
Alana memarkirkan mobilnya di garasi rumah milik ayah Kenan..dan di samping rumahnya langsung ada Papa Luke dan mama Lisa dengan sang putra tunggal Liam..
Begitu Alana Turun dia langsung di sambut oleh Kiano yang adalah penggemar beratnya, Kiano adalah saudara kembar Kanaya..
''My Princess....''
Kiano berlari dan memeluk tubuh Alana dan menghirup aroma tubuh Alana yang membuatnya candu..
''Kiano...lepaskan dulu..kakak tidak bisa bernafas kalau kau memelukku seperti ini...'' jerit Alana protes...di saat yang sama Kenan keluar dan menggeleng melihat tingka Kiano
''Lepaskan kakakmu Kiano...'' suara Kenan membuat Kiano mengerang...
''Ayah...mengganggu saja...''
Kiano masih memeluk tubuh Alana dan membawanya masuk, sementara Alana memeluk Kenan dengan erat,...
''Aku merindukan ayah...''
''Ayah juga merindukannmu sayang..''
''Ibu mana...'
''Sedang bersama Kanaya, bukankah Kanaya akan tinggal dirumahmu mulai besok...''
Alana melebarkan matanya antusias..itu artinya dia akan punya teman...Alana lalu melempar tas ke atas sofa dan menaiki tangga ke arah kamar Kanaya...dan membuka pintu...sementara Kenan hanya tersenyum..Alana tidak berubah sola kemanjaannya..baru saja Kenan ingin mengambil tas dan merapikannya...Kiano sudah lebih dahulu mengerjakan semuanya,.....
''Ayah..jodohkan saja aku dengan kak Alana aku akan mengabdikan hidupku untuk dirinya...''
Tawa Kenan seketika pecah di ruangan itu...
__ADS_1
''Kau bahkan sangat manja...Alana akan mengulitimu setiap hari,.....jangan bermimpi....'' Kenan lalu melangkah menuju taman...
Sementara Kiano hanya menghela nafas...sejak ia lahir bahkan ia sudah jatuh cinta dengan kak Alana..bahkan ia tidak mau makan kalau Alana tidak menyuapinya...sayang sekali usia mereka berbeda cukup jauh...dan orangtua mereka lebih memilih menjodohkan Alan dan Kanaya..jadi jika sudah begitu harapannya benar-benar sudah hilang..
Deg!!!!
Kiano hanya menghela nafas...lalu melangkah ke kamarnya dan melanjutkan gamenya..dari pada dia menjadi stres sendiri karna tidak bisa kehilangan Alana..
********
Alana sampai di pintu kamar Kanaya dan membukanya dengan tak sabar..
Hening........
Kanaya dan Genka menoleh dan tersenyum kepadanya..
''Aku merindukanmu....''bisik Kanaya senang sekali..
Sementara Genka membuka tangannya lebar-lebar dan menanti Alana memeluknya...
''Kau baru datang sayang....''
''Hmm...''balas Alana memejamkan mata di pelukan sang ibu...
''Makan dulu....''
''Tidak kecuali dengan ibu dan Kanaya..''
''Kami masih berkemas...Kanaya membawa banyak barang...''
__ADS_1
Alana menatap Kanaya dan membelai rambutnya dengan lembut...
''Kakak akan membuatkan baju yang banyak untukmu jadi jangan membawa pakaian trlalu banyak....''
''Yey....'' jerit Kanaya senang....
''Aku senang sekali.....'' ucap Kanaya yang juga antusias..
Genka akhirnya membawa turun para gadis dna menuju ruang makan...Alana makan dengan lahap sementara sang ibu Genka sedang berbicara di telp dengan Mommy...jadi Alana dan Kanaya duduk di taman sambil membicarakan tentang gosip dan masalah gadis,...
''Kakak...apakah Alan akan menerimaku...? kami sudah tidak bertemu sejak insiden itu..;'' ucap Kanaya sedikit cemas...
Dulu Alan dan Kanaya bahkan saling memukul di setiap pertemuan mereka..uniknya mereka saling membenci namun Mommy dan Daddy bersikeras menjodohkan mereka...
''Dia baik....aku akan membelamu, tenang saja....''ucap Alana sambil mulai makan...
********
Sore harinya Alana bangun dari tidur dan dengan masih menggunakan piyama tidurnya Alana berdiri di pinggir balkon dan menatap ke jauhan sambil mengumpulkan kesadarannya....
Dan ketika ia menurunkan pandangaan..mata Alana terpaku pada sosok Liam yang sedari tadi menatapnya dengan pandangan yang dalam..
Deg!!!!!!
''Liam....'' desah Alana dengan kerutan di dahinya........
+++++++++++++
Visual Liam dan Kiano di group yah...
__ADS_1