
Devan menatap Luke yang tampak tidak senang dengan ucapan Safia...dan berdehem..
''Kita tak akan pergi mandi...'' ucap Luke bangkit dari tempat duduknya..
Lisa sama sekali tidak melihatnya.,.
''Safia..pinjamkan aku bikinimu...bagaimana kalau kita mandi sekarang....'' ucap Lisa berdiri...
''Aaawww....'' Lisa tanpa sadar menjerit....
Seketika itu juga tubuhnya menjadi goyah...rasa nyeri di daerah intinya membuat gadis itu mengerang hampir jatuh namun di saat yang sama Luke langsung melompat dan menahan tubuhnya...
Deg!!!
Pemandangan itu tak luput dari tatapan Devan dan Safia yang merasa heran dengan sikap Luke yang menjadi lunak dalam sekejap padahal pria ini hampir tak pernah menunjukan wajah ramahnya terutama pada Lisa...
Luke menatap tajam kepada Lisa yang sedang merintih...Luke merasa bersalah tentu saja....ia memasuki Lisa dengan kasar padahal itu pertama kalinya bagi Lisa dan saat ini yang tertinggal adalah rasa sesal...persetan dengan mata-mata entah itu benar atau salah....yang pasti Lisa sudah jujur dan Luke lah pria pertama bagi gadis yang menyentuh hatinya...
Dan Luke sudah memutuskan untuk menjadikan Lisa miliknya seorang......
__ADS_1
Lisa menatap mata Luke dan mengerutkan kening akan perubahan sikap Luke kepadanya...
''Jangan pergi...kau masih sakit....'' ucap Luke dengan pandangan tajam...
Lisa terdiam.....menurunkan pandangan pada pegangan Luke yang posesif...
Lisa kemudian tersenyum namun sesaat kemudian ia menghempaskan pegangan Luke...
''Itu bukan urusanmu..''
Lisa meringis menahan nyeri, lalu mencoba melangkah namun yang terjadi ia malah hampir terjun bebas ke lantai dan Luke kembali memegangnya kali ini...dia menggendong tubuh Lisa membawanya ke pelukan..dan tersenyum...
''Lepas....'' desis Lisa memperingatkan...
Namun Luke lalu melangkah keluar dan membawa tubuh Lisa menuju kamar, meninggalkan Devan yang membeku sambil memalingkan wajahnya...ia sangat terluka dan tak terima melihat kedekatan mereka hingga Safia mendekat dan menyentuh bahu Luke dan membuat pria itu menoleh...
''Safia....''
''Jangan memikirkannya Devan..mungkin dia memang bukan jodohmu......''
__ADS_1
Devan tersenyum dingin.....lalu menoleh kepada Safia...
''Jika dia tidak menjadi milikku maka....seorang seperti Luke juga tidak layak untuknya bukan....pria yang kejam sepertinya tidak layak mendapatkan cinta...''
Safia hanya menghela nafas....cinta memang buta...kedua pria ini sudah gila karna cinta, untung saja dia tidak terjebak dengan salah satu dari mereka...Safia hanya menggeleng....cinta tak akan menjadi prioritasnya....
Devan lalu melangkah meninggalkan ruang makan dan meninggalkan Safia yang lalu melanjutkan makannya dalam sepi...
***********
''Jangan melawanku..kau bahkan masih sakit dan tak bisa bergerak..''
Luke membawa segelas air dan meletakannya di atas meja, sementara Lisa hanya terdiam merasa aneh dengan sikap Luke...
namun dia diam saja sambil meminum segelas air...lalu berbaring di ranjang...ketika ia bergerak maka itu hanya membuatnya merasa nyeri...
Luke menarik kursi dan duduk di hadapan Lisa dan memandang gadis ini...menyadari kalau semalam Lisa sangat hebat...yah...gairah Luke sangat besar dan semalam ia menggunakan kekuatannya untuk memasuki Lisa tanpa jeda sampai Luke merasakan kepuasan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya...ia yakin tubuh Lisa ada banyak tanda cinta yang di ukir dengan bibirnya...
Luke tersenyum memandang ke arah Lisa yang sedang berbaring di ranjang dengan mata yang tertutup..
__ADS_1
Lisa adalah miliknya dan tak ada seorangpun yang bisa memisahkan mereka.....itu janji Luke....