
Luke hanya diam saja ketika Devan memperkenalkan Safia kepada Lisa... sementara Safia memainkan perannya dengan sangat baik,gadis itu menggandeng lengan Luke dengan mesra dan menatap mata Lisa seolah menantang...ia mengulurkan tangannya kepada Lisa....
''Namaku Safia.... senang bertemu denganmu....kau sangat cantik...''uxp Safia tersenyum ramah...
Lisa pun membalas uluran tangan Safia dan menatap nya dengan iri, dia gadis yang sempurna,semua yang ada di dalam diri Safia adalah dambaan para lelaki, dia gadis yang berkelas dan sangat cantik...bahkan Lisa saja terpana dengan kecantikan Safia....
Pandangan Lisa lalu mengarah pada Luke yang dari tadi menatapnya dengan lekat ..Lisa begitu sedih namun ia membungkusnya dengan senyuman.... Luke pantas mendapatkan yang terbaik..memangnya Lisa berharap apa..... Luke mencintainya itu tidak mungkin....
Luke lalu membalas senyuman Lisa...namun pandangannya berubah tajam ketika Devan meraih bahu Lisa untuk merapat kepadanya .... Luke sungguh merasa gerah sekarang...apa yang dia rasakan ini adalah rasa cemburu yang membakar....
Devan sengaja berbisik di telinga Lisa dan tangannya begitu lancang membelai rambut Lisa.....Luke memalingkan wajahnya..atau ia akan kehilangan kendali......
''Lisa sayang.... Bagaimana menurutmu,apakah mereka pasangan yang cocok.....''
Lisa menatap mata Luke sambil bicara, dan Luke juga menatapnya sambil menanti jawaban Lisa....
''Tuan Luke dan nona Safia sangat cocok, bukankah merekalah sepadan.....mata Lisa berkaca-kaca namun sekuat tenaga ia menahan perasaannya....yang penting adalah sepadan bukan....'' Lisa memutus tatapan Luke kepadanya....
Devan mengangguk...sambil memeluk Lisa .....
''Bagaimana....apakah kami yang akan menikah lebih dahulu atau....kalian Luke....''
Hening.........
__ADS_1
Safia melirik kearah Luke dan berdehem, pernikahan tak ada dalam skenario.. mungkin mereka akan mendiskusikan lebih dahulu...
''Kita saja menikah lebih dahulu tuan Devan....aku ras aitu kaan lebih baik.....''
Devan tertawa keras,seperti ia sedang menang lotre...ia terkejut namun bahagia...Devan langsung memeluk tubuh Lisa dengan erat dan mencium dahi Lisa tanda kemenangan...
Devan terlalu tertawa bahagia hingg tidak melihat ekspresi Luke yang mengeras....bahkan pria itu tak sadar ketika calon istrinya bahkan sedang beradu pandangan pada sahabatnya .....
''Well....selamat tuan Devan dan Nona Lisa.... kalian sangat cocok.....''puji Safia semakin membuat situasi tegang....
''Terimakasih Safia...''balas Devan sungguh-sungguh..
Sementara Lisa dan Luke sepertinya tak ingin bicara kepadanya.....mereka berdua malah asik menatang satu sma lain melalui mata.....
''Ehm......bagaimana kalau kita berlibur bersama di pulaumu Luke...sebelum kita menikah ...''ucap Safia mengedipkan matanya....
''Aku setuju denganmu Safia...kit Alana berlibur di sana...bagaimana Luke kau akan menyiapkan tempat untuk kami pergi....''
Luke memandang ke arah Lisa lagi, dia akan menjadi gila karna perasaannya sendiri......lalu mengangguk setuju....
''Pulauku akan siap memanjakan kalian....''
Devan menatap Lisa.....
__ADS_1
''Kita.akan pergi sayang, mungkin kita bisa meminjam pulau pribadi Luke untuk bulan madu......''
Lisa yang tak siap untuk menjawab hanya mengatakan ya...ya... dan ya.....pikirannya justru sedang memikirkan Luke.. apakah Luke akan menggunakan kesempatan ini untuk bermesraan dengan Safia....
hati Lisa menjadi panas ...lalu berbalik menatap Devan dengan mata berbinar....
''Apakah kita kan tidur sekamar disana....''
Wajah Luke dan Devan begitu syok...
''Lisa.........apakah kau tidak bisa menunggu setelah menikah.. tidak ada yang sekamar....''.kali ini Luke tak terima......
Hening........
Safia dan Devan saling memandang sedikit terkejut dengan pernyataan Luke......
Safia menyentuh pundak Luke menenangkan....
''Mereka adalah calon suami istri, jadi tidak mengapa bukan,kalau mereka tidur bersama...ini adalah hal yang biasa...mengapa kau kolot sekali.......''Safia menyadari kecemburuan yang berusaha di tutupi Luke....
''Luke....jangan lupa kalau Lisa akan menjadi milikku...'' desis Devan memberi peringatan.
Hening ketika kedua pria itu saling menatap tajam......
__ADS_1
''
..