Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Kemenangan Aiden / Kenan


__ADS_3

Darren mendekati Alea yang sedang menatapnya, menariknya agar sedikit jauh dari Aiden yang berdiri di belakang mereka, Darren menyentuh anak rambut Alea yang terlepas..Darren tak bisa membayangkan jika ia bisa mencintai Alea sebesar ini. ia bisa mencintai Alea seposesif ini hingga rasanya menyakitkan membiarkan Alea pergi sendiri meski ia pergi bersama saudara kandungnya yang sudah lama tidak di temui..jika saja ia bisa maka Darren akan menolak ide gila ini namun...


Kenyataan kalau mereka adalah saudara benar-benar mematahkan kekuatannya yang tersisa, Darren benar-benar di paksa menyerah oleh keadaan.


''Baiklah...kau boleh pergi Alea dia kakakmu, aku tak mungkin cemburu...namun bisakah kau kembali ketika makan malam tiba...aku akan menunggumu di meja makan...sampai kau pulang...jadi...aku akan makan setelah kau pulang...''


Alea menganggukan kepala dengan cepat, tentu saja..ia akan melakukan apapun untuk suaminya, sekarang Alea merasa hidupnya lengkap dan tak kekurangan kasih sayang...ia punya suami dan kakak yang sangat tampan dan akan selalu melindunginya...


Alea membiarkan suaminya memeluk dan menciumnya di hadapan Aiden. Darren lalu mendekati Aiden dengan tatapan beku...


''Aiden...aku ingin kau membawanya pulang sebelum makan malam..'' tatap Darren dengan tajam.


Aiden tersenyum lembut...


''Tentu saja adik ipar, waktu kami akan cukup selama seharian ini..bukankan kami masih punya banyak waktu, besok dan seterusnya...'' suara Aiden menggantung...


Darren mengeraskan tatapannya, mendengar perkataan Aiden yang membuatnya panas..


''Baiklah...aku harus ke kantor sayang, nikmati waktu bersama kakakmu dan cepat pulang...''ucap Darren kembali menunduk melum** dengan singkat bibir Alea, hingga menimbulkan kilatan marah di mata Aiden yang tidak di sadari Darren...


''Baiklah..aku akan mengingat kata-katamu sayang..'' balas Alea patuh,..


Darren lalu melangkah lebih dahulu meninggalkan ruangan itu dengan sengatan nyeri di dadanya, mengapa semua jadi begini..mengapa hatinya tidak juga rela padahal mereka adalah saudara kandung...entahlah,..Darren merasa ia akan mulai terbiasa dengan perasaannya saat ini, rasa tak nyaman dan cemburu yang besar,....


Darren menekan lift dan segera pergi dari sana dengan cepat...


*************************


Kini tinggalah Aiden dan Alea sendirian, mereka aling menatap dengan perasaan hangat...Aiden mendekat, menyentuh pucak kepala Alea dengan lembut hingga Alea merasa sangat nyaman....


Alea sangat bahagia....


''Kakak...jadi kita akan kemana sekarang...''


''Bagaimana kalau ke rumah kakak, kau tau kalau kakak telah menyiapkan kamar yang bagus untukmu, setelah dari rumah kita akan ke makam orangtua kita dan lokasi kecelakaan..bagaimana..''


Alea mengangguk dengan cepat...mengulurkan tangannya hingga Aiden sedikit tak mengerti...


''Alea.......''


''Haisss....kakak sangat kaku, aku ingin menggandeng tanganmu sambil keluar...''

__ADS_1


Aiden tersenyum...


''Ah.....begitukah...'' ulangnya dengan senyuman salah tingkah..


Bagi seorang Aiden atau Kenan nama sebenarnya, ini pertama kalinya seorang wanita menggalungkan tangannya di lengannya, selama ini tak pernah ada seorang wanitapun yang berani mendekat. tentu saja sebagai predikat mafia terkejam dengan jiwa psikopat yang dingin membuat para wanita enggan mendekat karna jika dia marah maka orang yang membuatnya marah haruslah mati..tak ada tawar menawar dan Aiden tegas soal itu., ia senang berganti nama dengan nama Aiden dengan begitu identitasnya sebagai Kenan dapat di samarkan..ia beruntung karna sosok Kenan yang misterius membuatnya tak mudah di kenali.


''Yah...ayo kita pergi...'' bisik Alea dengan antusias...


Alea sangat bahagia sehingga tak mau melepaskan cengkramannya di lengan Aiden..mereka melangkah bersama dengan tetap saling menggandeng, sehingga membuat mereka jadi pusat perhatian beberapa petugas rumah sakit dan beberapa pasien yang kebetulan lewat..namun Alea sama sekali tak perduli dengan tatapan mereka...ia menemukan kakaknya setelah sekian lama..jadi Alea tidak akan membuang kesempatan sedikitpun untuk menikmati waktu berdua dengan sang kakak...


Langkah keduanya akhirnya sampai di parkiran dan menemukan Adam sudah menunggunya...


''Alea...'' ucap Adam dengan tatapan mata berbinar...


Alea ingin menghampiri Adam namun jemarinya di genggam Aiden hingga ia menolah...


''Kakak....''


''Adam adalah supriku sekarang, selalu ada batasan dalam hubungan sayang jadi....bisakah kau mengingat itu...'' ucap Aiden dengan sinar mata yang tak mampu di bantah...


Alea bisa melihat tatapan kecewa Adam dan buru-buru menganggukan kepala..


''Kami berteman kak...jadi aku tidak....''


Alea membeku, sesaat menatap ke arah Adam yang menundukan kepalanya...


''Tuan Aiden berkata benar, kita harus menjaga jarak...bagaimana kalau tuan Darren tau aku masih hidup...jika kau keceplosan bicara tentang keberadaanku...'' tatap Adam bersikap dingin..


Alea menghela nafas....


''Baiklah,....aku akan menjaga jarak..''


''Bagus sayang..masuklah...'' ucap Aiden seraya menuntun tubuh Alea masuk..sementara ia menatap tajam ke arah Adam...sebelum akhirnya ikut masuk..


Mobil itu akhirnya membawa keduanya pergi menuju rumah Aiden yang terletak cukup jauh..namun perjalanan itu tidak terasa karna Alea dan Aiden terlibat pembicaraan seru sepanjang perjalanan, seakan mereka menyatu dan cocok dalam setiap obrolan hingga Alea tak berhenti tersenyum sepanjang jalan.


Aiden memeluk Alea di sepanjang jalan, dan terus bercerita tentang hidupnya selama 14 tahun terakhir,..bagaimana ia bertahan hidup selama ini dengan tujuan mencarin Alea, dan akhirnya menemukannya ketika tak sengaja membaca sebuah artikel yang memuat tentang pernikahan seorang Aleanora dengan Darren Hugo.


Saat itulah Aiden merasa bahagia akhirnya bisa menemukan Alea yang selama ini ia cari...


Alea hanya mendengar cerita sang kakak dengan penuh rasa haru dan tak pernah berhenti bersyukur jika ia menemukan kakak kandungnya...

__ADS_1


Mobil itu akhirnya berhenti di sebuah gerbang yang tinggi, dan akhirnya masuk ke dalam sebuah halaman yang luas dan sebuah rumah besar di tengah-tengah halaman itu. mobil berhenti dan Aiden membimbing Alea keluar dari sana, dan tak sabar menunjukan rumah besar di hadapannya..


Aiden menggenggam jemari Alea dan membawanya masuk, sementara beberapa pelayan menyambut Alea dengan senyuman paling ramah sembari memebrikan minuman dingin kepadanya...


''Silahkan nona Alea....''


Alea menatap Aiden dan tersenyum....


''Minumlah sebagai penyambutan akan dirimu di rumah ini..'' bisik Aiden dengan senyuman berbinar...


Kebetulan Alea begitu haus.....


Alea tanpa ragu meneguk minuman itu sampai habis dan tenggorokannya begitu sejuk...


''Rumahnya besar sekali kakak...'' bisik Alea...


''Rumah ini adalah milikmu Alea...bagaimana kalau kakak menunjukan kamarmu di lantai atas...''


''Yah...ayo...'' ucap Alea tak sabar...


Aiden tersenyum dan membiarkan Alea menggenggam tangannya, mereka lalu menaiki lift untuk sampai lantai atas dan membawanya ke kamar...


Pintu terbuka dan Alea masuk.....


Matanya berbinar bahagia melihat seisi kamar yang begitu indah dan mirip dengan impiannya sewaktu kecil...


''Kak Aiden ini sangat indah....''jerit Alea bahagia...


Aiden tersenyum...


''Jika aku dan Darren menginap disini maka dia pasti akan senang untukku...''ucap Alea yang tidak menyadari kilatan amarah itu di mata Aiden,...


Langkah Alea terarah menuju ranjang namun, kepalanya mendadak pusing dengan rasa kantuk luar biasa yang menyerangnya....


''Mengapa ngantuk sekali.....'' desah Alea duduk di pinggir ranjang sembari mempertahankan konsentrasinya agar tetap terjaga,....


Aiden tersenyum...mendekatinya dengan tatapan tajamnya......


''Tidurlah adikku sayang.....'' Aiden menyentuh kepala Alea...


Sekejap saja...Alea tertidur di atas ranjang miliknya dan tak sadarkan diri,....

__ADS_1


Aiden tersenyum dengan misterius....


__ADS_2