
Kali ini Liam tampak bahagia karna itu artinya ia akan terus bersama dengan Alana dan menjaganya...Liam Tak akan pernah mau kehilangan Alana sedikitpun dan akan terus menjaga Alana dari pria ini yang terlihat mengincar Alana..dan Liam kali ini on lebih waspada ia tau benar kalau Delvaro akan menyingkirkannya dengan mudah...tapi dia tidak bodoh....
''Baiklah...aku rasa kau adil tuan Delvaro.....aku kagum padamu...''
''Ini proyek besar jadi....aku tak mau ambil resiko kita harus bersatu bukan...?'' Delvaro tersenyum terlalu ramah dan kenyataan itu membuat Alana membeku sebentar...
''Baiklah jadi kita tinggal menunggu Nasya datang dan semua masalah akan selesai begitu....''ucap Alana...
Delvaro berdiri......
''Aku ingin ketika Nasya datang kita mengadakan pesta untuk merayakan awal kerjasama kita bagaimana....''
Alana mengangguk ia setuju, David juga setuju hanya Liam yang sedikit tidak terima...
''Kerjasama kit bahkan baru dimulai belum pantas untuk merayakannya...bagaimana kalau kita menunggu sampai proyek ini berhasil.....''
Alana mendekati Liam....
''Jangan salah paham Liam...ini seperti cara kita mengakrabkan diri karna kita akan saling terlibat di dalam proyek ini...kita harus berhasil...''ucap Alana sedikit mendesak...
Liam menatap tajam kepada Alana dan sesungguhnya dia mampu melawan dunia namun tak mampu melawan perkataan seorang Alana ...gadis ini adalah segalanya bagi Liam...cinta pertama dan mungkin cinta terakhir yang ada di dalam hidupnya...
Liam mengangguk lalu menatap kepada Delvaro yang mengirim sinyal tajam kepadanya lalu pada Alana yang tersenyum kepadanya.
__ADS_1
''Baiklah....karna kau yang meminta maka aku setuju tapi hanya makan malam dan tak ada party pada umumnya....''.lirik Liam tajam..
''Okey.....'' jawab Delvaro penuh senyum.....
🌹🌹🌹🌹
''Aku pikir lokasi pembangunan Hotel ini sudah bagus...dia berada di wilayah strategis dan pemandangan vieuwnya akan bagus......'' ucap Alana menunjukan peta pembangunan Hotel mereka kepada Delvaro..
Pria itu mengangguk.....
''Bagaimana kalau area bermain anak juga di letakan disana...para orang tua akan bersantai namun anak-anak jug akan nyaman dengan permainan mereka...''
Alana tersenyum menatap Delvaro...
''Ide bagus.....kau memikirkan anak-anak....''
''Anak-anak kit mungkin akan bermaina disana.....''
Wajah Alana mengeras ......
''Kau.........''
''Ssstt.....jangan terlalu keras padaku atau kau akan jatuh cinta kepadaku ....''
__ADS_1
Delvaro mengedipkan matanya.....
Wajah Alana merah padam....
''Apa maksudmu....Delvaro......''
Disaat yang sama...pintu ruangan terbuka dan Liam masuk ke dalam ruangan.. pandangannya tertuju pada sikap Alana dan Delvaro yang terlihat sedikit mesra....jadi selama dia tak ada...Delvaro tak pernah lelah mendekati Alana....? astaga.....kali ini Liam tak akan tinggal diam.....
''Liam...ada apa.....''
''Aku ingin mengatakan kalau keponakanmu sudah tiba tuan Delvaro..'' ucap Liam dengan nada malas..
Delvaro mengangkat wajahnya... senyum terbit di di wajah Delvaro........ia bangkit dari tempat duduk dan menegakan tubuhnya ..senjatanya sudah datang..dan ia tak sabar memulai permainan...
''Baiklah.....aku akan menemuinya....''uxap Delvaro melangkah meninggalkan ruangan...
Sementara Alana jug amelangkah menuju pintu namun ia sedikit terkejut melihat Liam ..menahan lengannya...
Alana menoleh ....
''Liam.....''
Liam menggertakan giginya....meraih Alana dan menekannya di pintu....
__ADS_1
''Aku rasa kau sudah melupakan apa yang di lakukan Delvaro pada kita ....kau lupa bahwa dialah pria di balik penyerangan yang di lakukan Rafael...aku kecewa padamu Alana.....''desis Liam mengepalkan tangannya..
Sementara...Alana terdiam.....