
Alana menoleh dan mengerutkan keningnya..
''Liam...tapi..''
''Sebentar saja...aku ingin bicara...'' suara Liam merendah...
Dan Alana akhirnya mengangguk, keduanya melangkah bersama ke arah taman dan duduk disana..
Liam berdehem...
''Aku ingin mengajukan diri Alana...''
Alana seketika menoleh.
''Mengajukan diri untuk apa..''
Liam menghela nafas....
''Kau tidak tau sama sekali tentang negara P...sedangkan aku sering kesana bersama papa..jadi Alana..aku ingin menemanimu melakukan pemotretan itu...aku berjanji tak akan mengganggu..''
Alana tertawa.........
''Kau tak perlu ikut Liam..karna kekasihku Rafael akan ikut denganku...''
''Tapi Daddy dan Mommy tak akan mengijinkan kau pergi apalagi hanya dengan pacarmu itu Alan...''
__ADS_1
''Dan kau pikir mereka akan setuju kalau kau ikut,....''
Liam mengangguk dengan keyakinan...
''Aku anak Luke West,...kita adalah keluarga, aku yakin Daddy tak akan berpikir dua kali jika kau mengajukanku..''
''Aku masih punya pilihan Alan, Kenzo atau...paman David...''
Liam tersenyum dan mendekat...
''Apa kau takut padaku Alana,.....kalau paman David dia sedang membantu Alan di perusahaan jadi mereka berdua tidak bisa ikut..Kenzo..dia baru saja melakukan kesalahan besar dan Ayah Kenan sedang menghukumnya untuk belajar lebih lagi tentang perusahaan...Kenzo tak bisa menemanimu dan satu-satunya anak yang tidak pernah membuat masalah adalah aku Liam West...aku sangat bersih dan di percaya,...bahkan oleh Daddy Darren..''
Liam mulai membuat Alana goyah...tentu saja..jika Alana pergi bersama Rafael maka Daddy tak akan menginjinkan....dan kalau Alana menolak tawaran itu maka karir modelnya selesai....padahal ini satu-satunya kesempatan untuknya bisa membuktikan dirinya sebagai model internal..
''Ehm...tapi apakah kau bisa meyakinkan mereka para orangtua...aku yakin...''
Liam menaikan sudut bibirnya...
''Serahkan semuanya kepadaku Alana..namun aku punya satu syarat untukmu..''
''Syarat apalagi...'' mata Alana melotot protes...
''Kau harus memanggilku kakak...aku adalah kakakmu dan disana kau harus ikut semua aturanku...itu adalah negara dengan tingkat kriminal lumayan tinggi apalagi bagi para wanita....apa kau bersedia...''
''Aku yang lebih kakak..kita selisih 6 tahun...''
__ADS_1
''Tapi dari segi wajah...kau seperti adikku saja...kau sangat manis dan imut...''
''Haiisss...kau mulai menggoda wanita lebih tua...baiklah..kau kakakku puas...jangan lupa minta ijin pada Daddy dan aku menunggu kabar darimu...''
''Baiklah.....serahkan kepadaku...Alana sayang..''
Alana bangkit dari tempat duduk dan melangkah meninggalkan Liam yang menyandarkan tubuhnya di kursi taman..
Alana......betapa aku menginginkanmu sejak lama..kau cinta pertama dan terakhirku... desah Liam sembari memandang bintang malam....
Liam memejamkan matanya...dia adalah pria yang sangat pintar, IQ nya di atas rata-rata..ia pandai membaca situasi bisnis, intuisinya juga kuat..tak heran jika sang Ayah Luke ingin Liam belajar berbisnis dari Daddy Darren..
Perusahaan D.........
Liam pernah mendengar tentang perusahaan itu namun hanya selingan ketika ia dan papa ke luar negri..
Perusahaan itu sedikit misterius..karna baru saja di dirikan dan langsung menjadi viral karna desain Perhiasannya yang unik..dan insting Liam untuk melindungi Alana muncul tiba-tiba entah mengapa..
Ia ingin memastikan Alana akan aman dimanapun dia berada...dan Liam akan selalu berada di sisihnya..
Pria itu mengambil ponselnya untuk menelfon asistennya..
Aku perlu bantuanmu, bisakah kau menyelidiki perusahaan D untukku...?? ucap Liam tegas,....
Meski Liam masih muda namun..aura Mafia sudah terlihat dalam sikapnya..dia terlihat jauh lebih dewasa dari umurnya...dari segi pemikiran......
__ADS_1