
Alana melangkah lesu memasuki apartemen dan ia kembali di kejutkan dengan Liam yang telah bersama seorang gadis lain, gadis itu tampak seusianya dan hal itu membuat Alana sedikit mengernyit...
Sedangkan Liam yang menatap Alana sontak melangkah mendekatinya, dengan Nasya di sampingnya...
''Alana....''
Pandangan Alana jatuh kepada gadis di samping Liam yang tersenyum kepadanya,..
''Siapa....''
''Aku calon istrinya Liam...''
Deg!!!
Alana menatap Liam yang kehilangan kata...preia itu mengusap kasar wajahnya, rasa bersalah kembali membungkusnya...ia datang dan di tugaskan untuk menjaga Alana namun malah dirinya sendiri yang tidak bisa menjaga dirinya..
''Apa....'' Alana tamapk syok hingga ia kehilangan kata..
Mengapa semua jadi begini...mereka baru saja datang ke negara ini namun apa yang terjadi sungguh mampu membuat Alana membeku..bagaimana mungkin Liam melakukan hal itu...''
''Calon istri....'' ulang Alana sama sekali tidak percaya...
Sedangkan Liam menatap Alana dengan tajam...
''Aku ingin kita bicara Alana...dan kau Nasya, aku akan menemuimu nanti..pulanglah...''ucap Liam dengan suara yang tegas..
Nasya menganggukan kepalanya dan melangkah meninggalkan mereka berdua sendiri sementara Alana menatap tajam ke arah Liam dan melangkah menubruk tubuh Liam dan ia pun masuk ke kamarnya..
__ADS_1
Liam mengepalkan tangannya ia pun melangkah mengikuti Alana yang menuju kamarnya..
''Alana....tunggu...'' ucap Liam dengan suara yang tegas..
Namun Alana begitu kesal entah karna apa...bagaimana bisa Liam melakukan hal sekeji itu...??
Alana membuka pintu di susul Liam di belakangnya,..
''Alana....aku ingin bicara..''
Alana berbalik dan duduk di tepi ranjang kepalanya terasa pusiing...
''Apalagi...mengapa kau bahkan tidak menjaga dirimu Liam..aku tak percaya bagaimana bisa orangtua kita mempercayakan aku kepadamu...''
Liam mendekat dan menjatuhkan diri di hadapan Alana..wajahnya tertunduk..
''Aku berani bersumpah aku pun merasa bingung Alana...aku bangun pagi ini dan menemukan gadis itu tidur di samping ranjangku...tubuh kami polos namun..aku tidak merasa melakukan hal itu Alana...aku mohon percaya kepadaku..''
''Alana...''
''Aku ingin pulang saja....aku merindukan rumah,....aku merindukan orangtua kita...aku...''
Alana mulai menangis dan Liam kemudian meraih tubuh Alana dan memeluknya...lama...pria itu membiarkan Alan menangis sesegukan di dalam pelukannya sungguh ia menjadi bingung mengapa ini semua terjadi...
''Kita akan pulang....aku berjanji padamu Alana kita akan pulang...kita akan pulang secepatnya begitu pemotretanmu selesai..aku mohon jangan menangis Alana...''
Alana menjauhkan tubuh Liam dan mengerutkan kening...
__ADS_1
''Siapa gadis itu...''
Liam menghela nafas....
''Dia adalah keponakan tuan Delvaro...''
Deg!!!!
''Keponakan tuan Delvaro...''ulang Alana sungguh merasa bingung..
Bagaimana kebetulan itu bisa terjadi...padahal mereka baru saja datang...
Liam menggenggam jemari Alana...membuat gadis itu menatap matanya..
''Aku tau usiaku bahkan di bawahmu terlalu jauh Alana...aku anak kecil seperti katamu..namun kau perlu tau satu hal kalau aku..mencintaimu..hal yang sudah kurasakan sejak kecil...Alana...aku tak mungkin menghianati perasaanku sendiri...aku...tidak mungkin melakukan hal serendah itu...tidak..''
Deg!!!
Alana membeku mendengar kata-kata Liam yang terasa lucu baginya, ia bahkan belum genap 17 tahun mau berbicara cinta..cihh....
''Kau sedang dalam usia puber jadi..aku mengerti...'' Alana tersenyum dan hendak melangkah..
Namun...
Liam menariknya kembali jatuh di ranjang....
''Aku tak akan memaksakan perasaanku..biarkan saja waktu yang akan menjawab semuanya...aku akan menyelidiki Nasya dan...Tuan Delvaro...kau tenang saja,...''
__ADS_1
Alana pun tertegun...
Anak kecil yang pintar???