
Darren memegang gagang pintu, jantungnya berdebar..astaga seperti sedang jatuh cinta saja rasanya..mengapa ia sangat gugup menemui putranya sendiri...namun ia harus bisa mendapatkan hati Alan bagaimana pun caranya...ketika pertama kali bertemu, sosok Alan memang sangat berbeda dengan sosok Alana yang ceria, sosok Alan sangat pendiam dan tentunya sangat memuja sang Mommynya yaitu Alea..jadi Darren harus berhati-hati agar tidak menambah kebencian putranya..
Ceklek......
Darren melangkah masuk dan menemukan sosok Alan sedang duduk di balkon sembari menurunkan pandangannya menatap jalan...
Darren memegang dadanya ya ampun biasanya ia bisa menghadapi oranglain dengan mudah, memberi ancaman dan juga melakukan kekerasan demi egonya namun kini ia seprti di buat tidak berdaya di hadapan pria kecil ini...usia Alan dan Alana hampir lima tahun masih terlalu kecil namun seorang Alan sungguh seakan sudah mengerti segalanya..di dalam matanya tersimpan dendam membara yang siap membakar siapa yang berani menyentuhnya...
Sosok Dirinya versi kecil benar-benar menurun pada Alan dengan baik..
Darren mendekati sang putra...namun ketika ia ingin mengatakan sesuatu..Alan menoleh dan langsung bertatapan tajam dengan mata coklat milik Darren...
Deg!!!!!
Tatapan mereka sama, warna mata yang sama-sama coklat, dan bahkan Alan kecil sudah mempunyai sosrot mata dingin yang membuat siapapun akan segan meski dia masih sangat kecil..
''Paman Darren......''
Deg!!!!!!!!
Alan masih memanggilnya dengan sebutan paman, rasanya sungguh menyakitkan bagi Darren mendengarnya.. pria itu sedikit mengernyit sekali lagi mendapatkan kebahagiaan itu sama sekali tidak mudah bagi dirinya...
Darren sama sekali tak marah pada panggilan Alan yang begitu dingin kepadanya..
''Alan Hugo itu namamu sekarang meski kau masih memanggilku dengan sebutan paman....''
Alan berdecak kesal...ia tertawa sinis...
''Jangan mencoba menjadi seorang ayah untukku karna aku tak butuh paman,..dan jangan memaksaku memanggilmu dengan sebutan sebagai Ayah...meski saat ini aku harus memakai nama belakangmu.'' lantang Alan tidak tersentuh..
Darren tersenyum lalu mendekati Alan yang berdiri bersandar pada pagar balkon di kamar ia memandang Alan dengan tatapan penuh arti sementara Alan berdiri dan memperhatikan pria itu dengan tajam...
__ADS_1
''Alan......baiklah...aku tak akan memaksamu menjadi ayah untukkmu aku juga akan menghormati keputusanmu untuk tetap memanggilku paman...'' ucap Darren mengalah..
Pria itu memutuskan akan mendekati Alan tanpa kekerasan sedikitpun dan memilih membiarkan Alan melihat bukti bahwa memang Darren adalah ayah kandungnya yang baik dan akan selalu ada untuk mereka..
Alan mengangguk tegas.....
''Aku rasa itu lebih adil paman Darren....''ucap Alan dengan dingin..
Keduanya masih bertahan dengan tatapan dingin yang mendominasi hati mereka..
**************************
Akhirnya rombongan Darren bersama sang istri dan anak-anak mereka melangkah menuju kota kelahiran Darren, ia telah mengabarkan kepulangannya kepada sang Ayah Darius dan Tiara serta anak mereka tentang kepulangannya membawa Alea serta anak-anaknya dan ayahnya sudah tak sabar lagi...menunggu mereka dirumah...
Di dalam mobil... Alana duduk di pangkuan sang Daddy dan lebih mudah akrab serta di sisi lain Alan duduk dengan menyandarkan kepalanya pada sang Mommy ia sama sekali tidak menoleh ataupun tertarik pada kebersamaan Daddynya dan Alana...bagi Alan ia hanya butuh Mommynya...
''Apa kau baik-baik saja Alan, apa kau mabuk...'' tanya Alea dengan nada khawatir,..sambil membelai rambut Alan dengan sayang karna sepanjang hari ini Alan tampak diam lebih dari pada biasanya...dan hati Alea merasa nyeri menyadari ia belum bisa menerima Darren sebagai ayahnya....
''Aku baik-baik saja Mommy...aku baik-baik saja..tolong jangan khawatir...'' bisik Alan sembari menggenggam jemari Alea dengan erat seolah menggantungkan harapan.....
******************
Mobil pun masuk ke halaman sebuah rumah besar yang merupakan sebuah kenangan yang begitu membekas di ingatan Alea hingga sontak Alea terdiam, ingatan tentang betapa airmata selalu menemaninya setiap hari...hingga matanya berkaca-kaca....
ia tak boleh mengingat masa lalu..biar bagaimanapun dia harus bisa melupakan peristiwa pahit itu demi anak-anaknya..yah...apalagi Alana tampak sangat bahagia beersama Darren..dari tadi gadis kecil itu tak lelah terus bercerita kepada Darren dan bertanya tentang segala hal..dan melihat itu membuat hati Alea terenyuh..ia bahkan mampu menelan banyak duri dan berdarah sekali lagi yang penting anak-anaknya bahagia.....bahagia.....
''Mommy..kakak..ayo turun kita sudah sampai..'' ucap Alana mengejutkan Alea dan juga Alan yang sejak tadi seolah tenggelam dengan perasaan mereka masing-masing..
''Ow..iya sayang,...Mommy dan kakak akan turun, kau temani Daddy saja lebih dahulu...Mommy masih membantu kakak...''
''Baik Mom....'' balas Alana lalu melangkah bersama sang ayah Darren sedangkan Alan menatap ibunya dengan tajam..
__ADS_1
''Mommy...apakah...Mommy yakin akan tinggal bersama paman jahat itu..''
Deg!!!!!!!
Mata Alea terbuka lebar mendengar kata jahat dari mulut putranya...keduanya masih berasa di dalam mobil sekarang...
Alea mendesah...menyentuh bahu Alan dan menatap mata bening namun tajam itu dengan sedikit penekanan..
''Apa maksudmu dengan paman itu jahat..dia Daddymu..dia adalah ayah kandungmu.....'' ucap Alea dengan mata berkaca-kaca...
Alan melirik sinis...
''Aku tidak berharap punya Daddy....bagiku cukup dengan kita bertiga saja..mengapa harus bersama dia..aku benci melihatnya aku sangat membenci wajahnya........''
Deg!!!!!
Alea merasa terkejut dengan kata-kata lancang sang anak, dengan kuat Alea mencengkram kedua bahu Alan dengan keuat dan menatap matanya tidak terima...
''Alan..dari mana kata-kata itu, mengapa kau...bersikap kurang ajar...siapa yang mengajarkanmu hah..siapa.....''
Mata Alan memerah tajam.......
''Jangan anggap aku masih kecil Mom...aku sudah melihatmu menangis sedari aku kecil...aku tidak tau mengapa kau menangis lalu aku melihat gambar paman itu dan Mommy mengatakan membencinya....apakah dia memaksamu Mommy...lagi pula dia yang menyebabkan kecelakaan pada Alana........''
''Alan.....cukup, kau masih terlalu kecil untuk tau persoalan orang dewasa sayang...Mommy mohon jangan membuat masalah disini dan jangan memancing amarah Daddymu..kau lihat Alan sangat mencintai Daddymu....Mommy mohon Alan...tolong jaga sikapmu...sebentar lagi kita akan bertemu dengan kakek Darius dan paman Erland, mereka akan berpikir Mommy tidak mengajarimu sopan santun..sehingga kau kurang ajar...jadi Alan...jangan membuat Mommy malu....please....''
Alan lalu menghela nafas seraya menganggukan kepala..
''Setelah kakek dan Paman pergi aku akan tetap memanggilnya paman..dan aku tidak perduli Mommy akan marah kepadaku.....''ucap Alan dengan tajam........
Alea tak mengerti mengapa sikap Alan berbeda dengan Alana...mengapa anak sekecil ini sudah bisa menyimpan kepahitan yang dalam kepada ayahnya sendiri.......??
__ADS_1
Novel baru yah....masih dalam proses....