Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Hanya Lelah


__ADS_3

Alea terbangun ketika hari menjelang malam, ia membuka mata dan membeku ketika sadar dia berada di kamar yang asing, untuk sesaat Alea mengerutkan kening berusaha mengumpulkan pikirannya. ia pun mengangat wajahnya dengan kerutan di dahinya...dia berada di kamar milik kak Aiden, mengapa bisa sampai tertidur dan mengapa tubuhnya lelah sekali..?


Alea mengusap wajahnya dengan kasar...mungkin ia terlalu tegang dan kelelahan jadi ia tertidur, astaga apa kata kak Aiden nanti, padahal mereka ingin banyak bicara..padahal Alea masih ingin berccerita mengenai masa kecil mereka, lalu mengunjungi makam...ya ampun, semua berantakan karna ia tertidur..


Alea masih termenung sebentar...sembari mengusap wajahnya dengan tangan, namun ingatannya terbang dengan janji Darren kepadanya untuk pulang sebelum makan malam.


Alea terkejut ketika ia mengingat kalau ini sudah pukul 6 sore, astaga dia ketiduran di kamarnya..? Alea segera turun dari ranjang dan melangkah mendekati pintu, lalu membukanya..Ruangan yang luas itu seketika membuat Alea bingung...ruangan ini terlalu luas dan membuatnya bingung mau turun lewat mana, ada beberapa tangga disini..Alea menghela nafas....


''Alea....''


Alea terkejut melihat sosok kak Aiden yang entah dari mana muncul begitu saja seperti hantu...Alea menghela nafas, lalu mendekat...


''Kakak......''


Aiden menyentuh puncak kepala Alea dengan lembut hingga Alea tersenyum...


''Kau sudah bangun sayang, kau terlihat sangat.....lelah...'' tatap Aiden dengan suara yang tak kalah lembut hingga Alea begitu tenang..


Alea mengangkat muka....


''Maaf, aku tak tau mengapa aku mengantuk sekali..seharusnya kita menghabiskan waktu bersama namun...aku malah tertidur,...''


''Aku kakakmu sayang, ini rumahmu dan kamarmu, kau hanya lelah akan bebanmu selama ini..itu karna kau sendirian, tapi Alea...kau punya aku sekarang...yang akan melindungimu dari apapun...apapun sayang....''


Mata Alea berkaca-kaca..kak Aiden benar..selama ini ia tidur dengan beban di pundaknya, ia sendirian memikirkan hidup ini, jika ia sedang bertengkar dengan Darren maka ia...akan mudah stres dan berujung sakit. tapi saat ini dia punya seseorang yang lain yang tidak akan meninggalkannya, tak akan marah kepadanya, jika dia berbuat kesalahan..mau tak mau mata Alea menjadi panas, hingga Aiden tertegun ketika airmata Alea menyentuh hatinya...


Keduanya saling menatap........


''Tak taukah kau kakak..jika aku sangat merindukan saat-saat seperti ini...aku kehilangan segalanya di usia 5 tahun, aku kehilangan ayah dan ibu kita di usia itu dan lebih bmenyakitkan aku....kehilanganmu, rasanya duniaku sudah gelap...aku di asuh tante Meri yang memperlakukan aku seperti pembantu, aku sudah lelah...memang aku sangat lelah kakak...'' isakan pelan sudah tak sanggup di bendung Alea...


Hening.......


Aiden lalu meraih tubuh Alea ke dalam pelukannya, mendekapnya dengan erat hingga Alea menumpahkan semua rasa sakitnya ke dalam pelukan mereka...lama, Aiden hanya diam saja ketika tubuh Alea bergetar karna kesakitan yang selama ini ia tahan sendiri...


Mengapa perasaan ini sangat indah...?


''Aku disini Alea...aku mencintaimu dan aku memilikimu sekarang....'' bisik Aiden membelai rambut Alea hingga Alea tersenyum dengan sangat lega...


Hatinya bergetar ketika merasakan ikatan batin di antara mereka...hingga Alea mengangkat wajahnya...


''Yah,...mengapa aku menangis lagi...adikmu sangat cengeng kak...''


''Kau sangat manis Alea...'' desah Aiden dengan tatapan beku...


Saat itulah Alea kembali sadar jika ia harus segera pulang, Alea menarik tubuhnya dari pelukan Aiden dan membuat Aiden sedikit tak rela melepaskan pelukan mereka...


''Aku harus pulang kakak....'' ucap Alea yang mampu membuat wajah Aiden mengeras dalam sepersekian detik...

__ADS_1


''Pulang...''


Alea mengangguk dengan wajah cemas, lalu mengalungkan tangannya di lengan besar Aiden...


''Darren akan marah padaku...''


''Kita baru saja bertemu Alea...''


''Kita masih punya banyak waktu, bagaimana kalau akhir pekan aku menginap...sekalian aku ingin melihat isi rumah kakak yang besar ini...''


''Rumahmu juga Alea...''


''Yah...rumahku...'' jawab Alea dengan senyuman di wajahnya..


Aiden lalu tersenyum..


''Baiklah....kakak akan mengantarmu...Alea...''


''Itu bagus...'' ucap Alea senang...


**************************************


Mobil melaju pelan di malam hari, beberapa kali Alea tampak memejamkan matanya, mengapa ia masih lelah yah....


''Alea...''


''Yah.......''


''Hmm...aku hanya lelah, padahal aku tidak melakukan apapun...tubuhku sedikit sakit...''


Aiden menoleh dengan tajam, dan menaikan sudut bibirnya....


''Itu karna kau memang terlalu tegang ketika menanti hasil tes tadi, jadi ketika kau sudah mengetahui hasilnya maka kau sangat lega dan...melepaskan bebanmu...dan membuatmu tertidur lama sayang, bukankah tadi sudah kujelaskan...''


Alea akhirnya menurut...walau ini sedikit aneh...namun ia memilih mengabaikan semuanya,...kakak benar, ia terlalu lelah.


''Jadi kau sekarang sedang kuliah...''


''Yah...di kampus milik Darren....''


''Jurusan apa yang kau ambil...''


''Seni...aku pandai melukis....'' pamer Alea bangga..


''Benarkah,.....bagaimana kalau kau melukis kita berdua aku akan memajangnya di rumah...''ucap Aiden.


''Baiklah tapi kita harus foto dulu...''

__ADS_1


''Maka kita akan segera melakukannya sayang.'' ucap Aiden tak sabar.


''Yah...baiklah..bagaimana kalau akhir pekan, ketika aku menginap kita foto dan aku akan melukis di hari yang sama, tapi apakah kakak tidak sibuk.''


Aiden tersenyum.....


''Jadwalku padat setiap hari sayang, pekerjaanku tidak mengenal waktu namun....tak ada yang lebih penting darimu Alea....''tatapnya tajam...


Alea mengangguk senang...


''Bagus...aku senang sekali....''


Keduanya saling melemparkan senyum bahagia, lalu mobil itu memasuki pekarangan kediaman keluarga Darius Hugo..Mobil akhirnya berhenti dan Aiden membimbing Alea keluar dari sana.


Keduanya sama-sama melangkah masuk dan langsung berhadapan dengan Darren yang menatap tajam kepada mereka berdua...


''Sayang.....'' sapa Alea langsung memeluk Darren,


Darren langsung memeluk Alea dengan penuh kerinduan, Alea hanya pergi beberapa jam dan ia sudah sangat rindu yang membuatnya seakan gila.


''Aku tidak terlambat kan...''


''Yah....aku senang kau masih mengingat kata-kataku sayang.''


Aiden berdehem hingga mengejutkan kemesraan mereka..


''Jadi aku harus pergi sekarang Darren, dan Alea...aku ada pekerjaan...''


''Masuklah dulu kakak, kita makan malam bersama...'' tawar Alea sedikit sedih..


Aiden sekali lagi tersenyum....


''Mungkin lain kali Alea....'' ucapnya dengan penuh penyesalan.


Darren lalu menatap Aiden....


''Baiklah bagaimana kalau lain kali kita makan di luar kakak ipar, kau bisa membawa pasanganmu....''ucap Darren sengaja...


Alea segera mencubit lengan suaminya,


''Tidak sopan menanyakan itu sayang...'' bisik Alea tak nyaman..


''Mengapa harus segan.....bukankah di usia kakakmu sekarang, sudah seharusnya dia menikah...'' tatap Darren menajam...


Aiden tertawa.......


''Pertanyaan bagus Darren, namun...aku tidak berencana menikah sama sekali.,...bagiku Alea sudah cukup, aku hanya butuh adikku...''

__ADS_1


Senyum di wajah Darren menguap seketika.,......


''Apa maksudmu....'' desis Darren tak terima..


__ADS_2