
Genka dan Kenan mulai berpencar menuju kamar mandi Kenan segera membersihkan dirinya dengan kilat, namun bagi Genka ia lebih memilih bersembunyi di kamar mandi sembari membersihkan dirinya, Kenan menatap Genka sebentar dan menyentuh wajahnya dengan jemarinya...
''Tunggu disini dan berendamlah agar tubuhmu Rilex Genka..aku akan mengatasi gadis kecil itu dulu.''
Genka menganggukan kepala dengan patuh dan membuat Kenan tersenyum ia kembali mengul** bibir Genka dengan lembut lalu melepasnya..
Mata Genka berbinar....dan ia pun tersenyum...
''Aku harus pergi...'' Kenan masih mengedipkan matanya....
''Baik tuan Kenan..''
Genka menyandarkan wajahnya di pintu, mengapa hatinya berdebar...astaga....Genka memejamkan matanya...lalu dengan cepat melesat masuk...
Sementara itu Kenan berlari dengan cepat mendekati pintu dan membukanya, Kenan terkejut melihat wajah Alana yang terlihat kesal..
''Putri ayah,........'' Kenan menjatuhkan dirinya dan tersenyum kepada Alana...
Namun wajah Alana sama sekali tak bisa menyembunyikan cemberutnya..
''Mengapa ayah lama sekali membuka pintu....ckckck.....'' Alana memutar bolamatanya dengan jengah..
Kenan kehilangan kata, ketika Alan menubruk tubuhnya, Alana masuk ke dalam kamar dan Kenan hanya memejamkan tanya, hampir saja...gadis kecil ini,...pantas saja Darren dan Alea sering mengeluhkan Alana, mereka tak bisa bermesaraan karna Alana akan mengganggu..dia gadis pengacau kecil yang cantik...
Kenan mengetatkan jubah tidurnya dan memijit dahinya...sementara Alana melangkah melompat ke atas sofa..matanya berkeliling sembari berpatroli..
sedangkan Kenan mengikutinya dan tersenyum...
''Apakah Alana mau nonton tv..''
Alana menggeleng...
''Aku bukan anak kecil lagi ayah...aku tidak suka menonton televisi...'' ucap Alana masih cemberut namun ia menemukan jepit rambut milik Genka di lantai.
''Ayah..mengapa jepit rambut bibi Genka di kamar ayah...'' tanya Alana menyelidik dengan wajah menggemaskan...
Kenan tersenyum sedikit bingung...ia seperti sedang tertangkap berselingkuh saja...perasaan takut ketahuan yang unik..
''Tadi bibi Genka mengantar sarapan ke kamar ayah sayang...''
''Lalu dimana bibir sekarang..apakah ayah tau...''
Kenan menggeleng..
''Sayang biarkan ayah mengganti baju, dan ayah akan menemanimu mencari bibi Genka...''pinta Kenan sedikit memaksa...
''Baiklah...aku mau menonton tv sementara menunggu ayah disini...'' ucap Alana dengan tatapan licik..
''Tapi Alana.......''
''Cepatlah masuk ayah.....aku benar-benar tidak sabar untuk menemui bibi Genka..padahal kata pelayan tadi bibi di kamar...aneh sekali..''
''Tunggu Ayah sayang...ayah akan mengganti baju dengan cepat...''
__ADS_1
Alana mengangguk..
Sementara sang ayah memasuki kamar ganti mata Alana mulai berputar di sisi kanan dan kiri, seperti seorang detektif...Alana sungguh penasaran dimana sosok sang bibi...kata pelayan tadi bibi Genka masuk ke dalam kamar ayah....mengapa ayah bilang tidak ada....??
Alana bangkit dari kursi dan melangkah mengitari setiap sudut ruangan..mengintip di balik kursi dan juga sisi lemari besar milik sang ayah...dimana bibi Genka yah...? Alana semakin penasaran di buatnya...
Gadis kecil itu lalu tertarik ke kamar mandi dan menatap dengan tertarik, jangan-jangan bibi Genka...di dalam sana...??
Dengan langkah pelan yang terukur, Alana melangkah menuju pintun kamar mandi...namun ketika ia hendak membukanya...
Kenan sudah keluar dari balik ruang ganti..melihta Alana sudah memegang gagang pintu priat itu memucat...tubuh Genka polos di dalam sana...apa jadinya jika Alana masuk...??Kenan bahkan tidak mampu membayangkan apa yang akan terjadi...
''Sayangku...''
Kenan menyambar tubuh kecil Alana dan membawanya di dalam pelukan...hingga Alana tertawa keras...
''Ayah.......''
''Mau apa ke kamar mandi ayah sayang...''
''Mencari bibi Genka..kata pelayan bibi masuk ke kamar ayah...dan belum keluar...''
Kenan memejamkan matanya...
''Astaga ayah melupakan sesuatu bibi Genka sedang keluar rumah untuk membeli keperluannya...''
Wajah Alana menjadi sedih...
''Mengapa bibi tidak mengajakku...'' ucap Alana dengan suara yang serak..
Alana mengangguk....
''Yah.....ayo ayah...kita tunggu bibi...''
Kenan mengangguk...yah...ayo kita turun..''
Kenan membawa tubuh Alana keluar dari kamar.. dan Genka yang sedang bersembunyi merasa lega...ia pun segera keluar dari sana dan langsung menembus membuka pintu langsung ke kamar Alana...karna sekarang dia tinggal di kamar Alana sebagai pengasuh...
Genka memakai pakaian yang sedikit panjang karna ia sungguh kedinginan....dan masih berada di kamar sembari menyelimuti tubuhnya...
*******
Ketika hendak keluar kamar ia lupa bahwa ia tadi datang memakai jubah mandi milik tuan Kenan karna itu ia harus mengembalikannya..
Genka lalu kembali ke kamar Kenan dan menyimpan jubag mandinya sementara itu ia memunguti baju milikinya dan tuan Kenan yang tadi di lepas ketika mereka bercinta...Genka mulai memungutinya namun ketika hendak keluar dari sana ia sedikit terkejut ketika pintu terbuka lebar dan berdiri di hadapaannya Kenan dan Alana yang menatapnya dengan tajam..
Kenan menatap Genka dengan rasa lucu, karna Genka begitu terkejut dan menjadi pucat, ia juga tak bisa melakukan apapun karna Alan menatapnya dengan aneh...
''Tu..tuan Kenan dan Alana...'' desah Genka tersenyum aneh...
''Bibi Genka........'' jerit Alana berlari dan menghambur memeluk Genka dengan kuat sementara itu..airmatanya menetes merindukan sosok Genka...
''Sayang....'' bisik Genka melepas pakaian di tangannya dan menyambut tubuh Alana dan menggendongnya...
__ADS_1
Sementara Kenan hanya menggeleng sambil melangkah masuk..
''Dia mencarimu kemana-mana Genka...''
''Maafkan bibi ya Alana....''
''Bibi...aku takut bibi menghilang dan meninggalkan aku.....tak ada yang bermain denganku lagi...''
Genka dan Kenan saling menatap..
''Sayang.....bibi akan selalu ada disini kok...bibi tidak kemana-mana...''
''Aku mencari bibi dari tadi....aku takut sekali...''
''Maaf Alana..bibi janji tidak akan meninggalkan Alana lagi...''
Alana menatap mata Genka dan menelusurinya...
''Janji bibi...''
''Janji...'' bisik Genka menautkan jemari mereka...
Kenan hanya menatap dengan hangat...kebersamaan Alana dan juga Genka...ia tersenyum....
''Bagaimana kalau kita pergi membeli eskrim..'' ajak Kenan memecah kesunyian...
Genka dan Alana saling menatap dengan ekspresi yang sama....
''Kami mau.....'' ucap Genka lembut...
Sementara Kenan langsung meraih jaketnya lalu mereka bertiga keluar dari kamar dan turun menuju mobil..kali ini mereka bertia duduk di depan dengan Genka memanggku tubuh Alana kecil dengan sayang...
Mobilpun bergerak meninggalkan rumah...sementara....mereka saling bercanda dan tertawa...
''Ayah...telp Mommy daan bilang aku ingin menginap lagi disini please...'' pinta Alana mengiba..
Kenan tersenyum...
''Baiklah...lagipula libur sekolah masih minggu depan...''
''Yey.....terimakasih ayah...''
''Iya sayang....'' bisik Kenan membelai rambut panjang Alana...
''Oya ayah...apakah aku boleh meminta sesuatu...''
Kenan mengangguk tanpa ragu sambil fokus menyetir..Alana tersenyum licik...
''Aku ingin meminta bibi Genka ikut bersamaku pulang....bagaimana Ayah...''
Kenan begitu terkejut hingga menge-rem mendadak mobilnya....ia menoleh dengan tajam..
''Apa....'' desahnya begitu terkejut...
__ADS_1
Deg!!!!
Kenan menatap Genka dengan tidak rela...