
Airmata Luke menetes dengan bingung, melihat tubuh Lisa tak bergerak sedikitpun....
''Oh....Tuhan...tolonglah...Lisa aku mohon jangan membuatku takut....''
Kenan begitu terkejut dan mendekati Luke...ia menyentuh nadi Lisa yang mulai melemah...
''Luke...kita harus cepat mambawanya....''ucap Kenan dengan tegas..
''Kakak....jangan biarkan sesuatu terjadi padanya aku mohon........''
Kenan mengangguk walau ia sendiri tak yakin apa yang akan terjadi..kondisi Lisa kritis...beruntung dia selalu di temani dokter pribadi yang selalu menemaninya di setiap perjalanan...
Tubuh Lisa di bawa langsung ke pesawat dan mengenai nasib Devan dan Safia... Luke menyerahkannya kepada Cassie karna ia tak mau meninggalkan Lisa sedikitpun...
*********
Tanda vital nona Lisa melemah..''ucap dokter pribadi Kenan yang sedang memantau kondisi Lisa di atas pesawat....
Luke tersungkur menyadari Lisa terluka karna dirinya...karna dirinya..seharunya dirinyalah yang tertembak..dia lebih kuat dari Lisa..dia bisa menerima tembakan Lisa di banding Lisa yang lemah...tidak mungkin...
Luke menundukan kepalanya, rasa takut kehilangan mulai mempengaruhinya...hingga Kenan mendekatinya dan duduk di sampingnya...menyerahkan sebuah minuman di kaleng dan keduanya saling menatap...
''Kau harus tenang Luke,.....Lisa akan baik-baik saja...''
Luke mengusap wajahnya....
__ADS_1
''Apakah memang ini hukuman untukku...apakah aku akan sendirian selama hidupku kakak...? mengapa rasanya begitu menyakitkan.....mengapa rasanya sakit...'' ucap Luke dengan sangat terluka...
Kenan memeluk bahu Luke memberi kekuatan walau ia tau ini sangat berat bagi Luke yang tampak sekali hancur...Kenan masih terus menemani Luke dan mengajaknya bercerita banyak hal agar Luke tidak terlalu tenggelam dalam kesedihan...
Dan...pesawat mulai mendekati kota .....setiap detik sangat mencekam bagi Luke..ia sungguh berharap Tuhan memberinya kesempatan kedua untuk dirinya...bahagia dengan orang yang dia cintai..
**************
Pesawat akhirnya sampai di kota, dan tubuh Lisa langsung di bawa ke rumah sakit dan langsung menjalani operasi darurat..
Luke tak ingin beranjak dari sana....hanya Lisa wanita yang bisa mengerti dirinya, dengan segala kemarahannya...Lisa lah tempat pulang baginya dan Luke tak bisa hidup tanpa Lisa...
Masih di ruang operasi Luke tertunduk lesu, semua pikirannya tercurah pada Lisa...hatinya penuh harap cemas, bagaimana kalau dia tak bisa bertahan...bagimana kalau Lisa juga meninggalkannya seperti ibunya, dan juga sarah karna dosanya...??
Hingga seseorang muncul dan membuatnya menoleh...
Deg!!!
Sosok Genka melangkah bersama sang kakak Kenan mendekatinya, hingga Luke berdiri...ini pertama kalinya ia berhadapan dengan Genka yang selama ini selalu ia siksa...
Luke kehilangan kata, betapa malunya dia saat ini....
Genka tersenyum...Kenan telah menceritakan segalanya...sesungguhnya ini bukan kesalahan mereka....Genka juga sudah melupakan apa yang terjadi kepadanya di masa lalu, dan memilih mengampuni Luke...lagi pula mereka adalah keluarga benar-benar keluarga....
''Genka.........''
__ADS_1
Genka lalu tersenyum dengan mata berkaca-kaca, sementara Kenan mengangguk memberi mereka waktu untuk berdamai..
''Kakak....haruskah aku memanggilmu kakak...kau sekarang adik iparku...'' ucap Genka mencoab mencairkan kesedihan di wajah Luke yang terlihat jelas kalau dia sangat sedih..
Luke mengangguk dan mengusap wajahnya..
''Maafkan aku...Genka...aku sungguh minta maaf...atas semua...''
''Aku sudah melupakan semuanya Luke...mari kita menatap masa depan saja..kau adalah adik iparku sekrang...dan percayalah Lisa akan baik-baik saja...''
Luke tersenyum..
''Terimakasih Genka...terimakasih, kau sangat baik....''
Luke akhirnya memeluk tubuh Genka sebagai permintaan maafnya...sementara Kenan hanya menatap haru kini tinggal Darren dan Alea...apakah mereka mau memaafkan Luke...??
Disaat yang sama pintu ruang operasi terbuka...dokter yang mengoperasi Lisa keluar dari ruangan itu dengan kerutan di dahinya,....
Luke mendekati sang dokter begitu juga Kenan dan Genka..
''Bagaimana dokter..''
Dokter menghela nafas...
''Aku harus mengatakan kalau pasien telah..........''
__ADS_1