Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Penyesalan Darius


__ADS_3

Darren merenung di dalam kamarnya, sembari mengingat lagi pembicaraannya dengan sang ayah tadi siang..


#FlasbackOn#


Darren menuruni tangga hari ini, sudah waktunya ia menjemput Alea, sebenarnya Darren ingin menyiksa Alea lebih lama untuk naik taxi atau bersama supirnya namun, hatinya tak bisa menerima kalau membiarkan Alea di luar kendalinya, Darren merasa tidak tenang jika Alea keluar dari jangkauan matanya, meski ia membenci Alea namun ia merasa tak bisa terlalu lama membiarkan wanita itu tanpa kabar, atau dia akan gila...


Darren berpapasan sengan sang ayah ketika Darius ingin menaiki lift...mereka saling beradu pandangan..


''Darren...mengenai perjanjian kerjasama kita dengan perusahaan S, salinannya telah di kerjakan oleh Linda sekertarisku, bisakah kau melihatnya sebelum keputusan final nanti...'' pinta Darius..


Dan Darren pun menganggukan kepala..


''Aku akan memeriksanya ayah..'' ucap Darren lalu melangkah melewati Darius..


''Ehm..kau mau kemana Darren...''tanya Darius menoleh..


''Menjemput Alea...aku tak ingin dia berkeliaran di luar kampus, aku bisa menghukumnya....''


Darius memutuskan ia tidak bisa lagi membiarklan Darren bersikap kejam kepada Alea...setidaknya ia bisa menebus dosa di masa lalunya..


''Darren...mengenai Alea...ayah ingin bicara...''ucap Darrius lalu melangkah lebih dahulu menuju taman..


Darren hanya mengikutinya dari belakang.......seraya menebak, apa yang ingin ayah bicarakan mengenai Alea...??


sepasang ayah dan anak itu duduk saling berhadapan di taman dengan tatapan tajam, Darren melirik jam di tangannya sembari menatap Darius..


''Ayah..aku tak punya banyak waktu, aku banyak pekerjaan setalh menjemput Alea...''ucap Darren dengan gusar..


Darius menatap Darren dengan sedikit penyesalan di wajahnya,


''Taukah kau Darren di antara kau dan Erland hanya kau yang memarisi segalanya dariku, ambisi, kekuasan, dan juga hasrat...''


''Ayah,.....''


Termasuk tentang Alea,...''


Kali ini Darren menoleh...


''Apa maksud ayah....''


Darius menghela nafas,.....


''Aku ingin mengatakan kepadamu Darren bahwa kau tidak perlu menyalahkan Alea atas apa yang terjadi di masa lalu.....sebenarnya, aku dan ibumu...sepenuhnya adalah kesalahanku...aku terlalu menekannya dengan hasratku yang sangat besar, selalu menyiksanya di setiap penyatuan kami di tempat tidur...hal itu membuat Paula menjadi depresi....

__ADS_1


Darius tertawa dengan rasa sakit yang tergambar jelas, hal itu membuat Darren menatp ayahnya tanpa berkedip.....Darius melanjutkan...


Setiap aku pulang maka aku akan selalu meminta hakku sebagai suami di tempat tidur tak perduli betapa lelahnya Paula mengurusmu dan Erland. namun ia tetap tegar demi kalian berdua...aku selalu sibuk di luar dan ketika pulang aku tak pernah perduli perasaan Paula, aku membuatnya seperti binatang yang tidak bernilai sampai akhirnya Paula pergi dan bertemu dengan mantan kekasihnya Robert...mereka menjalin hubungan dan kau tau apa yang terjadi..? bukan hanya keluarga kita yang hancur namun keluarga Robert juga hancur....''


Darren benar-benar syok mendengar pengakuan sang ayah sampai matanya memerah dengan rasa sakit...ia menatap Darius..


''Ayah telah menyiksa ibu....'' ucap Darren menggertakan giginya...


Darius menyadari tatapan marah Darren kepadanya..pria itu mengangguk..


''Dan kau tau Darren, aku melihat rumah tanggaku seperti rumah tanggamu sekarang....''


''Apa maksud ayah....aku tidak sepertimu...''


''Di dalam darahmu mengalir darah seorang Darius, dan mau tidak mau..suka atu tidak, sifatku menurun kepadamu Darren...''


Darren membeku...ia mengerang...


Darius mendekat....


''Jika kau tidak segera merubah sifatmu maka kau akan kehilangan Alea...tentu aku tau punya banyak wanita,...tapi aku yakin Darren...jauh di dalam hatimu kau sudah terikat dengan Alea...''


Darren tak mampu berkata apapun dan hanya diam saja memandang sang ayah dengan tatapan tak terbaca. bagaimana mungkin ayah yang selama ini dia bela adalah penjahat dn malah ia menyiksa Alea yang sebenarnya adalah koran sama seperti dirinya...?


Darius tersenyum dan menepuk bahu Darren sekaligus menariknya dari lamunan,


''Perbaiki hubunganmu dengan istrimu Darren, jujur ayah sangat menyayanginya dan ayah tidak rela kau menyakitinya...''


Darren menatap Darius yang tampak serius..


''Ayah,.....''


''Alea sudah tidak punya siapapun di dunia ini selain kita sebagai keluarganya terutama kau sebagai suaminya...ayah ingin kau tau jika aku sangat merestui hubungan kalian, Alea sudah seperti anakku dan bukan menantuku...bahagiakan dia Darren, jangan pernah membiarkan peristiwa ayah dan ibu yang buruk dulu akan mengulang di dalam rumah tanggamu, kau tentu tak ingin anak-anakmu kelak mengalami semua seperti yang kau dan Erland alami bukan...''


Deg!!!!


Darren menatap Darius......


''Ayah minta maaf atas semua yang ayah lakukan di masa lalu Darren, dan saat ini Ayah hanya ingin hidup tenang...''ucap Darius lalu melangkah...


''Ayah....''


''Humm.....''

__ADS_1


''Aku yakin kau tau benar dimana Tiara.....''ucap Darren menoleh..


Darius tersenyum dan menatap Darren...


''Tiara milikku Darren, sebentar lagi mungkin dia akan menjadi ibu tirimu..bisakah kau bersikap hormat...''


Darren melebarkan matanya dengan ekspresi terkejut...namun ia tersenyum melihat sang ayah melangkah ringan menuju rumah besar itu sedangkan Darren kembali terdiam di tempatnya...''


Apakah...akan terlihat aneh jika dia tiba-tiba merubah sikapnya..? ALea akan berpikir dia labil, yah...Darren akan secara pelan mengubah sikapnya...tentu ia tak ingin kehilangan Alea apalagi melepaskannya...Darren menggelengkan kepalanya tegas...ia harus menjemput Alea sekarang...


Darren bangkit dari tempat duduk dengan langkah yang ringan, ia lalu melangkah menuju mobil, untuk menjemput Alea istrinya...


#FlasbackOff#


Darren berdehem ketika ia mendengar bunyi gagang pintu yang terbuka, mengapa ia merasa gugup menyadari Alea mulai mendekat..? Darren mengeraskan tatapannya, berusaha bersikap sedingin mungkin.


Alea masuk dengan membawa secangkir kopi dan beberapa kue kecil..ia menatap Darren dari belakang dan merasa takut....bagaimana kalau Darren masih marah dan akan menyiksanya...??


''Ehmm...Darren, apakah ka..kau...ingin minum kopi....''


Darren menoleh dan mendapati jemari Alea gemetar hanya dengan tatapannya, dan Darren menebak jika ia membentak maka Alea akan pingsan...


''Letakan di meja Alea....''


Alea mengangguk lalu meletakan nampan itu di atas meja dan duduk disana...ia menatap Darren.


''Darren....''


''Hmm...........''


''Maafkan aku...tadi aku sebenarnya.....''


Alea membeku ketika Darren menarik tubuhnya untuk jatuh ke dalam pelukannya....


Hening, ketika nafas mereka yang hangat saling menyapa...Darren menaikan sudut bibirnya dan mendekatkan wajahnya.....


''Alea.....kau adalah istriku kan...''


''Yah.......'' balas Alea gugup....


Darren kembali tersenyum.......bibirnya mendekat, dan melirik bibir merah muda Alea.....telunjuknya menyentuh permukaan bibir Alea...membuat Alea mengernyit...


''Kau adalah milikku Alea.....'' desisnya dengan posesif......

__ADS_1


__ADS_2