
Luke membeku di tempatnya..sungguh ia tidak menyangka sedikitpun jika Lisa bisa tau itu dirinya....Luke menoleh dan mendapati Lisa sudah menghilang disana...di balik tembok besar itu...pria itu mengerutkan kening dan menatap lagi ke arah kolam di hadapannya dengan tatapan beku....
Mengapa kata-kata Lisa terasa menusuk hatinya...?? jemari Luke mengepal..dari sekian banyak wanita yang pernah bersamanya tak ada yang berani menatap matanya dengan gerakan menantang, semua tunduk di bawah kakinya termasuk Sandra mantan istrinya yang sudah meninggal..hanya ada dua wanita selama ini Alea dan Lisa...dua wanita itu telah berani menyentuh sisi gelap seorang Luke tanpa rasa takut sedikitpun....
Dan Lisa berbeda....ia masih bisa di dapatkan oleh Luke......jemari Luke mengepal....lalu melangkah meninggalkan tempat itu..
*********
Saatnya makan malam.....
Seperti biasa dia memperhatikan bibi Mala sedang memasak namun pikirannya terbang jauh...bagaimana kalau malam ini tuan Luke mendatanginya lagi...??
Tidak malam ini dirinya tidak akan tertidur kembali.....Lisa telah melakukan segala cara untuk tetap terjaga sepanjang malam kalau bisa..pintu juga telah ia kunci.....ia sudah minum kopi dalam jumlah banyak, kata orang minum kopi akan membuat matamu terjaga sepanjang malam....dan Lisa akan tetap terjaga.....
''Lisa.....''
Bibi Mala mengerutkan kening ketika, Lisa tidak menjawabnya namun malah melamun...
''Lisa...hey.....''
''Ya.....bibi....''
''Bawa makan malam untuk kedua tuan di ruang makan....''
Lisa mengangguk lalu pandangan matanya tertarik pada warna hitam di wajan bekas masakan bibi dan mulai menempelkannya sedikit di wajahnya, tujuannya supaya ia terlihat jorok di hadapan tuan Luke...agar pria itu tidak menginginkannya...
''Lisa apa yang kau lakukan...''
__ADS_1
''Bagaimana wajahku bibi.....''
Bibi Mala tertawa kecil..
''Kau sangat jelek....''
''Apa bibi jijik kepadaku...''
Bibi Mala tersenyum dan menggeleng...
''Kau sangat lucu, tapi kau tetap cantik...''
Lisa hanya menghela nafas...sambil mengambil makanan itu dan membawanya pergi.....dan kali ini Lisa semakin gugup karna ia tau kalau Luke sedang menatapnya tajam ketika dia melewati pintu...
Devan terkekeh melihat Lisa datang dengan wajah yang menghitam....
sementara Luke hanya diam saja namun matanya tetap memenjara mata Lisa....
Devan mengulurkan tangannya....meminta Lisa mendekat...dan Lisa menurut, sementara Luke melihat adegan romantis itu dengan dada yang panas....
Devan mengambil tisue dan menghapus jejak hitam di wajah Lisa....
''Kau sedang memasak atau bermain...ceroboh...''
Lisa tersenyum...dan dari sudut matanya ia bisa melihat Luke memalingkan wajahnya...
''Terimakasih tuan Devan....''
__ADS_1
Lisa menjauhkan tubuhnya...lalu menundukan kepalanya....dan menatap ke arah Luke yang sedang menatapnya tak terima....Lisa lalu melangkah meninggalkannya....
Luke menunduk sebentar.......kerutan di dahinya semakin dalam....
Ada apa dengan dirinya....??
''Mari kita makan Luke...''ucap Devan tersenyum.....
Luke hanya mengangguk namun pikirannya terbang jauh.......
********
Tengah malam...
Lisa berusaha kuat menahan matanya untuk tidak tertidur namun....pada akhirnya..dia tertidur....sementara....pintu terbuka dan seseorang masuk...
Luke tersenyum melihat Lisa tertidur lelap, pria itu lalu meletakan secarik kertas di dalam genggaman Lisa...sementara jemari Luke menyentuh anak rambut Lisa dan ia pun tersenyum.....tak lama sesaat kemudian Luke malangkah pergi meninggalkan kamar....
Pagi harinya...
Lisa terbangun dan membaca secarik kertas di tangannya...
Lisa....maafkan aku, aku janji kalau semalam aku tidak menyentuhmu...kau gadis manis yang pernah aku temui...
*Aku sadar siapa aku...aku hanyalah manusia pendosa yang kau ceritakan, aku penuh dengan hawa nafs* membunuh dan serakah*...
Jangan mendekatiku, dan aku juga tak akan mendekatimu.... karna kau akan terluka, entah karna aku sendiri atau masa laluku, aku lihat Devan menyukaimu...dia pria yang baik...dan aku berjanji akan segera pergi dari rumah ini agar kau tidak merasakan trauma ketika melihatku...
__ADS_1
Maafkan aku, Luke....
Lisa mengerutkan keningnya,......