
Ruby melebarkan matanya ketika Erland mendekatkan bibirnya dan melum**nya dengan sangat lembut dan melepaskannya,...
Mata keduanya bertemu dengan tatapan tak terbaca....
''Bagaimana rasanya...'' bisik Erland pelan....
Suasana malam yang dingin dan mengigit, daerah pegunungan yang sejuk membuat Ruby seakan di paku di tempat...menerima dengan pasrah ketika Erland berada di atasnya....
''Rasanya...biasa saja..lalu kau mengharap jawaban apa dariku Erland astaga,...aku bahkan tidak bisa merasakan apa-apa, aku bahkan tidak mencintaimu.........''
Kata-kata Ruby menguap menyadari Erland begitu tersinggung dengan ucapannya...
''Kau tidak merasakan apapun...benarkah,....''
Erland merasakan tertantang ketika Ruby menolaknya dengan begitu kejam...Erland terbakar...
Pria itu kemudian menundukan kepalanya dan kembali melum** bibir Ruby kali ini sedikit lebih kasar dan menuntut hingga Ruby hanya bisa meronta namun tak bisa, melepaskan diri dari cengkraman Erland yang begitu kuat di atasnya...
Gadis itu berusaha melepaskan diri ketika tangan Erland bergerak naik dan menurunkan dress panjang Ruby sampai ke pinggang, matanya membara ketika menyadari kalau tubuh Ruby begitu sempurna di balik dresnya, bra berwarna hitam itu tampak begitu penuh membungkus pa yu da ra Ruby yang sedikit lebih besar,...
Erland melepaskan ciumannya dan menurunkan pandangan pada keindahan dada Ruby yang menggoda,...
Ruby mengerang segera menutup pa yu da ra nya dari pandangan mata Erland yang panas...
''Erland kau sudah berjanji........'' jerit Ruby memberi peringatan...
Erland hanya tersenyum dingin...bibirnya berpindah dan menjil*ti leher jenjang Ruby dengan panas...lalu memberi kecupan hangat..
''Aaarrrgghhtt......'' erangan lolos dari bibir Ruby dan membuanya kehilangan fokus, semula ia melindungi pa yu da ra nya dengan kedua tangannya namun entah sejak kapan..
Jemarinya malah meremas sprei di sebelahnya dan mengerang nikmat,...ketika bibir Erland terus bergerak turun menjil*ti permukaan dada Ruby dan meninggalkan jejak basah yang nikmat...
Ruby membeku ketika tiba-tiba saja pengait bra nya terlepas dan pa yu da ra nya terbuka lebar di depan mata Erland, tanpa menunggu Erlan mendekatkan bibirnya..mengecup put*ng pa yu da ra Ruby yang masih perawan dan tak tersentuh dan mulai memainkannya dengan lidahnya membuat permukaan itu mengeras dan membuat Erland semakin gemas...
__ADS_1
''Erland jangan....'
''Kau harus terbiasa dengan permainanku sayang,...nikmatilah dan tenang Ruby..'' bisik Erland kembali tertarik dengan kedua pa yu da ra ranum itu dan mulai menggodanya..
Lidahnya kembali bermain di antara kedua put*ng pa yu da ra Ruby dan membawanya mendekat ke arah bibirnya yang siap memberi kenikmatan ganda kepada Ruby...
Dan tubuh Ruby menggeliat ketika kedua put*ng pa yu da ra nya di jil*t habis oleh Erland, ia seolah kehilangan kendali ketika bibir panas Erland mulai mengul** put*ng pa yu da ra nya yang mengeras, lalu menghis*pnya dan menyedotnya dengan hasrat yang membara...
Ruby benar-benar telah mati rasa, otaknya seakan membeku tidak menginjinkan sinyal penolakan masuk, sepenuhnya..tubuh Ruby telah di kuasai Erlan...
Dalam sekejap entah sejak kapan keduanya sudah polos, Erland menuntun jemari Ruby untuk menyentuh kejant*nannya yang mengeras dan membesar di bawah tubuhnya..
Erland sama sekali tidak memberi Ruby jejak waktu untuk berpikir, ia terus menyerang Ruby dengan sengatan kenikmatan yang membuat Ruby lengah dan tidak sadar jika mereka telah melakukan hal yang lebih jauh...
Jemari Erland bergerak turun menyentuh milik Ruby dan mulai memasukan jarinya dan menggoda milik Ruby dengan tangan..
Terlalu basah dan nikmat dan Erland semakin terbakar...sementara jemarinya menyentuh milik Ruby, bibirnya terus melum** bibir Ruby..
Terlalu indah namun panas...Ruby benar-benar sudah menyerah di dalam gairah hingga suara erangan nikmat tampak keluar dari bibirnya,....membiarkan Erland menyentuhnya dengan posesif...
Pria itu segera baik dan memutuskan memasuki Ruby,tubuhnya sudah sangat kesakitan di bawah sana...
Ketika Ruby mulai merasakan sesuau yang besar berdesak di miliknya..ia menjadi panik namun tidak lama..
Erland kembali mencumbu kedua pa yu da ra nya hingga ia pun mulai tidak fokus..
Bibir Erlan kembali menghis*p memberi jejak tanda kepemilikannya disana di pa yu da ra Ruby yang memerah,,tubuh Ruby kembali bergetar...terlalu nikmat untuk di tanggungnya hingga ia merasakan pusing...
Namun di tengah kenikmatan itu, Ruby seakan di kejutkan ketika sesuatu yang besar dan keras bergerak menembus miliknya dengan begitu kasar dan posesif...
Ruby mengerang, airmatanya menetes ketika miliknya seakan terkoyak, rasanya sangat menyakitkan hingga ia meronta dan saat itulah ia sadaar kalau Erland memasukinya..airmata Ruby menetes hancur ketika...
Erland menatapnya dengan sorot mata kemenangan yang begitu nyata hingga Ruby merasa sesak nafas...
__ADS_1
''Tidak....Erland...ini sangat menyakitkan...lepaskan aku...lepas....'' jerit Ruby mulai meneteskan airmata....
''Kau adalah milikku Ruby, kau dengar itu...dengan ini kau adalah milikku dan tidak ada seorangpun yang bisa merebutmu termasuk kekasihmu....maafkan aku Ruby..aku tak bisa mundur lagi.''
''Tidak..aku mohon...Erland, rasanya sakit..'' isak Ruby seperti ingin pingsan.....
Erland tersenyum sembari mengecup bibir Ruby untuk membungkamnya...
sementara ia belum bergerak dari tubuh Ruby yang begitu hangat mencengkram miliknya dengan penuh kenikmatan yang kuat...
''Kau akan baik-baik saja Ruby...kau akan baik-baik saja.....''bisik Erland mulai membujuk..
Namun tetap saja Ruby masih terlalu syok walau pria ini terus membujuknya...
dan ketika Erland mulai menggerakan tubuhnya ia mulai merasakan sensasi aneh yang lain, ketika tubuh Erland bergerak memacunya Ruby hanya mampu merintih...ketika rasa sakit itu mulai memudar di ganti rasa nikmat yang lain yang belum pernah ia alami seumur hidupnya...saat itulah mata keduanya bertemu masing-masing dengan perasaannya..
Hening....ketika Erland mendekatkan wajahnya dan tersenyum....
''Ruby.....setelah ini kita tak akan pernah terpisah aku berjanji...'' bisik Erland mulai bergerak membawa tubuh Ruby menjelajahi kenikmatan yang begitu kuat mencengkramnya...
Deg!!!!!!!
*************
Alea seperti kehilangan akal, apa yang harus ia lakukan lagi, ia ingin mengatakan semuanya kepada Darren namun, tetap saja suaminya sangat percaya kepada Luke bahkan mulai sering menghabiskan waktu dengan Luke..
Seperti hari ini..Alea turun dari tangga ia memilih tangga karna biasanya Luke menggunakan lift untuk turun jadi Alea memutuskan menghindar dari pria itu..apalagi Darren sedang berada di kantor,
Satu demi satu tangga di lewati Alea hingga akhirnya ia sampai di lantai dua..dan di saat yang sama, pintu lift terbuka...
Dan menampakan Luke berdiri dengan senyuman dinginnya...
''Alea....'' pria itu tersenyum dengan sangat manislalu melangkah keluar lift..
__ADS_1
Sementara.....
Alea mengepalkan tangannya.......