
Lisa keluar dari kamar dengan sejuta pertanyaan di dalam kepalanya..pandangan matanya tertuju kepada bibi Mala yang sedang mempersiapkan masakan..Lisa mendekati wanita itu dan berdehem...
''Selamat pagi bibi Mala..''
Wanita tua itu menoleh dan tersenyum...
''Selamat pagi Lisa....''
Lisa masih berdiri seperti patung seolah pikirannya tertinggal pada kejadian semalam yang membuat hidupnya berubah...sejak semalam, hidupnya sudah tidak sama lagi...Lisa sungguh di landa kecemasan..
''Mengapa kau masih berdiri disana...ini saatnya bagi kedua tuan itu untuk sarapan...baguslah kau sudah rapi...bawalah sarapan ini...biar sisanya bibi yang membereskan semuanya...''
Lisa kembali menatap mata sang bibi Mala dengan sedikit ragu,,...
''Ehm...bibi Mala..boleh aku bertanya....''
Wanita itu mengangguk..
''Ada apa..mengapa wajahmu pucat begitu...''
Lisa begitu gugup namun ia harus bertanya atau ia akan mati dalam rasa penasarannya...
''Bibi....apakah semalam bibi melihat ada orang yang masuk ke kamarku...''
Bibi Mala mengerutkan kening lalu mendekat....
''Ada apa...mengapa wajahmu pucat Lisa, tidak...tidak ada yang masuk ke kamarmu..bibi bahkan belum tidur ketika kau masuk ke kamar..bibi masih memottong sayuran untuk hari ini...''
__ADS_1
Lisa mengerutkan kening...mengapa terasa aneh...??
''Apakah dirumah ini tak ada pelayan lain yang tidur disini selain kita,.....''
Bibi Mala mengangguk..
''Seperti yang kau tau hanya ada dua pria dan itu tuan Devan dan tuan Luke..sebenarnya apa yang terjadi kepadamu Lisa...''
''Tidak...aku hanya bertanya...baiklah..aku akan membawa sarapannya..''ucap Lisa tersenyum...
Lisa lalu melangkah membawa sarapan pergi dari dapur sementara bibi Mala menghela nafas...ie lalu menarik laci dan mengeluarkan sebuah cairan..seperti obat bius...lalu memejamkan matanya...
Yah..dia telah mendapat tekanan dari salah seorang tuan..dia harus melakukannya atau dia akan celaka...
Tuan itu sangat kejam........
Luke dan Devan sedang memeriksa beberapa berkas tentang pekerjaan, sulit bagi Luke sekarang karna dia kehilangan hampir seluruh hartanya karna Darren dan juga Kenan...karna itu Luke harus membayar mahal untuk kebebasannya..dan Devan membantunya..
Untuk membangun kerajaan bisnis kembali tak mudah..namanya sudah tercemar di kalangan pengusaha, dia di cap sebagai pria paling bejat...bahkan semua wanita menjauhinya..tentu saja..menjadi penyebab kematian Sandra istrinya membuat Luke semakin di benci di semua kalangan..beruntung Devan masih mau menerimanya walau sangat sulit awalnya ketika Devan harus kehilangan Genka...
''Bagaimana dengan nama samaran...kau bisa menggunakannya Luke,...agar dunia tidak terlalu mengenalimu...'' ucap Devan menatap Luke..
''Aku akan pikirkan nama baru..sialan Kenan dan Darren..mereka benar-benar menghabisiku...''desis Luke penuih dendam...
''Hentikan Luke...jika kau memikirkan dendam maka kau tak akan pernah berhasil..dunia sudah cukup membencimu jangan menambah masalah....'' Devan memberi peringatan..
Luke mengangkat bahu menyerah..yah...tentu saja...saat ini ia seperti telah kehilangan taringnya untuk melawan..
__ADS_1
Disaat yang sama....
Lisa melangkah masuk membawa sarapan di tangannya...ketika ia mengangkat wajahnya..gadis itu menjadi gugup sendiri...
Siapa di antara dua pria ini yang sudah melecehkan dirinya...?? mengapa tatapan keduannya sama-sama tajam..? mengapa...Lisa merasa takut pada keduanya...
Devan tersenyum sementara Luke menatap Lisa dengan tajam...
''Tuan Devan dan tuan Luke...silahkan...''
Devan tersenyum..
''Kau sangat cantik pagi ini Lisa...''
Gdis itu menunduk hormat...
''Terimakasih tuan Devan...''
Luke menyeruput kopinya dan tersenyum...
''Ini nikmat sekali....Lisa,...apakah tidurmu nyenyak....''
Devan melirik Luke,...
''Tentu saja...dia pasti tidur nyenyak...''
Lisa menatap keduanya dengan bingung...
__ADS_1
Siapa....??