu da ra nya seolah begitu haus dan menyesapnya dengan sedikit kasar namun nikmat...


Erangan lolos dari bibir Kanaya tanda ia sudah pasrah dalam sentuhan Alan yang terlalu indah...


Setelah merasa cukup, pria itu lantas bergerak naik ke atas tubuh Kanaya dan menempatkannya di antara tubuh Kanaya yang sudah basah dan siap untuknya..


Dengan segenap kekuatannya....Alan mengarahkan kejant*nannya ke dalam milik Kanaya yang begitu nikmat dan sempit menyambut milik Alan yang mengeras dan membungkusnya dalam kehangatan yang membuatnya gemetar..


Alan mengerang..sembari melum** bibir Kanaya pria itu terus memacu tubuhnya memasuki Kanaya yang begitu panas....


Kenikmatan itu bagai candu yang membuat Alan menggila...seolah tubuh Kanaya memang di ciptakan untuknya...ketika tubuh mereka bersatu terlihat begitu pas dan nikmat...


Alan semakin memacu tubuhnya membiarkan Kanaya juga menikmati sentuhannya..


Kanaya yang manis dan polos hanya mampu merintih ketika Alan bergerak di dalam diri Kanaya, menyatu tanpa penghalang..

__ADS_1


Gadis itu pasrah di bawah rengkuhan kokoh Alan...di bawah tekanan calon suaminya yang begitu keras..dan ketika kenikmatan itu mencapai puncaknya...Alan hanya bisa mengerang nikmat ketika milik Kanaya mencengkram miliknya tanpa jeda..


Erangan nikmat lolos dari bibir Alan sementara nafas mereka masih memburu di sisa kenikmatan yang tersisa...Alan tersenyum lega ketika kepuasan itu sekali lagi diraihnya dengan penuh kenikmatan...


Sementara hal yang sama di alami Kanaya, meski gadis itu hanya bisa memalingkan wajahnya karna malu...


Alan menjatuhkan tubuhnya di samping Kanaya dan berbaring terlentang disana...sambil menatap langit-langit kamar...


''Terimakasih Kanaya...aku puas..'' bisik Alan tersenyum..


Sementara Kanaya hanya terdiam..selalu begitu...Alan akan berterimakasih setelah mereka selesai bercinta...tidak bukannya Kanaya terlalu menuntut tapi....tak ada pelukan atau ciuman lagi....seolah memang Alan hanya ingin kebutuhan itu darinya tanpa perasaan sedikitpun dan itu sedikit menyakiti hati Kanaya...mereka akan menikah sebentar lagi namun Alan tak sedikitpun menyatakan cinta kepadanya atau setidaknya bilang suka...


Tidak....setiap dia mendekati Kanaya...itu karna dia butuh....hanya pemenuhan kebutuhan,....hingga kesedihan perlahan mulai menelusup di hatinya....jemari Kanaya mengepal...


''Alan.....'' bisik Kanaya ketika mereka masih berbaring masing-masing...tak ada sentuhan lagi...tak ada kata mesra....


''Hmm......'' balas Alan.


''Apa pendapatmu tentang pernikahan kita...maksudku apakah kau tidak menyukaiku sedikitpun....''


Deg!!!!!!


Jantung Kanaya berdebar-debar.....ketika mata Alan seolah menusuk ke dalam hatinya...


''Mengapa kau bertanya seperti itu Kanaya...''


Kanaya berdehem,....


''Aku hanya ingin tau saja....dan sedikit penasaran, bukankah...setidaknya ada sedikit cinta atau suka sebagai pengikat di antara kita....''


Alan menghela nafas.....


''Kanaya.....mengapa kau bertanya seperti ini, cinta dan rasa suka itu hanyalah sebuah kata...dalam setiap hubungan manusia kita hanya saling membutuhkan jadi rasa suka atau cinta nama lain dari sebuah kebutuhan menurutku...jadi kita menikah karna memang saling membutuhkan...''


Deg!!!!


Mengapa hati Kanaya sakit sekali...jadi Alan hanya membutuhkannya sebagai alat untuk memuaskannya begitu bukankah dia tak ada bedanya dengan wanita panggilan...?? rasa kecewa mulai menyusup di hati Kanaya...lalu ia kembali menatap Alan...

__ADS_1


''Jadi seperti kita sekarang ini hanyalah sebuah kebutuhan saja...kau membutuhkan aku sebagai pemuas....''


Alan terkejut namun tak membalas kata-kata Kanaya...pria itu memijit pelipisnya dengan sedikit kasar...


''Kanaya....''


Kanaya bangun dari ranjang..dan berdiri menatap Alan dengan mata berkaca-kaca...menarik selimut bersamanya...


''Jadi bagaimana kalau disaat kau butuh kau cari saja wanita panggilan diluar sana....aku butuh cinta...dan sepertinya kita harus membatalkan pernikahan kita Alan....aku tak bisa hidup dengan pria yang hanya sekedar membutuhkan tubuhku di atas ranjang.....anggaplah aku naif namun...aku tak bisa bersamamu lagi...''


Alan mengerang sedikit kesal....ia bangkit dari ranjang dan menatap Kanaya...


''Kau selalu saja merengek tentang cinta...mengapa kata itu harus di ucapkan....bukankah perbuatan lebih penting Kanaya....mengapa kau harus mempersoalkan itu...''


''Aku sadar....kau tidak pernah mencintaiku atau suka tapi kau hanya butuh aku...dan aku muak Alan....'' airmata Kanaya jatuh...


''Lalu kau mau apa Kanaya...kau mengancamku untuk membatalkan pernikahan kau selalu mengancam,...''


Jemari Kanaya mengepal....


''Lepaskan aku Alan....mari kita batalkan pernikahan kita....'' ucap Kanaya dengan kesedihan yang dalam...


Deg!!!


Alan yang terbawa emosi mengangguk....


''Baiklah...kau pikir dirimu siapa Kanaya..jangan pernah mengancamku karna aku bisa mendapatkan wanita yang lebih baik darimu...''


''Baiklah....kita selesai Alan...''


Kanaya melangkah masuk ke dalam toilet dan membanting pintu sementara Alan mengusap wajahnya...


Sialan.....mengapa Kanaya memancing emosinya...apa yang telah dia katakan ini........??


Alan tersungkur duduk di pinggir ranjang....apa sebenarnya perasaannya pada Kanaya....??


++++++++++++++++++++

__ADS_1


__ADS_2