
Ruangan itu menjadi hening, Darius lalu menghampiri Luke dan Kenan serta menepuk bahu Luke...
''Berikan Darren waktu, aku yakin dia akan memaafkanmu Luke,...dia hanya butuh waktu...''
Luke menundukan tubuhnya dalam-dalam begitu kagum dengan sikap wibawa seorang Darius hingga ia begitu takjup..
''Untukmu tuan Darius..aku memohon ampun..aku akan menunggu dengan sabar ketika Darren akan memaafkanku suatu saat nanti..''
Darius mengangguk..
''Aku dan putraku Erland kami sudah mengiklaskan kepergian Sarah...untukmu, berubahlah menjadi lebih baik dan jangan ulangi kesalahan yang sama.....akupun bukan orang baik..namun kita akan sama-sama belajar...''
Kata-kata Darius yang menyejukan mampu membuat Kenan dan Luke menjadi lega, termasuk Alea yang terlihat menghela nafas..kini tinggal Darren saja yang masih mengeraskan hatinya...
Darius dan Erland pulang lebih dahulu sementara Alea masih melangkah bersama Luke dan Kenan menuju parkiran restoran..
''Lusa adalah hari pernikahanku Alea,...aku sangat berharap...kau akan datang...''
Alea tersenyum...
''Aku punya dua hari untuk meyakinkan Darren...tapi aku pasti akan datang..tenang saja...''ucap Alea dengan senyuman yang cerah di wajahnya...
Kenan tersenyum lega bersama Luke...
''Aku benar-benar minta maaf kepadamu Alea, tentang kita di masa lalu....''
Alea menganggukan kepalanya ia menatap Kenan dan Luke yang begitu mirip...ironisnya kedua pria ini pernah mencintainya dengan begitu besar...
__ADS_1
''Semua adalah masa lalu, bagaimana kalau kita melupakannya saja...aku bahkan tak ingin mengingatnya lagi..'' ucap Alea..
''Baiklah....kami akan menunggumu Alea...dan aku benar-benar berharap Darren akan mengerti dan membuka hatinya untuk Luke..''
''Aku akan berusaha Kenan....kita liat saja nanti.....''senyum Alea..
Kemudian merekapun berpisah.....
***************
Darren rupanya kesal sekali mengapa Alea tak mau pulang bersamanya dan malah bersama para pembunuh itu...??jadi Darren memutuskan menunggu Alea di ruang tamu...dan ketika mobil Alea memasuki gerbang Darren lega setengah mati...
tak berapa lama kemudian tampak Alea memasuki ruang tamu dan mereka bertatapan tajam..
''Kau istri pembangkang Alea..mengapa kau malah tinggal disana bersama para pembunuh itu...''
Darren masih tak puas lalu mendekat..
''Mengapa kau membela mereka Alea...bukankah aku adalah suamimu..'
Alea melangkah cuek menuju lift...dan membuat Darren semakin gusar...ia mengikuti langkah Alea...
''Aku belum selesai bicara Alea...''
''Kita akan menyelesaikan semua masalah kita di kamar dan tanpa ada yang mendengar Darren....apa kau sudah lupa semua kebiasaan kita...?''
Ting!!!!!
__ADS_1
Alea masuk ke dalam lift dan mau tidak mau Darren ikut....
Sesampainya di kamar, Alea meletakan undangan Luke di atas ranjang..
''Tak akan ada yang pergi Alea...''
Alea tersenyum dingin...ia lalu membalikan tubuhnya dan bersedekap...
''Baiklah tuan Darren yang sempurna...sebagai istri aku akan ikut kata-katamu...aku dan anak-anak tidak akan datang ke pesta itu...namun ada harga yang harus kau bayar dan akan sangat mahal..''
Darren mendekat dan tersenyum kejam...
''Apa kau sedang mengancamku...''
''Yah....aku sedang mengancammu Darren Hugo....bagaimana jika kita memulai semua dari awal...kau adalah penyebab kematian orangtuaku...''
Darren tertawa kesal...Alea ingin menjebaknya dalam pertanyaan..
''Aku tidak menabrak mereka Alea....aku bukan pembunuh...''
Alea mendekat....
''Memang bukan kau yang membunuh namun karna anak buahmu mengejar mobil mereka karna itu...mereka menabrak...dan kau adalah penyebab masalahnya...''
Deg!!!!!!!
Darren membeku di tempat...
__ADS_1