Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Menahan Lapar


__ADS_3

Tangan Alea akhirnya sudah pulih, walau masih ada perban di pergelangan tangannya, sejak hari itu Darren memilih pisah kamar dengannya dan hanya datang ketika dia butuh di layani sebagai seorang suami, Alea menjadi lega..setidaknya dia punya privasi sendiri, dia bebas melakukan apapun di kamarnya, termasuk menangis sendirian..


Darren semakin bersikap dingin, ia jarang berada dirumah, dan jika dia dirumah maka akan ada aura menakutkan yang tergambar jelas, Darren sedikitpun terlibat pembicaraan dengannya, ketika mereka bertemu di meja makan, atau berpapasan. atau ketika Darren menatapnya itu hanyalah tatapan membunuh yang kejam,..berulangkali Alea berusaha meyakinkan hatinya jika yah....ia pantas menerimanya..ia adalah anak dari Robert Nora yang telah menghancurkan hidup Darren dan keluarganya meski hatinya juga hancur karna sebenarnya ia mendapat takaran luka yang sama karna penghianatan ayahnya..namun ia tak ingin menceritakan itu, cukup menelannya diam-diam.


Yuna tetap menjadi pelayannya, setiap hari gadis itu selalu membujuk Alea untuk melarikan diri agar tidak mendapat penyiksaan dari Darren, memang pria itu tak pernah menyikiti fisiknya namun, batin Alea begitu tersiksa ketika dekat dengannya..namun, sampai saat ini Alea belum memikirkan untuk pergi,terlalu berat resikonya jika ia ketahuan oleh Darren Alea tak ingin jatuh korban lagi...


''Ehm...nyonya Alea, tuan Darren sudah menunggu untuk makan 15 menit yang lalu..''ucap Yuna menunduk..


Alea menoleh dengan wajah cemas yang tergambar,


''Yuna..mengapa kau baru memberitau aku.'' jerit Alea gemetar.


Alea berdiri lalu menatap cermin sebnetar untuk menilik penampilannya, untung saja dia sudah rapi dari tadi, sedangkan Yuna berdiri di belakangnya dengan wajah tertunduk...


''Maafkan aku nyonya..aku benar-benar sibuk dengan perintah tuan Darius, dan...aku lupa memberitahu nyonya..''


Alea hanya menggeleng pasrah, lalu meninggalkan kamar itu dengan cepat, jemarinya terulur menahan rasa takut yang begitu merasukinya sementara Yuna tersenyum dengan mata yang bersinar tajam, lalu meninggalkan kamar.


************************************************


Di lift, Alea sudah merasa ketakutan, rasa panik melandanya tiba-tiba..membayangkan kemarahan Darren padanya, berulangkali Darren bilang untuk tidak terlambat datang di meja makan, semua harus ikut peraturannya termasuk Alea...


Ting!!!!


Pintu lift terbuka dan Alea berlari ke arah ruangan makan yang berada sedikit jauh dari lift, Alea berlari dengan cepat..hingga akhirnya sampai di pintu ruangan, ia berhenti untuk menetralkan nafasnya yang memburu, lama Alea berdiri disana tampak ragu...jika melewatkan sarapan maka dia akan kelaparan, namun..ini pertama kalinya dia terlambat untuk makan, apa yang akan Darren lakukan kepadanya..??


Seorang pelayan membuka pintu dan menunduk ke arah Alea yang tampak terkejut...


''Nyonya Alea........''


Hening yang mengerikan ketika semua mata memandang ke arahnya,


Darius dan Erland menatapnya dengan pandangan tak terbaca, sementara yang paling di takuti Alea adalah tatapan membunuh Darren padanya, pria itu seakan ingin menelannya hidup-hidup dalam kemarahannya...


Mau tak mau Alea melangkah masuk, walau kakinya gemetar..


''Ehm...Selamat pagi...''


Melihat kedatangan Alea yang terlmbat, Darius mengelap mulutnya dengan tisue sehabis sarapan dengan kasar lalu melirik sinis...


''Tenang saja Alea..kau akan mendapat pengecualian dari suamimu...jika kami yang melakukan kesalahan maka kami mendapat hukuman, tapi kau berbeda...'' sindir Darius tak suka..

__ADS_1


Darius berdiri dan melangkah keluar dari ruang makan itu tak lupa tatapan tajamnya seakan menusuk ke dalam mata Alea yang langsung tertunduk gugup.


Sementara Erland hanya menghela nafas, sebenarnya ia sangat sedih melihat Alea yang sangat tertekan di rumah ini..namun sekali lagi...siapa yang berani melawan kak Darren...


Erland lalu berdiri dan meninggalkan meja makan, setelah sebelumnya memberi hormat kepada kakaknya, ia melangkah dan menatap Alea lalu tersenyum dengan tulus...


Alea merasa sedikit lebih baik dengan senyuman Erland kepadanya, walau tidak lama..ruangan menjadi hening dan bahkan para pelayan bersembunyi karna taku...


Alea mendekati Darren dan menunduk hormat...


''Maaf...aku..''


''Yah...kau mulai besar kepala dan bersikap kurang ajar yah..kau bersikap seperti nyonya besar dengan membiarkan suamimu dan mertua dan adik iparmu menunggu hingga kelaparan...'' ucapan itu terdengar santai, namun sangat mengerikan ketika sampai di telinga Alea...


''Maaf.....Darren aku tadi...''


Darren berdiri dan menatap Alea dingin,


''Kau lapar...''


Alea mengangguk....


Darren mengangguk dengan sangat tenang,. sementara jemarinya menyentuh ujung kain meja yang menjadi alas berbagai hidangan enak dalam berbagai jenis, lalu menatap tubuh Alea yang gemetar di hadapannya, senyum Alea sangat mirip dengan bajingan yang bernama Robert itu dan Darren semakin membencinya...


Dengan kuat, Darren menarik kain alas meja makan itu dan semua makanan itu jatuh berhamburan di meja lantai, semua pecah hingga membuat Alea sungguh terkejut...


Airmatanya menetes dengan kesakitan yang tergambar jelas di matanya, dan melihat itu semakin membuat Darren senang...ia mendekati Alea dan mencengkram lengan Alea dengan sangat kuat, sinar matanya membara...


''Kau ingin makan...kau pikir siapa dirimu...? kau pikir kau terlalu berharga dirumah ini yah...? kau telah menghinaku dengan datang terlambat..maka dari itu tak ada makanan untukmu apa kau dengar itu...''


Alea memejamkan matanya ketakutan lalu buru-buru menganggukan kepalanya dengan cepat...


''Maafkan aku...aaku mohon Darren, baa..baiklah aku tak akan makan, aku tak akan menyentuh semua ini Darren aku janji..'' desah Alea benar-benar syok...


Darren merasa puas dan menghempaskan tubuh Alea dan membentur kursi di ruangan itu, Darren lalu pergi meninggalkan gadis itu yang menangis sendirian...


Tubuh Alea jatuh di ruangan itu sementara jemarinya menahan kuat dadanya yang merasa nyeri...


''Hoh....'' Aira menundukan kepalanya sementara terus menangis disana..


Bahkan para pelayan tak ada yang mampu mendekatinya karna laranagn Darren, Alea memejamkan matanya sekali lagi ia harus bertahan..

__ADS_1


*************************************************


''Makanlah.....'' ucap Erland memberikan roti panggang di tangan Alea,


''Tidak terimakasih....''ucap Alea seraya berfokus pada tanaman bunga yang sedang ia rawat...


Alea mulai menanam bunga di taman ini, untunglah Darren mengijinkan dirinya. dan Alea bisa sedikit terhibur..


''Kakak sudah pergi...jadi tak akan ada yang melihatnya..'' ucap Erland membujuk karna ia sangat khawatir dengan kondisi Alea yang kelaparan...


Alea tetap menggeleng, cukup baginya melihat kemarahan Darren tadi, mudah baginya menahan lapar dari pada menerima tatapan tajam suaminya...


''Bawa pergi Erland, aku baik-baik saja..'' ucap Alea berbohong sesungguhnya ia tidak baik-baik saja...ia sangat lapar bahkan tubuhnya sudah gemetar..namun sekali lagi Alea menahan dirinya...


Erland hanya menggeleng sedih..


''Baiklah...kau akan pingsan sebentar lagi karna keras kepala..''


Alea sama sekali tidak menghiraukan ucapan Erland, dan kembali merawat bunga mawarnya...Erland pun pergi meninggalkan taman...


*************************************


Hari sudah sore dan mobil Darren memasuki rumah besar itu, dan jika dia sudah pulang maka Alea harus berdiri dan menyambutnya...


Alea berusaha kuat menahan rasa pusingnya, sepertinya lambungnya bermasalah..karna terlambat makan...


Mobil berhenti dan Alea berdiri dengan gemetar, matanya sudah berkunang-kunang, dan ketika pria itu turun dari mobil, Alea sudah kehilangan kendali di tubuhnya....


Alea jatuh di depan Darren yang sigap menangkap tubuhnya...entah mengapa ketika Alea secara refleks jatuh, saat itulah naluri Darren untuk menolongnya mengambil alih ego dan pikiran pria itu...


Hening....


Hati Darren berdebar ketika menatap wajah Alea yang sangat pucat......


''Alea....apa yang terjadi dengannya.'' desah Darren mengerutkan kening..


''Maafkan kami tuan, nyonya Alea tidak menyentuh makanan sejak pagi tadi dan hanya minum air..'' balas sang pelayan hati-hati....


Dada pria itu bergejolak.....menurunkan pandangan pada sosok Alea dengan tatapan tak terbaca..


Alea jatuh pingsan karna lapar......

__ADS_1



__ADS_2