Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Akhir Yang Bahagia


__ADS_3

Genka dan Kenan tak bisa mempercayai tatapan mata mereka ketika melihat Kiano sedang berdiri dan tersenyum dengan Nasya..gadis yang mereka cari selama ini..


''Katakan kalau ini bukan mimpi.....'' ucap Genka dengan mata yang basah..


Kanaya dan Alana mendekatinya...


''Ini bukanlah mimpi bu...ini benar Nasya...''ucap Alana mengusap punggung Genka..


Betapa bahagianya Genka saat ini karna putranya berhasil menemukan kekasih yang selama ini dia cari kenyataan itu mampu membuat Genka sangat bahagia..Nasya masih memeluknya dengan erat...bagitu bahagia karna ternyata keluarga mereka sangat dekat dan bahkan hal ini tak pernah di bayangkan oleh Nasya..


''Mengapa kau malah menyembunyikan identitasmu Nasya...jika kau memakai marga Rule maka kami akan lebih mengenalimu..''ucap Genka menyesal bahkan Nasya harus hidup sebagai pelayan di rumah mereka..


''Ini memang keputusanku ibu....dan bukan salah siapapun....yang penting adalah kita di pertemukan kembali ibu....aku senang sekali..''


Kiano juga Kanaya dan Alana saling memandang dengan senyuman yang sama mereka bahagia..kini semua saudara mereka telah menemukan pasangan masing-masing dan bahagia...


Pelukan itu terlepas dan Nasya mendekati Kenan yang memegang bahunya..Kenan menatapnya dengan penuh haru..


''Ayah bahagia sekali karna akhirnya ayah punya tiga anak perempuan sekarang, dan satu cucu yang akan lahir..'' Kenan melirik Alana..sang putri pertama yang begitu di cintainya...


Nasya mengangguk...


''Terimakasih ayah..bahkan ketika ayah belum tau siapa aku..ayah masih mau menawari makan malam keluarga..hatiku bahagia ayah...terimakasih...aku tak pernah merasakan kasih sayang ibu dan ayahku jadi....aku akan melakukan yang terbaik untuk kalian..'' mata Nasya menjadi basah..ia menatap Kenan dan Genka dengan mata yang basah penuh keharuan....


mereka bertiga berpelukan dengan erat hingga yang ada hanya tangis bahagia....hanya bahagia...


**************


Pernikahan...


Pagi itu terlihat berbeda..


Alea dan Darren menatap sang putra kebanggaan Alan yang tengah memakai jass pernikahan berwarna Navy..Alan tampak gagah dan begitu tampan...


Pria itu sudah siap melangkah dalam satu babak baru kehidupannya yaitu pernikahan..hari ini adalah gilirannya merasakan kebahagiaan sekaligus tanggung jawab besar di dalam hidupnya..


Alan membalikan tubuhnya memperlihatkan senyuman terbaiknya di hadapan kedua orangtua yang begitu dia cintai...dan mencintainya..pria itu melangkah mendekati Darren dan Alea yang hanya bisa menatapnya dengan haru...


''Daddy dan Mommy...''


Alea tersenyum....ketika Alan meraih jemarinya dan mengecupnya dengan lembut,dan penuh penghormatan..

__ADS_1


''Mommy....terimakasih atas segalanya, kau adalah wanita pertama yang aku cintai....aku mencintaimu Mommy lebih dari nyawaku..kau adalah cinta pertamaku..terimakasih karna kau melakukan segalanya untukku....aku....akan menikah Mom....doa restumu adalah surga bagiku....''


Alea tak mampu menahan airmatanya, ia mengangguk tentu saja..jangan di tanya tentang cinta seorang ibu pada anaknya..yang pasti seorang ibu mampu menahan seribu panah tajam demi melindungi anaknya bahkan menukar nyawa....


Mengenang kembali ketika ia melahirkan Alan dan Alana dengan penuh perjuangan membuat Alea tak mampu menahan rasa sedih dan bahagianya....


''Taukah kau jika kau dan Alana adalah segalanya bagi Mommy....kita sudah melewati banyak hal Alan...terimakasih karna kau juga mengajarkan pada Mommy apa arti kekuatan dan kesabaran....Mommy sangat-sangat mencintaimu anakku....Mommy sangat merestuimu....Mommy juga bangga padamu...sangat bangga..berbahagialah bersama istrimu dan Mommy akan terus mendampingimu sampai batas usia Mommy....''isak Alea yang membuat ruangan itu di liputi keharuan..


Alan lalu meraih Alea dalam pelukan....bagaimanapun kisah pahit dan manis telah di lewati Alan bersama sang mommy yang ia cintai..dan semua kesedihan itu sudah berlalu..


''Aku mencintaimu Mom...''


''Mommy juga mencintaimu Nak...sangat mencintaimu...''


Alan lalu melepaskan pelukannya dan kini ia memandang kepada sang ayah Darren...pria yang sangat berarti untuknya..yang telah menebus kesalahannya dengan sangat berani dan manis..


Langkah Alan terhenti ketika sampai di hadapan sang Daddy Darren, keduanya bertatapan dengan begitu dalam...


''Daddy....''


Darren pun membuka tangannya lebar-lebar dan membiarkan putranya singgah di pelukannya..


Deg!!!!


''Akhirnya hari ini datang juga Alan.....'


''Daddy dan Mommy adalah panutanku, Daddy...terimakasih untuk segalanya..betapa aku bangga memanggilmu Daddyku...aku sangat mencintaimu Dad....''ucap Alan penuh keharuan..


Darren pun tak mampu menahan segala haru di dadanya, matanya basah ketika ingatan ketika pertama kalinya bertemu Alan di usia 4 tahun dan pria kecil ini menatapnya tajam...


Darren pernah membuat kesalahan besar dalam hidupnya dan kenyataan itu membuatnya tak berhenti merasa bersalah..dan bertekad menyerahkan hidup jiwa dan raga bagi keluarganya..


Darren bangga karna baik Alan dan Alana tumbuh menjadi anak-anaknya yang sukses dan membuat ia dan istrinya Alea bersyukur memiliki mereka..


''Daddy juga mencintaimu putraku...hiduplah dengan baik dan...berbahagialah..''


Alan melepaskan pelukannya dan membiarkan kedua orangtuanya memeluknya dengan erat..


Alan sungguh bahagia.........


************

__ADS_1


Altar suci sudah di penuhi taburan bunga-bunga indah yang menyejukan mata..


Kenan melangkah bersama sang putri Kanaya menuju altar dengan penuh kebanggaan...disana sudah berdiri Alan yang tersenyum dengan penuh haru...


Kanaya gadis yang begitu manis...awal hubungan mereka yang penuh drama, dan pertengkaran..namun cinta membuktikan kalau mereka bisa bersama, berjanji sehidup semati di hadapan Tuhan dan juga keluarga dan dunia....


Kenan menatap Alan dengan senyuman...seraya menyerahkan jemari Alana untuk di genggam Alan...


''Ayah menyerahkan putri ayah kepadamu Alan....bahagiakanlah dia,...'' ucap Kenan dengan rasa haru yang menguar...


Alan menundukan kepalanya penuh rasa hormat dan menggenggam jemari Kanaya...


''Ayah.....aku akan menjaga Kanaya dengan nyawaku....terimakasih sudah menghadirkan Kanaya untukku...''ucap Alan dengan tulus..


Kenan pun menganggukan kepalanya dengan bangga, ia menepuk pundak Alan lalu melangkah turun dari altar...


Pendeta pun mengambil alih pemberkatan pernikahan...semua doa dan harapan di panjatkan demi perjalanan rumah tangga Alan dan Kanaya ke depan...keduanya saling menatap...


Setelah semua rangkaian upacara pernikahan selesai, keduanya sudah di nyatakan Sah menjadi suami istri oleh sang Pendeta..keduanya saling menatap ketika di persilahkan untuk memberikan ciuman hangat..


Alan menatap Kanaya yang begitu cantik di hari pernikahan mereka...


''Terimakasih untuk memilihku Kanaya...aku mencintaimu....''ucap Alan lembut...


Kanaya pun terlihat sumringah....


''Terimakasih juga Alan karna sudah memilihku...aku juga sangat mencintaimu.....''


Alan pun setuju dan kemudian mendekatkan wajahnya...mengecup dahi Kanaya yang sudah menjadi istrinya..


Suara riuh tepuk tangan memenuhi ruangan itu...semua keluarga tampak sangat bahagia dan haru menyadari Alan dan Kanaya tampak bahagia....


Sementara itu Darren dan Alea..juga Kenan dan Genka saling memandang dengan airmata yang menetes...


Akhirnya...impian mereka menyatukan anak-anak mereka berhasil...tak ada yang lebih membahagiakan bagi mereka sekarang di banding melihat keluarga mereka akan semakin dekat dan tak terpisahkan...


Alan meraih Kanaya dan memeluknya...ia sungguh bahagia karna impiannya akhirnya terwujud....


''Akhirnya kau menjadi istriku......'' tatap Alan dengan bangga..


''Dann kau menjadi suamiku.....'' balas Kanaya tak mau kalah.....

__ADS_1


Keduanya saling melemparkan senyuman bahagia.......


__ADS_2