Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Perhatian Alea Untuk Aiden/Kenan


__ADS_3

Lutut Alea sudah membaik tak ada darah yang keluar dari sana dan ia sudah bisa berjalan walau tertatih, hari ini hari terakhir ia di rumah sang kakak Aiden, selama dua hari ini Aiden mengosongkan jadwalnya untuk menemani dan memberi perhatian kepadanya, Alea tentu senang..kakaknya yang super sibuk menyediakan waktu untuknya,..mereka semakin akrab saja..


''Makanlah dengan banyak Alea...kau butuh untuk proses penyembuhanmu..'' tatap Aiden dengan senyuman..


Alea mengangguk....


''Yah....aku makan dengan lahap kakak.'' balas Alea pun tersenyum..


Aiden sama sekali tidak berhenti menatap Alea sedikitpun, bahkan di sela makannya ia tak henti mencuri pandang ke arah adik palsunya, tentu saja karna Alea sudah percaya penuh kepadanya maka Alea pikir adalah...itu sebagai bentuk perhatiannya yang besar kepadanya.


''Jadi kau akan pulang siang ini juga Alea...'' tanya Aiden dengan sedikit berat..


Alea mengangguk...


''Ayah akan menjemputku disini, dia sangat khawatir....''


Aiden akhirnya menurut seraya menyesap kopinya dia menatap Alea lagi...


''Kapan kau akan kontrol lututmu ke dokter...''


''Besok pagi kakak...''


''Baik jika tak ada yang bisa mengantarmu maka....kakak yang akan mengantarmu bagaimana...'' tawar Aiden dengan nada penekanan


''Yah...ide bagus...'' balas Alea senang..


''Baiklah sayang makanlah...'' bisik Aiden penuh perhatiannya..


Pandangannya turun menyentuh perut Alea dan mengepalkan tangannya...apakah Alea benar-benar hamil atau tidak, sial mengapa ia harus menunggu selama itu hanya untuk memastikan...?


''Aku sudah selesai kak...'' Alea menatap Aiden yang bahkan jauh dari kata selesai, kakaknya tidak menyentuh sarapannya sedangkan dirinya makan sarapan dalam jumlah yang besar..


''Kakak....tidak menyentuh sarapan sedikitpun...'' ucapan Alea menembus lamunan Aiden hingga menarik perhatianya seketika...


''Aku akan makan...tapi nanti...''


''Mengapa harus nanti kalau ini saatnya sarapan...''


Keduanya saling bertatapan, Aiden menjadi sedikit bingung...ini pertama kalinya seseorang sedikit membentaknya, dan ironisnya itu adalah Alea...pria itu akhirnya tersenyum,....


''Alea sayang, sebenarnya aku tidak terlalu menyukai sarapan....''


''Mengapa....bukankah itu kebiasaan buruk kakak, kau akan sakit nanti....''


Deg!!!


Aiden membeku, sebagai seorang mafia yang paling di segani, seorang Kenan Renov selalu hidup dalam ketegangan, bergaul dengan kekerasan dan juga senjata..hal kecil seperti sarapan....ia tak pernah mendengarnya dari siapapun, tak ada yang berani memerintahnya selama ini, mendengar namanya saja mereka sangat takut...Aiden kembali menatap mata bening Alea yang polos, wanita ini membuatnya jatuh cinta saat pertama kalinya dia melihat foto Alea..itu satu-satunya foto perempuan yang ia pegang selama hidupnya..


Saat itu juga Kenan memerintahkan anak buahnya mencari jejak Alea, sementara ia melakukan operasi pengambilan organ dari tubuh Aiden yang sekarat..


Setelah berhasil sembuh, Aiden lalu mendapatkan kabar jika Alea di nikahi secara paksa oleh seorang pengusaha terkenal kaya raya bernama Darren Hugo, tentu saja dia tidak terima..


Sejak awal Alea adalah milikknya.....dan Darren merampasnya dengan kejam...Aiden bahkan tidak menghitung jika gadis yang di incarnya sudah menikah dan bahkan sekarang mencintai suaminya..


Tak ada wanita lain yang mampu menggantikan posisi Alea di hatinya, ia akan merebut Alea kembali bahkan dengan cara selicik apapun....


Kenan tidak perduli.....

__ADS_1


Kenan meletakan kopi di atas meja dan menopang tangannya di dagunya untuk menatap Alea...


''Maafkan aku.....jadi apakah itu salah..''


''Yah...jangan meminum kopi tanpa sarapan apapun, kau akan terkena sakit lambung sepertiku,....rasanya tidak enak..''


''Hahahaha....baiklah Alea...''


''Kakak harus memulai sarapan mulai dari sekarang, ganti menu makanan kakak dengan yang fres...bukankah kau harus menjagaku seumur hidupmu kakak....aku ingin kau tetap sehat...''


Deg!!!!!


''Alea.......''


''Aku akan menuliskan menu makanan untukmu kakak...lalu aku akan memberikannya kepada cheff mu..'' ucap Alea dengan ringan lalu mengambil anggur kecil dan mengigitnya...


Aiden membeku...kemudian ia pun mulai makan sarapannya....hal pertama yang di lakukannya di bawah perintah seorang Aleanora..


''Baiklah terserah kepadamu...'' ucap Aiden sambil sarapan dengan begitu terpaksa...namun ini perintah dari seorang Aleanora jadi dia harus...melakukannya...


Alea hanya tersenyum lega melihat sang kakak makan...


Dan..suara ponsel yang berdering membuat Alea menoleh dan tersenyum cerah..


Sementara....Aiden menatap tajam....


''Siapa yang menelfon sepagi ini...'' tanya Aiden dengan nada kesal..


Namun sekali lagi Alea tidak menyadarinya....


Alea berdiri lalu melangkah, dan berbicara dengan mesra di telp hingga membuat wajah Aiden merah padam...ia meletakan sarapannya dengan tidak berselera....


''Darren........'' desisnya geram..


*************************************


Alea melangkah menuju telp sambil berbicara...


Alea : Jadi kau akan pulang dua hari lagi...oh..aku senang sekali ( sambil melompat )


Darren : Aku merindukanmu sayang,....oya kau mau aku bawakan hadiah apa...


Alea memikirkan sesuatu.....


Alea : Aku ingin kau membawakan aku sebuah kotak berisi coklat, aku dengar disana penghasil coklat terbesar....


Darren : Aku akan memenuhi kamar kita dengan coklat bagaimana,.....


Alea : Aku mencintaimu Darren...


Darren : Aku juga mencintaimu sayang, tunggu aku dan jaga hatimu..


Alea : Hatiku tidak berpindah tempat, masih tetap sama..hanyalah nama Darren Hugo disana.


Darren : Aku ingin sekali menciummu Alea.


Alea : Maka pulanglah dengan cepat sayang...

__ADS_1


Alea terus berbicara, tanpa sadar jika Aiden berdiri tepat di belakangnya dan mendengar semua perkataannya yang manis untuk Darren Hugo.. pria itu mengepalkan tangannya dengan kuat....


*******************************


Mobil milik Darius memasuki halaman rumah kediaman Aidenora, pria matang yang masih tampak gagah itu keluar dari dalam mobil dengan aura bijak yang menguar...


Alea yang memang sudah menunggunya berdiri dan melangkah mendekati sang ayah mertua dan memberi hormat. meski langkahnya masih pincang..ia di dampingi Aiden di sampingnya..


Darius menatap wajah Alea dengan rindu lalu membuka tangannya lebar-lebar sehingga Alea langsung menghabur ke pelukannya...


''Putriku....bagaimana keadaanmu sayang..''


''Aku merindukanmu ayah...'' bisik Alea dengan mata yang basah...


Sedang Aiden hanya menatap dengan tatapan tidak terbaca....


''Maaf..ayah baru bissa menjemputmu Alea...''


''Aku mengerti ayah...lagi pula aku di rumah kakakku...'' bisik Alea dengan mata yang basah...


Pelukan itu terlepas, seiring Aiden yang menunduk memberi hormat..


''Tuan Darius...''


''Aiden...kau kakak yang begitu baik, aku sangat bahagia mendengar kau sigap ketika adikmu mengalami kecelakaan...''


''Tentu saja tuan Darius...'' Aiden tersenyum hangat..


Alea lalu menatap sang kakak untuk pamit,


''Aku harus pulang kakak...''


Darius memperhatikan cara Aiden menatap Alea dan menyimpannya di dalam hatinya...


''Cepat sembuh Alea....besok aku akan mengantarmu untuk mengontrol lututmu..'' ucap Aiden posesif..


''Baiklah.....aku mengerti kakak...''


Darius dan Alea lalu meninggalkan rumah besar itu dengan cepat...sedangkan Aiden masih berdiri dan mengawasi mereka...


************************


Esoknya....


Seperti yang sudah di janjikan.....pagi sekali Aiden sudah menjemput Alea untuk pergi ke rumah sakit dan mengganti perban di lututnya...


Ketika berada di parkiran, Aiden meminta Alea masuk lebih dahulu karna ada telp penting dan dia harus menerima telp itu. Alea tentu mengerti dan ia pun melangkah pergi...memasuki area rumah sakit...


Saat itulah sebuah tangan menggapainya dan menariknya ke dalam satu ruangan...


Alea terkejut...ketika menyadari siapa yang menarik tangannya..dan mengunci pintu ruangan...


''Dokter Greysa....'' desah Alea begitu terkejut..


Sedangkan dokter Greysa berdiri dengan tatan penuh ketakutan namun ia nekat...


''Nyonya Alea.....''

__ADS_1


__ADS_2