
Darren mendapat tugas selama seminggu ke luar negri untuk meninjau lokasi proyek pekerjaannya, seharusnya sang ayah Darius yang harus pergi, namun itu tak mungkin karna Tiara sedang hamil dan tak mungkin baginya membiarkan sang ayah yang pergi. jadi untuk sementara Darren harus meninggalkan Alea sendirian, hanya selama seminggu namun bagi Alea itu sudah sangat lama. karna itu artinya dia akan sendirian menghadapi sosok Aiden sendiri..
''Kau harus berhati-hati tanpa aku sayang, jangan keluar sendirian selama aku tak ada, minta tolong kakakmu Aiden atau supir atau Erland jika kau terpaksa keluar rumah, dan berjanjilah untuk selalu memberi kabar dimanapun kau berada...apa kau bisa menjanjikan itu sayang..'' Darren mengusap wajah Alea dengan lembut seraya mengecup dahi istrinya dengan tak rela.
Alea menatap wajah Darren dengan airmata yang tertahan..mereka sedang berada di bandara sekarang. dan sebentar lagi Darren akan memasuki ruang tunggu, Alea terus memeluk tubuh suaminya seolah tak ingin terlepas..
''Aku akan menjaga diriku, dan mengenai kak Aiden aku masih ragu....''
Darren mengangguk mengerti perasaan sang istri...
''Sebenarnya aku telah menghubunginya untuk meminta pertemuan, namun karna pekerjaanku yang mendadak..kau lah yang harus bertemu dengannya sendirian Alea...''bisik Darren secara mengejutkan...
Wajah Alea memerah...
''Kau memintanya bertemu...''ulang Alea sedikit kesal..
''Maaf Alea...aku pikir dengan memintanya bertemu, kau akan memastikan tanda itu di punggungnya, ketika dia lengah kau bisa memeriksanya aku berharap dia benar-benar kakakmu sayang...'' ucap Darren mengusap pipi Alea dengan penuh rasa cinta..
Alea menganggukan kepala dengan sangat terpasa....
''Baiklah Darren, kapan pertemuan itu...''
''Besok pagi di pantai..''
''Pantai...'' ulang Alea terkejut..
''Tentu saja..dia akan membuka bajunya di pantai atau kolam namun orang seperti Aiden tak akan pernah mencoba kolam.''
Alea merasakan kegugupan dan sedikit ketakutan, yang kuat mencengkramnya...mengapa Darren menjanjikan itu, entah mengapa hati Alea menjadi cemas.
''Sayangku...'' bisik Darren menarik Alea dari lamunan..
''Yah...''
''Apakah kau takut bertemu dengannya...''
''Aku akan mengajak Erland bersamaku...semua akan baik-baik saja...''
Darren mengerutkan kening...
''Kau begitu takut padanya yah...'' wajah Darren menjadi serius..
__ADS_1
Alea menggeleng tak ingin membuat Darren cemas tentangnya..
''Cepatlah pulang jika sudah selesai semua pekerjaanmu Darren...aku rindu sekali denganmu..aku akan baik-baik saja.''
''Kau bersama Erland dirumah, dia akan menjagamu selama aku tak ada Alea....''
''Yah...aku mengerti...'' balas Alea mencoba tegar,..
Tak berapa lama kemudian, terdengar pengumuman yang mengatakan penumpang pesawat akan segera berangkaty..saat itulah Darren melepaskan pegangan Alea dan tersenyum...
''Aku harus pergi sayang....berjanjilah kau akan baik-baik saja hum...''
''Yah...aku akan baik-baik saja Darren...''
''Bagus...''
Darren lalu mendekatkan wajahnya, seraya bibirnya mendarat mulus di bibir Alea yang basah, lum*** singkat itu begitu membekas di pikiran Alea, ia akan menyimpannya jika ia sedang rindu...
Genggaman jemari mereka yang saling bertautan akhirnya terlepas dengan dramatis...ketika Darren akhirnya melepaskan tangannya dan melangkah pergi meninggalkan dirinya...
Alea tak sanggup menahan airmata ketika pria yang ia cintai masih membalikan tubuhnya dan melambaikan tangan kepadanya,...
Alea mengangguk dan terus menatap tubuh Darren hingga pria itu menghilang di balik tembok kokoh yang membatasi mereka..
Alea memejamkan matanya ketika airmata bening itu menetes juga...
''Darren.....'' desahnya dengan hati yang sedih...
Alea akhirnya membalikan tubuhnya dan melangkah dengan gontai terarah lurus menuju parkiran bandara,....seketika itu juga...Alea merasakan kepalanya berputar...ia merasa pusing melandanya dengan begitu hebat dan mampu membuat tubuhnya goyah...
Alea sampai harus berdiri dan menahan tubuhnya di badan mobil sementara jemarinya memijit dahinya. ada apa dengannya..mengapa ia merasa pusing dengan tiba-tiba...?
Alea lalu menyandarkan tubuhnya di badan mobil sementara matanya menjadi kabur dan kehilangan pegangan..sampai hampir jatuh pingsan namun sekali lagi, Alea berusaha menguatkan tubuhnya dan segera masuk ke dalam mobil.
Alea segera menghidupkan mesin mobil dan melaju pelan keluar dari arah bandara. karna memang Alea sedang pusing...maka mobil yang di kendarainya menjadi oleng dan menabrak sebuah pagar tembok yang tak jauh dari lokasi bandara..
Brugghh!!!!
Alea pun pingsan seketika itu juga.....
************************
__ADS_1
Kenan begitu terkejut mendapatkan kabar kalau Alea kecelakaan dan sekarang sedang berada di sebuah klinik di dekat bandara, saat itu Kenan sedang berada di perusahaan miliknya dan tanpa berpikir pria itu keluar dari gedung perusahaannya dan berkendara sendiri menuju Klinik di dekat bandara itu.
Sepanjang perjalanan Kenan sungguh di liputi kecemasan yang kentara, semoga semua baik-baik saja...
***************************
''Nyonya mengalami anemia, apakah waktu istriahat anda sangat sedikit nyonya...''tanya sang perawat sembari membalut kakinya yang cedera terhimpit mobil yang hancur, beruntung hanya kakinya yang cedera,...kata dokter dia harus istirahat beberapa hari dan ia akan sembuh...
Alea merasa lega....ia menatap ponselnya, sang suami Darren masih berada di dalam pesawat, ponselnya masih belum aktif...dan ia sudah mengalami hal buruk.. Alea hanya menghela nafasnya dengan berat...
Setelah membalut kaki Alea, sang perawat lalu mendatanginya dan mennyerahkan sebuah botol kecil..
''Untuk apa...''
''Kami akan memeriksa jika mungkin nyonya sedang hamil...''ucap sang perawat...
''Ya ampun aku tidak hamil, aku harus pergi sekarang...''
Alea turun dari ranjang namun perawat itu kembali menahan lengannya..
''Nyonya, kakak anda akan datang sebentar lagi untuk membantu anda pulang, lagipula dengan kondisi seperti ini anda tidak bisa berjalan sendiri tanpa bantuan orang lain..''
''Hah....''
Ditngah keterkejutannya, pintu ruangan terbuka dan menampakan sosok Aiden masuk dengan wajah yang pucat...ia terlihat sangat cemas hingga Alea membeku di tempatnya...
''Kak Aiden...'' desah Alea begitu syok...pria yang ingin ia hindari justru muncul di hadapannya..bagaimana bisa....?
Aiden mendekat memegang tubuh Alea dan meneliti kalau-kalau ada luka, pria itu memeriksa kepala, baru, tangan....dan menghela nafas,....
''Kak Aiden....'' desah Alea mengerutkan kening...
''Mengapa kau bisa kecelakaan..kau sangat ceroboh Alea....syukurlah kau tidak.....''
Aiden melebarkan matanya ketika melihat kaki Alea yang sedang di perban...matanya membulat dengan sempurna....lalu menatap ke arah perawat yang ketakutan...pria bertubuh besar itu mendekat dan menatap perawat itu dengan tajam...
''Apa yang terjadi dengan adikku..ada apa.,..''
''Nyonya...nyonya datang dengan ke adaan pingsan dan kaki yang terluka....untuk sementara kaki nyonya tak bisa normal untuk berjalan dan harus mendapat bantuan...''
''Apa...kau tak bisa menyembuhkannya begitu, apa saja kerjamu...'' suara Aiden meninggi penuh emosi dan membuat sang perawat nyaris pingsan...
__ADS_1
''Kakak.......'' jerit Alea menembus kesadaran Aiden dan pria itu menoleh tajam.....