
Cinta...
Ternyata cinta Rafael dan Alana hnya setipis kabut..yah...itulah yang di sadari oleh Liam...jemarinya terkepal menyadari Alana mengarahkan pistol kepada Rafael sementara pria itu juga melakukan hal yang sama...
''Aku menyesal pernah percaya kepadamu Rafael...aku menyesal pernah mencintaimu.....''
Rafael membeku...matanya basah oleh airmata....ia menatap tajam ke arah Alana yang tampak sangat terluka..
''Yah...kau yang terlalu bodoh, kau bodoh karna percaya pada cinta....kau pikir kita sedang berada di dalam drama penuh cinta..kau pikir kita hidup di dalam dongeng...Alana...aku sama sekali tidak mencintaimu...''
Alana mengangguk...
''Kau dan Delvaro sangat menjijikan kalian berdua sangat kejam padaku..dan yah..aku akan mengatakan ini kepadamu....mulai saat ini juga hubungan kita berakhir...kau dengar itu....kau bukan siapa-siapaku lagi....'' jerit Alana dengan tangisan yang pecah..
Sungguh terlalu menyakitkan baginya melihat penghianatan Rafael kepadanya...bahkan ia tidak menaruh curiga sedikitpun....
Alana sedikit terkejut ketika Rafael menurunkan pistolnya..
''Tembak aku Alana...tembak aku dan aku akan memberimu kesempatan untuk pergi......''
Deg!!!!
''Apa.....''
''Tembak aku Alana.....dengan begitu kau bisa bebas pergi...'' Rafael mengulang kembali kata-katanya..
Kata-kata Rafael membuat Alana bingung, ia menatap Rafael untuk meyakinkan pendengarannya sekali lagi...
''Rafael....''
''Jika kau tidak menembakku maka aku akan membunuh Liam di hadapannmu...Alana...dan kau tak akan pernah bermimpi melihat negaramu..orangtuamu, dan saudaramu...''
__ADS_1
Alana menurunkan pistolnya..ingin rasanya ia menembak Rafael namun bagaimana mungkin dia bisa melakukannya..ia mencintai Rafael...
''Mengapa aku harus melukaimu...tak bisakah kau menyerah dan membiarkan kami pergi....''
Rafael menggeleng...
''Waktumu hampir habis.....''
Rafael kini mengarahkan pistol ke arah Liam dan bersiap menembak, dan Alana pun mau tak mau di hadapkan pada sebuah pilihan..
Liam atau Rafael......?
Tentu saja dia tidak bisa menyakiti Liam...dan setelah berkutat lama dengan pikirannya...Alana mengangguk...sementara anak buah Liam sudah menunggu,....
''Maafkan aku Rafael, dan selamat tinggall...''jerit Alana keras..
Dor!!!!!
Peluru itu menembus paha kanan Rafael dan membuat tubuhnya goyah jatuh ke tanah..Alana membeku melihat tubuh itu rubuh di aspal...Rafael mengerang kesakitan..
''Tidak...Rafael..''
Gadis itu hendak menghampiri Rafael namun lengannya di cegah oleh Liam..
keduanya saling menatap tajam....
''Kita harus pergi Alana...sekarang,....''
Wajah Alana penuh airmata..
''Aaku...aku menembak Rafael, dia terluka...''
__ADS_1
''Jika kau menolongnya maka kita akan tertangkap dan lupakan keluarga kita...''ucap Liam dengan tatapan tajam...
''Hoh......''
Tubuh Alana gemetar sesaat kemudian ia menatap sosok Rafael yang juga menatapnya..
''Rafael......Rafael...maafkan aku......'' teriak Alana menangis keras namun..
Liam sudah membuka pintu mobil dan membawanya masuk...
Sementara Rafael mengerang kesakitan...airmatanya mengalir sembari menahan sakit...
''Alana....aku mencintaimu..........'' desahnya dengan rasa sakit di dadanya..
Mobil milik Alana dan Liam sudah menjauh, mereka berhasil pergi dan anak buah Rafael membiarkan mereka dan tidak mengejar...
Rafael mencoba bangun berdiri di bantu anak buahnya namun..dari arah yang sama mobil milik Delvaro berhenti dan pria itu keluar dari sana...memandang adiknya dengan senyuman dingin...dengan kasar Delvaro mendorong tubuh Rafael..
Lalu menjatuhkan tubuhnya...
''Bagaimana rasanya,....di benci oleh gadis yang kau cintai adikku sayang.....'' mata Delvaro bersinar tajam..
Delvaro lalu menekan luka di paha Rafael dengan kuat, hingga Rafael mengerang kesakitan, lukanya terus mengeluarkan darah...
''Kakak....jangan ganggu Alana.....aku telah melakukan segalanya...'' Rafael memohon...
''Melepaskan Alana....apa kau sudah gila Rafael....permainan baru saja dimulai dan aku sudah tidak sabar lagi...''
Delvaro tertawa dengan sangat kejam hingga Rafael membeku dengan gemetar,....sementara luka tembaknya di tekan Delvaro hingga ia semakin kesakitan.....
''Dengar baik-baik Rafael...jangan pernah menghalangi jalanku atau..kali ini kau tidak terampuni....''
__ADS_1
Delvaro menatap penuh ancaman......
Deg!!!!!