
Darren terbangun pagi ini dengan kenyataan yang begitu menyakitkan untuknya. dokter dari rumah sakit yang menelfonnya mengatakan jika hasil tes DNA menyatakan kalau Alea dan Aiden benar saudara kandung, kenyataan ini sama sekali di luar dari apa yang ia duga selama ini, jadi selama ini Darren telah salah menilai semua sikap posesif yang di tunjukan oleh Aiden, mungkin saja semua sikap Aiden semata-mata karna ia sangat merindukan adiknya yang selama ini terpisah darinya. sungguh hati Darren di liputi rasa bersalah..
Darren memandangi Alea yang masih tertidur setelah percintaan panas mereka semalam, Darren tersenyum sembari menyentuh wajah Alea yang masih terlelap dan membelainya..
''Maafkan aku sayang, mulai sekarang aku tidak akan mencurigai Aiden lagi...dia kakakmu dan dia pantas melindungi dan memberi kasih sayang yang selama ini tak pernah kau dapatkan dari kakak kandungmu sendiri...''
Darren menunduk dan melum** bibir Alea lalu kembali tertidur dengan memeluk sang istri,....
************************
Ruang Makan...
Erland tampak sumringah menatap sosok Alea yang sudah pulang, ia bersemangad lagi menyadari Alea menyiapkan sarapan untuknya.
Darren juga duduk dengan senyuman ramah yang membuat Erland menjadi lega, hubungan kedua kakaknya menjadi lebih mesra, meski ia memang menyimpan rasa kepada Alea namun ia sadar jika ia tak bisa meneruskan perasaan ini lagi karna sang kakak sudah berubah mencintai Alea, jadi Erland akan mengalah..
''Aku merindukan Omelete buatan kakak dua hari ini...''
''Maaf Erland, kau akan akan menikmatinya mulai sekarang...''
''Bagus...aku akan menjadi tenang sekarang...''bisiknya sembari merilik sang kakak..
Darren hanya tersenyum...
''Karna itu..carilah pasangan agar dia bisa memasak untuk dirimu sendiri..''ucap Darren menyindir...
Alea hanya tersenyum melihat sindiran dua saudara ini..ia memutuskan mendiamkannya sembari menghidangkan sarapan untuk Darren suaminya.
''Kakak...aku masih memikirkan Ayah, kasian kalau aku punya kekasih sedangkan Ayah masih sendiri..dia tak akan punya teman...''
Bicara tentang ayahnya, Alea belum menuntaskan ceritanya tentang Tiara...Darren menatap Alea dan memintanya duduk..
''Sayang aku ingin kau meneruskan ceritamu tentang ayah dan Tiara,...''
''Tiara....'' kali ini Erland mengakat wajahnya..ia lantas menatap Alea meminta jawaban.
Alea menjadi gugup mendapat tatapantajam dari dua saudara ini lalu berdehem sebentar sambil meminum segelas air,...
''Jadi begini....aku bertemu Tiara ketika dia keluar dari dokter kandungan, dia tampak tertekan dan begitu frustasi..aku lalu menenangkannya dan kami bicara, ia sangat ketakutan dan mengatakan akan mengugurkan bayi dalam kandungannya,....''
''Lalu mengapa ini ada hubungannya dengan Ayah...'' tanya Erland sungguh penasaran.
''Aku berpikir aku harus menolongnya namun aku tidak mungkin meminta Darren, setelah apa yang Tiara lakukan Darren pasti tak mau tau tentang Tiara..'' ucap Alea dengan nada lemah.
__ADS_1
''Tentu saja sayang, dia hampir menghancurkan rumah tangga kita...''ucap Darren tegas,...
''Karna itu aku tidak bisa meminta tolong padamu lalu aku pikir Ayah pasti bisa menolongnya, aku mendatangi ayah dan menceritakan segalanya,Alea mengenang... ayah memang terkejut namun dia berjanji akan menemui Tiara dan mencegahnya bunuh diri,...''
Deg!!!
Darren dan Erland saling menatap dengan pikiran yang sama...
''Jadi Ayah menemui Tiara yah...''ucap Erland mengerutkan kening.
''Dan sampai saat ini Ayah masih belum pulang...''balas Darren dengan guratan curiga yang tak bisa di bantah.
Alea menatap kedua kakak beradik itu dengan kerutan di dahinya.
''Mungkin saja Ayah masih mencarikan tempat tinggal untuk Tiara...mengapa kalian berdua menatapku seperti itu...''
Darren dan Erland hanya saling menatap dengan tajam.
''Kakak...bisakah kakak menghubungi ayah saat ini..''
Darren merenung......
''Bagaimana kalau kita menemuinya secara langsung dan mengejutkannya..''
Darren tersenyum....
''Darren....bagaimana kalau kau sendiri saja yang menemui Ayah, maksudku ayah akan malu jika kau menemuinya di sana, telp ayah dan minta ayah bertemu secara langsung...''
Kata-kata Alea terdengar masuk akal....dan membuat Darren dan Erland terdiam dan setuju dengan perkataannya..
''Baiklah aku akan menemui ayah...''ucap Darren tersenyum.
***************************
Darius masih tertidur dengan memeluk Tiara, sejak kehamilannya Tiara sangat manja dan selalu ingin tidur di dalam pelukannya, sampai-sampai Darius tak punya waktu untuk pulang ke rumah.
Darren, Erland dan juga Alea pasti curiga sudah beberapa hari dia tidak pulang..
Suara pesan masuk membuat Darius menoleh, dan segera membacanya...pesan dari putranya Darren...
(Darren)
(Ayah..aku ingin kita bertemu di Restoran seperti biasa siang ini juga, aku ingin Ayah datang..)
__ADS_1
Darius menghela nafas, apa yang akan terjadi dalam perbincangan itu, apakah sebenarnya Darren sudah tau semuanya....?
Pria itu bangun dari ranjang dan gerakannya membuat Tiara juga ikut terbangun disana.
''Darius...mau kemana...''
Darius menoleh dan menyentuh wajah Tiara dengan lembut...
''Aku akan menemui putraku, mungkin dia akan memintaku pulang kerumah dan, pelayan akan menemanimu Tiara...''ucap Darius dengan singkat..
Deg!!!!
Tiara ikut bangkit dari ranjang, dan mendekati Darius yang sedang memakai pakaiannya...
''Apa itu artinya kau akan meninggalkan aku...''
Darius menoleh dengan tak tega, namun ia harus melakukannya, di benci Darren itu hal yang paling sulit dalam hidup Darius, ia terlalu mencintai putranya dan dapat melakukan apapun demi mereka.
Pria matang itu memegang bahu Tiara yang begitu rapuh.
''Aku pikir ini saatnya aku kembali....mulai sekarang kau harus bisa hidup sendiri Tiara, aku akan datang lagi setelah kau akan melahirkan....''ucap Darius dengan ketegasan yang tergambar di wajahnya..
Airmata Tiara menetes di wajahnya, hatinya sakit sekali membayangkan jika ia akan melewatkan kehamilannya sendirian tanpa Darius di sisihnya, namun Tiara sadar jika ia bukanlah siapa-siapa, dan mengharapkan Darius adalah kesalahan terbesarnya..
''Baiklah....pergi saja aku akan baik-baik saja Darius, akan ada pelayan disini...aku akan baik-baik saja...'' Tiara berusaha menahan airmatanya..
Darius tau bahwa Tiara terluka ia juga merasakan yang sama namun, ini lebih baik...pada akhirnya mereka tidak akan bisa bersama jadi saat ini adalah saat yang tepat untuk saling melepaskan.
Darius menganggukan kepalanya.....
''Jaga dirimu, aku harus pergi Tiara...'' ucap Darius lalu mengecup dahi Tiara dan melangkah meninggalkan kamar..
Tiara hanya mampu memegang dadanya yang terada menyakitkan...apakah yang ia rasakan ini...apakah tanpa sadar ia sudah mencintai Darius..?
Dadanya berdebar dengan hangat......
*******************************
Darius akhirnya sampai di restoran yang telah di sepakatinya dengan Darren sang putra, lalu ia pun melangkah dan meneukan tatapan tajam itu mengarah kepadanya..
Darius menghela nafas....betapa Darren sangat mirip dirinya....
''Ayah.....kau sudah datang..'' Darren tersenyum dengan misterius..
__ADS_1
Darius mengerutkan kening...