Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Salah paham


__ADS_3

Ola melebarkan matanya, berjuta ekspresi di tujukannya di wajahnya...


Tengah malam...


Berada di kamar pria yang pernah di gilainya, sementara ada foto dirinya dinding kamar yang tersenyum seolah menangkap basah dirinya...tidak mungkin dia menyerah sekarang bukan,...?


Ola berdehem ketika bibir Lukas hampir menyentuh bibirnya...


''Kau baru saja sembuh....jangan memikirkan hal lain dulu, aku sangat haus..'' ucap Ola menghindar dari ciuman Lukas dan gadis itu pun pergi dari sana keluar dari kamar dengan jantung yang berdebar pelan...


Setelah minum air..Ola kembali ke kamar dan tanpa di sangka Lukas sedang menunggunya...


''Istirahatlah....''


''Baiklah.....lalu bagaimana denganmu Lukas...''


''Aku akan tidur di sofa..''pria itu hendak melangkah namun Ola mmalingan wajahnya menatap Lukas..


''Kau masih sakit, bagaimana kalau kita berbagi ranjang saja...''


Deg!!!


Lukas menoleh.......


''Apakah tidak masalah bagimu.....''


''Yah.....kita hanya berbaring di ranjang dan tidak melakukan apapun....''


Lukas mengangguk lalu keduanya melangkah ke ranjang..Lukas lebih dahulu berbaring sementara Ola masih berdiri dengan kecanggungan yang menyiksa...Lukas membuka mata menyadari Ola belum naik ke atas ranjang...


''Ola......''


''Yah...aku akan naik......''


Ola lalu naik ke atas ranjang dan tanpa di duganya, Lukas malah menariknya untuk tertidur di dalam pelukannya...


Deg!!!!


Jantung Ola berdebar, ia menoleh dan membeku melihat tatapan tajam Lukas kepadanya....


''Tidurlah,...''


''Lalu mengapa kau juga tidak tidur..''bisik Lukas tersenyum..


Ola semakin gugup......ya ampun ketika Lukas tersenyum dia sangat tampan.....


''Aku......''

__ADS_1


Jemari Lukas naik dan mulai menyentuh permukaan wajah Ola yang mulus, dan mengelusnya lembut..


Ola sampai memejamkan matanya untuk tertidur, sementara pria itu tersenyum, betapa ia mencintai gadis ini dan benar-benar berharap Ola bahagia...dan Ola pun terlelap karna terlalu lelah...Lukas segera meraih tubuh Ola ke dalam pelukannya dan hanya mendekapnya lalu ia pun tertidur...


**********


Ola bangun sudah siang hari, ia lalu mulai memasak dan membersihkan ruangan Apartemen Lukas dengan cepat lalu memesan makanan untuk Lukas sehingga memastikan pria itu tidak kelaparan..setelah selesai Ola masuk ke kamar mandi...


Namun karna terlalu buru-buru ingin pulang...Ola tidak membawa apapun masuk ke dalam kamar mandi..sementara Lukas sedang menelfon di ruang tamu...


Setelah aktifitas mandinya selesai...Ola pun merasa bingung, sementara hanya ada handuk kecil milik Lukas disana,...dengan cepat Ola memakainya meski handuk itu sangat pendek dan memperlihatkan lekuk tubuhnya dan dadanya namun tak ada apapun dan Ola tak punya waktu....ia pun keluar dari sana...


Ketika ia hendak memakai pakaiannya ponsel miliknya berbunyi, gadis itu segera mengangkatnya ketika sadar itu adalah telp dari kak Erland, Ola mulai mengangkatnya dan tak menyadari kalau Lukas mendengar pembicaraan mereka, jemarinya terkepal...


Ola : Hallo....kak Erland..


Erland : Kau dimana...aku sudah berada di toko namun pintu masih tertutup..


Ola : Aku..aku sedang menginap di rumah temanku,..


Erland : (Tertawa) Baiklah aku pikir kau kemana.....


Ola : Apakah kakak membutuhkan sesuatu...


Erland : Aku ingin mengajakmu makan siang..sekaligus mengatakan sesuatu..


Ola : Makan siang, apa yang ingin kau katakan..


Ola : Rahasia..baiklah, aku akan menemuimu sekarang...


Senyum Ola menguap ketika melihat sosok Lukas masuk dengan pandangan tajam....gadis itu membeku dengan ponsel yang di matikan lebih cepat...ia menjadi gugup..


''Lukas........''


''Kau pintar juga, tuan Erland adalah pria yang kaya...kau akan mendapatkan kehormatan dan segalanya.kau dan nyonya Alea akan sejajar...''


Deg!!!


Mengapa Ola merasa kalau Lukas sedang menuduhnya sebagai gadis penggila harta..


''Apa maksudmu Lukas.....''


Pria itu berbalik dan mendekati Ola...


''Jika kau menyukainya mengapa kau memberi perhatian kepadaku......'' tatap Lukas membara...


Hening......

__ADS_1


Ola bahkan tak siap dengan jawaban itu...ia mnggeleng bingung...


Lukas semakin terlihat kecewa...


''Ataukah kau sengaja ingin mendekatiku dan membalas sakit hatimu dulu dengan mempermainkan aku...setelah aku terluka dan terlena...maka kau akan mencampakan aku begitu.......''


Lukas semakin membuat Ola tersudut..gadis itu bergerak mundur dan tubuhnya terjebak di lemari besar milik Lukas....


''Kau sedang menuduhku....''


''Apa lagi...aku ingin bertanya mengapa kau datang dan merawatku Ola apakah kau.......''


''Aku hanya balas budi....dulu kau pernah menolongku maka aku akan melakukan hal yang sama...''


Mata Ola menjadi panas ketika ia menghianati hatinya...


''Apa katamu.....''


''Aku tidak mencintaimu Lukas, dan yah...kau berkata benar dengan bilang aku pintar dan aku mengincar tuan Erland...aku sungguh-sungguh jatuh cinta kepadanya...''ucap Ola dengann suara yang tegas...


Lukas membeku, sekuat tenaga ia menahan kemarahan......beraninya Ola memperlakukannya seperti itu, beraninya Ola mempermainkan dirinya dengan kejam...Lukas sudah tak mampu lagi menahan diri..


''Kau terlalu licik Ola, kau memberi harapan kepadaku namun di saat yang sama kau tidak dapat menahan diri melihat betapa kayanya Erland Hugo..jiwa serakahmu ternyata selama ini bersembunyi di balik wajah lugumu..'' suara Lukas meninggi di tengah kamar yang dingin..


Airmata Ola menetes...


''Aku akan menjadi nyonya Hugo bukan...aku akan menjadi nyonya...aku akan menikmati semua kekayaan Erland.....''


Ola menggigit bibirnya, ia tak mengerti mengapa ia terus berbohong, ia bahkan tidak berani membayangkan jika Erland menyukainya...terlalu tinggi untuk di gapai Ola, dan dia bukan gadis penggila harta...jika Erland mungkin mengatakan cinta atau melamar....maka Ola akan menolak....dia sama sekali tak bisa menerima tuan Erland, selain status sosial mereka yang jauh...Ola tidak mencintai Erland namun mencintai Lukas...hatinya tetap sama dan tidak pernah berganti...walau ia masih merasakan luka...


Lukas tertawa ketika harga dirinya serasa jatuh sampai ke dasar ketika gadis ini, gadis yang dia kira polos tapi nyatanya gadis ini adalah gadis penggila harta yang akan melakukan apa saja demi uang...


Baiklah....bagaimana kalau ia juga mencicipi gadis munafik ini..? mungkin saja Ola sudah terbiasa melakukannya...dan ia selalu bisa menipu semua orang dengan wajah lugunya yang palsu..


Lukas mulai melonggarkan dasinya, tatapannya berubah menjadi garang hingga membuat Ola menjadi takut...


''Lukas..apa yang...kau lakukan..'' desah Ola merasa gemetar ketika pria ini dengan cepat melepas Jass berikut dasi dan kemejanya..


Lukas tersenyum dingin.......


''Aku tak akan membiarkan kau....menghancurkan keluarga Hugo...tidak akan ku biarkan kau...mempermainkan Erland..''


Usai berkata Lukas menarik ujung handuk yang di pakai Ola menariknya mendekat dengan tatapan lapar...sungguh Ola gemetar saat itu juga...


''Lukas.....tolong...''


''Bagaimana kalau aku juga mencoba tubuhmu Ola...bagaimana kalau kau bercinta denganku meski aku tidak sekaya keluarga Hugo namun aku bisa memberimu segalanya....minta banyak dariku setelah aku mendapatkanmu..''

__ADS_1


Lukas melepas handuk milik Ola dan menjatuhkannya dengan cepat...


Airmata Ola menetes..........


__ADS_2