
Darren menoleh dan mendekati Erland keduanya berdiri saling menantang dengan tatapan tajam mematikan...
''Jaga bicaramu Erland...''
Erland tersenyum dingin...
''Kau hanya terlalu pengecut untuk menerima kenyataan kakak, jika kau merasa sakit bukan berarti orang lain juga harus merasakan sakit, apalagi Alea, dia adalah korban sama seperti kita....tapi kau sekali lagi begitu egois kak Darren..''
Darren terlalu marah sampai mengeluarkan senjata dari dalam saku jassnya dan menempelkannya di pelipis Erland,
''Dari dulu kau selalu saja menentangku..apakah kau menyukai Alea...kau juga menyukainya...'' suara Darren meninggi di tengah ruangan, sampai beberapa pelayan tampak meninggalkan ruangan itu karna sangat ketakutan...
Erland sama sekali tidak takut dengan ancaman sang kakak...
''Ya....aku menyukainya, ketika melihatmu pertama kali membawanya kemari, aku sedikit menyesal mengapa bukan aku yang menemukannya lebih dahulu...karna jika dia bersamaku aku pastikan aku tak akan membiarkan airmata setetespun jatuh darinya, aku akan lebih percaya kepadanya lebih dari diriku sendiri...bahkan aku....akan melupakan dendam bodohku dan lebih memilih membahagiakannya...sayangnya bukan aku yang pertama kali bertemu dengannya...''
''Kurang ajar...''
Darren kembali melayangkan pukulan ke arah Erland...
Bugghh......
Tubuh Erland jatuh membentur lantai...pria yang terlalu marah itu kemudian meraih tubuh Erland dan membawanya mendekat dan...mencekiknya sekali lagi....
''Jika kau bukan adikku, jika aku tak memandang hubungan kita maka aku pasti sudah menembakmu...''
Erland tertawa walau matanya berkaca-kaca....
''Mengapa cara ini tidak kau pakai pada istrimu sendiri kakak...''
''Apa maksudmu...'' mata Darren menajam...
''Mengapa kau tidak memandang hubungan kalian dan mendengar penjelasan darinya sebelum kau memvonis dirinya seorang pelacur....mengapa kau tidak memandang kalau istrimu hanyalah wanita biasa yang polos dan tidak mungkin berhianat...yah...karna kau hanya membutuhkannya kau butuh dia dan tidak mencintainya...''
Pegangan pada leher Erland melemah, Darren membeku mendengar kata-kata Erland yang begitu menusuk ke dalam jantung..
Darren membeku di tempatnya berdiri, sesuatu di dadanya begitu sakit...mengenang bagaimana ia menyiksa Alea dalam percintaan paksa tadi, Alea memohon ingin bicara namun, Darren tidak mendengarkannya seolah ia seorang yang suci tanpa noda...ia telah menghakimi Alea dengan kejam padahal dirinya seorang pendosa yang lebih keji, sudah tidak terhitung berapa banyak perawan yang ia tiduri termasuk Alea...
Namun yang terjadi pada Alea...mungkinkah berbeda..apakah mungkin dia di paksa atau justru dijebak...??
Mengapa ia baru memikirkan ini semua setelah apa yang ia lakukan...? Alea bukanlah J*lang..dia bukanlah wanita murahan...kalaupun itu terjadi pasti Kenan memaksanya..
__ADS_1
Ya Tuhan,.....
Jantung Darren berdebar-debar, menyadari ia meninggalkan Alea dalam keadaan yang menyedihkan, ia yakin seluruh tubuh Alea menanggung kesakitan....karna dirinya..karna ego dan kemarahannya yang...membabi-buta...
Erland hanya menggeleng kesal, menyadari kakaknya terlihat menyesal....pria itu mengelap sudut bibirnya yang berdarah dan mendekati Darren yang terdiam seolah dengan pikirannya sendiri....
''Bukankah aku pernah bilang padamu kakak..kau akan menangis darah namun semuanya sudah sangat terlambat..'' Erland menepuk pundak Darren lalu meninggalkan Darren sendirian....
Hening.......
Darren memejamkan matanya ketika kemarahannya menguap tak berbekas di ganti tatapan hampa dan penuh rasa bersalah....
Kenan Renov, dia seorang mafia yang pintar dan kejam, pastilah ia sudah memikirkan segalanya sebelum mendekati dan menjebak Alea...termasuk tentang DNA mereka..
Sial...mengapa dia tidak memikirkannya lebih dahulu dan malah membiarkan emosi mengambil alih pikirannya....
Darren segera berbalik, ingatannya langsung terarah pada lantai 5, segera pria itu melangkah menuju lift dan masuk ke dalam sana. Darren begitu ketakutan untuk pertama kali dalam hidupnya..
Apakah Alea baik-baik saja setelah apa yang ia lakukan..? apakah istrinya mampu bertahan...?
Ting!!!!
Pintu lift terbuka,
Hening...
Jantung Darren berpacu dengan cepat, ketika mendapati ruangan tampak kosong.....
''Alea.....Alea....dimana kau......Alea.....'' teriak Darren frustasi...
Lalu pria itu membuang pandangan sekelilingnya dan...tatapannya jatuh pada bercak darah di sprei...hatinya seperti di remas dengan sangat kuat....
Alea pasti sangat kesakitan dan trauma.....ia terlalu menyakitinya sampai istrinya berdarah...pria macam apa dirinya...padahal dia selalu bicara bahwa ia akan selalu melindungi Alea seumur hidupnya...namun ironisnya dia juga yang mengingkari janji itu...
Di atas meja, terletak surat perceraian yang sengaja di berikan Darren kepada Alea tadi dan tanpa di duganya ada tanda tangan Alea meski tidak rapi, Darren membayangkan jemari Alea tidak menggenggam pulpen dengan benar....
Darren meraih berkas perceraian itu dan tertawa dengan air mata yang menetes....
''Alea......kau dimana...apa kau benar-benar sudah siap bercerai dariku yah...''
Darren menundukan wajah, dan matanya kembali tertuju pada secarik kertas di atas meja..
__ADS_1
Darren mengambilnya dan kembali membeku karna itu surat yang di tulis Alea...
Pria itu mengusap wajahnya dengan kasar, lalu membawa surat itu dan membacanya...
Hatinya kembali di liputi nyeri karna ada bekas darah di kertas, ia telah menyakitinya dengan begitu dalam...Darren tertunduk lemas..
Dear Darren......
Maaf...maafkan aku lebih memilih menulis surat dari pada langsung berpamitan denganmu Darren....
Percayalah aku tak sekuat itu untuk menatap wajahmu, maaf aku mengecewakanmu Darren,..maafkan aku menjadi istri yang tidak setia,...
Tapi aku berani bersumpah, di dalam kesadaranku aku sama sekali tidak berpikir untuk menghianatimu,...aku tak pernah berpikir untuk menghancurkan hatimu...
Darren, aku mohon maafkan aku..kau benar kalau saat ini aku hanyalah wanita yang sudah tercemar, aku bahkan tak berani menatap matamu....
Darren,..hiduplah dengan baik, kau selalu ada di dalam doaku....
Kau berhak mendapatkan wanita yang lebih baik dariku, aku sungguh merelakanmu Darren...
Aku ingin mengatakan satu hal kepadamu, aku telah mendengar semua pembicaraanmu dan Erland..bahwa kau yang menyebabkan kecelakaan kami 14 tahun lalu....semua di antara kita sudah hancur, namun aku sudah memaafkanmu....Daren.
*A**ku berjanji kalau kita tak akan bertemu lagi...ceraikanlah aku karna aku membebaskanmu*..
Salam hormatku, Aleanora...
Deg!!!!
Airmata Darren jatuh tanpa ia rasa.....begitu menyakitkan...sampai dadanya seperti di hantam palu yang keras....Alea sudah mengetahui tentang kecelakaan itu..bagaimana bisa...Darren menggeleng...
''Alea....jangan pergi, aku tidak bisa melepasmu.'' desis Darren mengepalkan tangannya dengan kuat.
Darren bangkit berdiri, melangkah keluar ruangan sembari menelfon..tidak..ia tak bisa kehilangan Alea.....
************************
Di sebuah pemakaman yang luas, terletak di atas tebing...Alea turun dari taxi, tatapan matanya sudah kosong karna kehilangan gairah hidup....langkahnya pelan menahan nyeri di seluruh tubuhnya....ada bekas darah di bibirnya,...Alea menatap bunga rumput di sekitarnya, kemudian merangkainya menjadi seikat bunga...jemarinya bergetar dengan kesedihan yang dalam..
Ketika ia mencapai makam, Alea membeku menatap hancur ke arah kedua makam yang tidak terawat dengan baik..
Dulu...sebelum ia menikah dengan Darren, hampir setiap minggu ia selalu mencuri waktu dari bibinya untuk menemui makam orangtuanya dan membersihkannya...
__ADS_1
Airmata Alea menetes ketika ia sudah tak mampu menahan rasa sakitnya...tubuhnya jatuh tersungkur di hadapan makam kedua orangtuanya, tangisan memilukan itu pecah di sekitar makam yang sepi...
''Ayah,....ibu..kakak...aku sungguh merindukan kalian, aku rindu tolonglaah.....datang padaku dan jemput aku saja....aku sudah sangat lelah....'' jerit Alea menundukan kepalanya dalam-dalam hatinya sungguh hancur tak berbentuk saat ini..