Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Aku Menang


__ADS_3

Kedua pria itu akhirnya mengalah dan merelakan Alea duduk di tengah mereka karna masing-masing merasa dia punya hak yang sama terhadap Alea. sambil menunggu giliran masing-masing jemari Alea di genggam Aiden maupun Darren hingga mereka mendapat reaksi lucu dari para perawat yang kebetulan lewat atau para dokter yang kebetulan keluar dari ruang Lab.


Darren berdehem meminta perhatian Alea yang saat ini tampak sedang berbicara serius dengan Aiden, dan bisa di bayangkan adalah Darren di acuhkan...ketika ia ingin bicara, Alea selalu mengatakan tunggu karna Aiden sedang bicara...


''Apa kau gugup sayang..'' bisik Aiden mengecup punggung tangan Alea dengan lembut..


Alea kehilangan kata, ia terlalu senang di perlakukan manis oleh kakaknya jadi ia bahagia ketika kakaknya tampak sangat mencintainya...


''Aku memang gugup, aku harap kakak jangan tersinggung dengan ide untuk melakukan tes DNA ini kak....Darren hanya ingin agar semua jelas dan ia bisa lebih tenang...''


''Boleh kakak jujur jika suamimu adalah tipe pria yang tidak akan bisa percaya kepada siapapun, selain dirinya sendiri....kakak tidak bisa mengabaikan jika aku sangat marah...namun karna aku tidak berbohong maka aku sama sekali tak gentar untuk melakukan tes ini..aku harap kenyataan ini bisa membungkam mulutnya...''ucap Aiden kesal...


Alea semakin mengeratkan genggamannya pada Aiden....


''Kakak...dia adalah suamiku, adik iparmu..aku sangat berharap kalian berdua akan akur...''


''Jangan terlalu membelanya Alea..bukankah selama pernikahan dia selalu bersikap kasar...'


Wajah Alea menjadi pucat, dari mana kakaknya tau...?bukankah segala hal yang terjadi di rumah besar Darius Hugo tak akan pernah sampai keluar..?


''Kakak.....darimana kau tau...''


Aiden menyipitkan matanya......


''Aku tau segalanya Aira, aku menghabiskan seluruh hidupku untuk mencarimu sayang...aku adalah kakak kandungmu yang tidak akan pernah menyakitimu....''


''Aku sangat yakin aku sama sekali tidak memiliki keraguan kakak, namun,...Darren sudah berubah sekarang...dia mencintaiku....''


''Masih terlalu awal Alea....kau harus ingat satu hal jika, hanya saudara yang tidak akan menghianatimu...''


Alea membeku di tempat duduknya..ia meresapi betul kata-kata sang kakak, memang wajar bagi kak Aiden sdikit marah atas apa yang menimpanya..Alea hanya bisa berharap kakaknya akan melihat kejujuran Darren, kalau pria yang telah menjadi suaminya ini tak akan pernah menghianantinya...''


''Baiklah...aku tak akan membantah perkataan kakakku.....tapi aku hanya bisa memohon kepadamu kak...berikan Darren kesempatan untuk membutikan kalau dia sudah berbah...''


Aiden tersenyum..walau itu sangat terpaksa...


''Aku punya banyak waktu untuk menunggu sayang, tapi berjanjilah satu hal kepadaku...kau tidak boleh mengingkarinya...''tatap Aiden tajam....


Alea mengangguk walau sedikit ragu....


''Yah..tentu katakan saja kakak.....''


''Jika dia menyakitimu sekali lagi maka kakak akan brtindak Alea...entah kau suka atau tidak, terima atau tidak...''


''Kak Aiden....''


''Jangan lupa aku adalah kakakmu satu-satunya dan sebaliknya kau adalah adikku satu-satunya.....aku tidak akan pernah melepasmu...Alea....''


Deg!!!!!

__ADS_1


Alea membeku............


Pada saat bersamaan...seorang petugas lab keluar dari ruangan dan menatap ke arah Alea....


''Nyonya Alea Hugo...silahkan masuk lebih dahulu....''


Alea mengangguk sembari menghela nafas....ia menatap ke arah Darren yang kemudian mencium bibirnya di hadapan Aiden hingga pria itu harus memalingkan wajahnya karna tak mampu melihat adegan mesra itu..


''Aku harus pergi sayang, berjanjilah jangan bertengkar dengann kakakku...aku mohon...''


''Tentu....aku akan menahan diriku ssayang..''


''Bagus,.....''


Alea lalu menatp Aiden dengan senyuman panuh harap....


''Kakak...aku akan masuk lebih dahulu...''


''Baiklah sayangku jangan pernah gugup, kau tau benar kakak akan selalu ada untuk dirimu...''ucap Aiden dengan senyuman yang lembut...


Alea pun masuk dan kini tinggalah Darren dan juga Aiden yang berdiri saling menatap tajam....


''Aku tak sabar lagi menunggu hasilnya dan membongkar semua kebohonganmu Aiden palsu..'' ucap Darren tegas..


''Hahahah...jangan terlalu memaksakan diri Darren, kau tau benar jika...aku yang akan menang dan jika itu terjadi..bersiaplah karna hubunganmu dengan Alea akan terguncang...setidaknya aku memeperingatkanmu di awal sebelum semua itu terjadi Darren Hugo..''desis Aiden terlihat sangat tenang.....


''Yah..aku akui kau sangat percaya diri Aiden, aku juga ingin memperingatkan kau satu hal..jika tes DNA itu keluar dan menyatakan bahwa kau bukanlah kakaknya maka aku pun tidak akan tinggal diam Aiden, aku akan menghancurkan dirimu....''


''Kita hanya harus menunggu Darren Hugo...aku dengar hasil tes ini bisa di dengar dalam 3 hari...aku sarankan kau habiskan saja waktumu dengan istrimu selagi bisa karna begitu hasilnya keluar dan menyatakan aku adalah kakaknya, maka saat itulah perang di mulai antara aku denganmu Darren Hugo...''


''Baik...aku tidak sabar lagi untuk melihat hasilnya...'' balas Darren setuju.


Tak berapa lama kemudian setelah menungguh hampir beberapa menit, Alea tampak keluar dari Lab dengan senyuman cerahnya ia mendekati Aiden yang langsung memeluknya dengan erat...


''Kakak..giliranmu...''


''Baik sayang......''


Alea lalu melangkah ke arah Darren yang langsung memeluknya dengan posesif...


''Apa kau baik-baik saja di dalam...apakah itu sangat menyakitkan....''tanya Darren ingin tau...


''Tidak itu tidak menyakitkan sama sekali.....''


''Bagus...kini kita akan menunggu kakakmu....itu..''ucap Darren dengan malas..


Namun Alea mencubit lengan Darren...


''Jangan mulai lagi...dia akan sangat marah, dan aku tak bisa melawan kakakku sendiri...''

__ADS_1


Darren terkekeh dan langsung memeluk tubuh sang istri untuk menenangkan...


''Aku hanya bercanda...astaga, kau membuatku merasa bersalah...''


Alea tersenyum seketika.....lalu menatap ke arah pintu ruangan yang tertutup itu dan menghela nafas..semoga saja Aiden benar-benar adalah Aiden sang kakak...ia tak siap patah hati lagi jika hasilnya ternyata mereka tidak sedarah...


********************************


Ruangan Lab.......


Aiden melangkah ke atas ranjang untuk di ambil sample rambut, dan air li*r ia bebgitu tenang dan menatap tajam ke arah sang dokter yang akan memeriksanya...


''Silahkan berbaring tuan...''


Aiden melirik papan nama sang dokter yang bernama Dokter Greysa.....dokter wanita berusia 30 tahunan itu mengerutkan kening ketika Aiden tidak berbaring...


''Tuan,....bisakah tuan berbaring.....''


Aiden lalu mengeluarkan sebuah kotak berwarna hitam dan menatap tajam ke arah sang dokter....


''Gunakan itu sebagai samplenya dokter....''


Wajah sang dokter menjadi pucat,


''Apakah itu artinya kalian bukan saudara...''


Aiden tersenyum dengan dingin......


''Ya...aku bukan saudaranya tapi aku akan menjadikan dia milikku...karna itu lakukan saja perintahku dokter...''


Dokter Greysa menggeleng enggan...


''Bagaimana mungkin kau menginginkan aku berbuat curang...? aku tidak mau...''


Dokter Greysa bergerak mundur...namun suara dingin Aiden membuatnya membeku di tempat...


''Ngomong-ngomong...kedua anakmu dan ibumu yang lumpuh itu sedang berada dalam mobil....jika kau salah bersikap maka mereka akan mat* sekarang juga....''ucap Aiden membuat kaki dokter Greysa gemetar...


Ia membalikan tubuhnya dan menggeleng ketakutabn, mendekati Aiden dan tersungkur dengan tubuh yang lemah...


''Tuan...jangan bun*h anakku...''


''Karna itu jangan bermain main denganku dokter,..lakukan saja atau semua keluargamu akan....mat*...''


Dokter Greysa mengangguk dengan cepat...


''Aku akan melakukan perintahmu tuan Aiden....''


''Ssst...namaku bukan Aiden tapi........''

__ADS_1


Bersambung yah.......😄😄❤❤


__ADS_2