
Genka sedang berbicara dengan Geri salah satu pengurus kuda milik tuan Kenan yang pernah membantunya dulu...ia baru saja akan kembali ke peternakan namun begitu melihat Genka ia langsung menghampiri keduanya yang sedang merangkai bunga yang akan di jadikan Genka sebagai mahkota Alana..
''Paman Geri, aku ingin naik kuda sore nanti bersama bibi Genka apakah paman Geri bisa mengajakku..''
Geri pria tampan yang memang ahlinya tentang kuda mengangguk...
''Tentu saja nona Alana...aku bisa mengajari nona dan juga Genka kalau mau..''
Alana mencolek sang bibi...
''Bibi Genka...bukankah bagus untuk kita,..bagaimana kalau sore nanti kita berkuda....''
Genka sudah selesai merangkai bunga di tangannya dan memasangkannya di kepala Alana dan tersenyum..
''Maaf Alana..bibi sangat takut.. kemarin saja kuda itu hampir menendang bibi..jadi bagaimana kalau Alana saja...bibi Genka akan menonton Alana...''
''Aku bisa mengajarimu Genka....kai bisa naik kuda bersamaku...''
Genka berpikir sebentar sementara Alana hanyan tersenyum namun ia semakin tersenyum lebar ketika melihat sang ayah mendekat dengan wajah marah.ini saatnya membuat sang ayah panas...
''Ehm....paman Geri, aku setuju..biar paman Geri naik kuda bersama bibi Genka...lebih baik agar bibi Genka tidak jatuh...''
''Alana....baiklah....terserah kepadamu nona muda yang cantik..'' Genka tersenyum namun tidak lama..
Senyumnya menguap hal yang sama di alami Geri...melihat sosok Kenan yang menatap mereka dengan tajam..Geri dan Genka sama-sama berdiri...
''Tuan Kenan...''
Kenan menyembunyikan kepalan tangan di belakang punggungnya...ia sungguh merasa terbakar ketika Genka dan Geri tampak dekat...
__ADS_1
''Genka....cepat ke ruang kerjaku sekarang...'' tatap Kenan dengan tajam..
Genka membeku...ia sungguh ketakutan, apakah dia akan di kirim lagi ke rumah pelayan..? apakah tuan Kenan tidak lelah mengirimnya bolak balik dari Mansion ke peternakan..?
''Ayah....'' ucap ALana takut kalau sang ayah akan menghukum bibi Genka lagi....
Kenan mendekat dan menyentuh kepala Alana...
''Ayah tak akan menyakiti bibimu, namun..dia harus mengerjakan sesuatu mulai dari sekarang dan ayah akan memberinya tugas baru..''
Genka dan Alana saling menatap lega..
''Baiklah kalau begitu bawa saja bibi...'' Alana tertawa....
Sementara itu Geri tetap menunduk...
''Geri....kembalilah ke perternakan...sekarang..'' titah Kenan dengan suara yang tegas.
Kenan lalu melangkah lebih dahulu....meninggalkan Genka dan Alana....
''Alana.....bisakah kau menunggu bibi....''
Alana mengangguk...
''Aku akan mengajak bibi Gina untuk menemaniku...''
''Bagus sayang,.....''ucap Genka membelai rambut Alana dengan sayang...
Genka pun melangkah menuju Mansion dan menuju ruang kerja milik tuan Kenan di lantai tertinggi lantai 5 paling atas...
__ADS_1
Ting!!!
Pintu lift terbuka dan Genka melangkah keluar...
Lalu mengetuk pintu ruangan dan membukanya...
Deg!!!!
Genka begitu terkejut ketika tubuhnya di tarik paksa dan Kenan segera mengunci pintunya...
''Tuan Kenan....''
Diruang kerja itu memang selalu di siapkan ranjang sehingga Kenan bisa istirahat jika ia sudah lelah bekerja..
''Mengapa kau dekat dengan Geri hah...mengapa, apa kau sengaja ingin membuatku panas...''
Genka menggeleng...
''Tuan Kenan....tidak....aku tidak pernah....''
''Diam...bukankah tubuhmu adalah milikku...''
Kenan segera menarik Genka mendekat dan menciuminya dengan penuh hasrat membara....
Panas....yang ia rasakan adalah gairanya menyala dalam sekejap...
Tubuh Genka di hempaskan ke ranjang besar di belakangnya.......
Kenan segera melepas kemejanya....
__ADS_1
Deg!!!
Genka menghela nafas takut.........