
Ruby menatap ponselnya dan mengangkatnya ke udara, berusaha menangkap sinyal yang sangat sulit di dapat, Ruby sedikit gusar...kekasihnya akan pulang dari luar negri dan pasti sudah menghubunginya namun jika ponsel Ruby tidak aktif lalu apa yang akan di lakukannya...
Ruby memandang Erland yang sedang membujuk si cantik Alana yang sedang merajuk, Ruby tersenyum ketika Erland dengan sepenuh hati menggendong tubuh Alana dan membujuknya, dengan berbagai cara, meski Alana tipe anak yang manja dan susah di bujuk namun Erland selalu punya cara untuk menenangkan si kecil Alana, gadis kecil itu lelah bermain dan harus di gendong dalam waktu yang lama baru bisa tertidur...Ruby terus menatap ketika Erland akhirnya bisa berhasil membujuk Alana yang tertidur dalam sekejap, kalau untuk Alan..pria kecil itu sangat mandiri dan sangat mudah baginya, jika dia mengantuk maka ia akan tidur jika masih ingin main maka Alan akan main, dia tidak manja sama sekali...
Mungkin karna dia anak lelaki....Erland memutar tubuhnya dan tak sengaja menatap ke arah Ruby dan kali ini mereka saling menatap tajam..
Deg!!!!
Erland hanya menaikan sudut bibirnya sambil membawa tubuh ALan masuk ke kamar, dan meminta pengasuhnya untuk menjaganya tidur,...sementara itu Erland memeriksa si kembar Alan yang juga sudah tertidur, setelah puas memeriksa keduanya dalam keadaan aman, maka Erland melangkah pelan ghendak menemui Ruby..
Namun langkah Erland berhenti ketika ia mendengar suara Ruby sedang berbicara di telp...pria itu memutuskan untuk menguping pembicaraan Ruby..
Ruby : Sayang apakah kau sudah sampai...?
Tomi : Ya sayang, aku baru saja sampai di rumah...aku membawakan sesuatu untukmu apakah kita bisa bertemu sekarang..?
Ruby : Aaah.....itu, aku sedang berada di luar kota...
Tomi : Luar kota, bersama siapa..mengapa kau tidak memberitahuku...?
Ruby : Aku pikir kau sedang sibuk jadi aku.....
Tomi : Kapan kau pulang....?
Ruby : mungkin dua hari lagi...
Tomi : Beritau lokasinya aku akan pergi dan menemuimu....
Ruby : Tidak....aku baik-baik saja....jadi kau bisa...menungguku saja....
Ponsel lalu di matikan sepihak dan Ruby hanya memejamkan matanya....bagaimana ini...? bagaimana cara menjelaskan tentang semua ini..
Sedangkan Erland yang mendengar itu semua hanya mengepalkan tangannya sudah berkali-kali dia gagal karna ia terlalu memakai hati, kadang memang harus di butuhkan sedikit pemaksaan agar ia bisa mendapatkan miliknya...dan Erland selalu kalah selama ini dalam hal wanita,..entah mengapa..
Ruby selesai menerima telp dan melangkah namun ia begitu terkejut ketika menubruk dada bidang Erland hingga akhrinya keduanya bertatapan tajam...
Hening......
''Erland......kau....''
''Putuskan siapapun yang menjadi kekasihmu saat ini Ruby...'' desis Erland mengancam...
Deg!!!!
''Apa aku tidak salah dengar Erland, yah...mari kita selesaikan ini sekarang, Ruby bersedekap....aku minta maaf karna aku masuk ke dalam mobilmu dan sedikit membuat kekacauan...ayahku salah paham dengan hubungan kita,...tapi Erland, ayolah kita tidak saling mengenal...aku pikir kau terlalu berharap pada hubungan kita yang sebenarnya tidak memiliki masa depan..kita tidak saling mencintai....''
__ADS_1
Erland tersenyum dingin....
''Aku adalah pria yang sangat serius Ruby sayangnya dalam hubungan kita aku pun serius...orangtua kita sudah bertemu dan aku harap kau berhenti mengacaukannya atau aku akan membuatmu menyerah...''
Erlande mendekat namun Ruby jauh dari kata takut...
''Kau sedang mengancamku Erland, apa kau lupa kau dengan puas memanfaatkan Alana untuk mempermalukan aku di kampus, bahkan teman-temanku berpikir aku telah memiliki anak...''
''Bukankah kau juga melakukan hal yang sama kepadaku Ruby,....''
''Apa maksudmu...''
''Di depan ayahmu kau malah bilang kau sedang mengandung anakku, jadi aku benar-benar akan mewujudkan kata-katamu malam ini....''
Deg!!!
Tubuh Ruby bergetar...
''Erland jangan coba-coba.....''
Erland hanya tersenyum dingin....mendekati Ruby dengan tatapan nekat...
''Kita juga akan menikah bukan, tak ada salahnya melakukan itu sekarang...''
''Erland jangan coba-coba...''
''Baiklah aku tak akan mencoba namun kita bisa langsung melakukannya...''jemari Erland terangkat dan Ruby menjerit...
''Aaaku..membenci se* di luar nikah....'' ucapnya gemetar...
Erland membeku di tempatnya berdiri....
Deg!!!!!
Keduanya bertatapan tajam...
''Kau belum pernah melakukannya...'' tanya Erland begitu heran..
Mendengar hal jorok itu Ruby langsung memukul perut Erland dengan kuat....
''Jangan berpikir aku sama seperti yang lain, aku akan membunuhmu atau bunuh diri jika kau sampai melakukannya kepadaku....''
Erland kemudian tertawa dengan keras....lalu menyentuh kepala Ruby dan mengusapnya...
''Anak baik...aku suka caramu berpikir namun Ruby,....Erland menarik tubuh Ruby hingga jatuh ke dalam pelukannya...jika aku tidak memberi jejak tanda kepemilikan di tubuhmu maka aku ragu kau pasti akan cepat berpindah...apalagi kekasihmu itu.....''
__ADS_1
''Erland....apa maksudmu.....''
Erland membuka pintu kamar dan mendorong tubuh Ruby masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu...
''Kau masih mau melakukannya Erland padahal aku sudah bilang kalau aku....''
''Kita tidak akan melakukannya sekarang namun, aku harus memberi tanda di tubuhmu bahwa kau adalah milikku...''
Ruby menghela nafas...
''Bagaimana caranya, apakah aku seperti seekor sapi yang di beri cap oleh pemiliknya...'' ucap Ruby dengan polos...
"Tidak sayang kau lebih berharga namun memang sedikit mirip...aku akan memberi tanda jejakku di tubuhmu...sayang..."
"Hah...."
Erland tersenyum lalu mendekati Ruby mendorong tubuh sintal dan padat itu ke atas ranjang empuk di belakangnya dan menaikinya setengah tubuhnya...
Ruby melebarkan matanya sangat gugup.....
''Erland....''
Jemari kokoh Erland naik dan mulai membuka kancing dres Ruby sementara bibirnya mendekat...
''Erland...kita akan melakukannya setelah menikah, oh ya ampun....''
Erland terkekeh...
Lalu bibirnya mendekat dan melum** bibir Ruby dan menyesapnya...sementara jemarinya mulai membuka kancing itu satu demi satu hingga terlepas...
Ruby menghela nafas.....ia gemetar..
❤❤❤❤
Darren dan Alea, terpaksa menyudai aktifitas panasnya karna pintu kembali di ketuk dengan keras...Darren pikir itu pasti sangat penting, Alea bersembunyi di dalam selimut untuk memperbaiki piyamanya yang terbuka karna perbuatan Darren, sementara Darren keluar menemui siapapun di luar sana yang mengetuk...
Darren membuka pintu dan menemukan Luke menatapnya dengan wajah pucat...pria itu tampak sangat ketakutan...
''Darren...aku minta maaf karna mengganggumu...istriku Sarah, aku tak tau apa yang terjadi kepadanya dia.....dia...''
Darren begitu terkejut lalu tanpa menunggu pria itu lalu menutup pintu kamar dan langsung berlari menuju kamar Sarah dan Luke yang berada di lantai dua persis di bawah lantai kamarnya...menaiki Lift, Darren segera turun...
Sedangkan Luke tersenyum dan mendekati pintu kamar dan hendak membukanya...
Deg!!!!!
__ADS_1