
Luke menatap sang dokter dengan wajah yang pucat pasi.
''Dokter...apa yang terjadi..''
Dokter menghela nafasnya..
''Ada kabar baik dan kabar buruk tuan dan nyonya...''ucap sang dokter dengan sedih...
''Katakan....''
''Pasien berhasil selamat dan melewati masa kritis namun, tembakan itu mengenai rahimnya jadi....untuk dua tahun kedepan pasien tidak boleh hamil karna akan membahayakan nyawa pasien, dan jika sampai terjadi kehamilan kita harus mengugurkan kehamilannya demi ibunya...'' ucap sang dokter memberi penjelasan...
''Apa.....''
Wajah Luke begitu syok namun, bagaimana mungkin Lisa menerima ini semua...namun Luke tak bisa berbuat apapun, akhirnya ia mengangguk..hanya dua tahun...sementara Kenan menepuk pundak Luke memberi kekuatan..kepadanya...yah hanya dua tahun..
Genka memegang dadanya, kasihan sekali nasib Lisa...
''Untuk sementara kita harus merahasiakan ini darinya...jika dia sampai tau maka dia akan sedih dan syok...ucap Genka dengan mata yang basah,....dan kalian harus segera menikah Luke...dan tugasmulah agar mendampingi Lisa..dia melindungimu karna itu ia tertembak...''ucap Genka dengan airmata yang menetes...
Luke menganggukan kepala dengan patuh....
''Aku mencintainya dan aku akan mendampinginya kakak...'' ucap Luke menatap Kenan dan Genka...
Sementara Kenan menepuk pundak Luke dengan bangga..
''Aku bangga padamu...kau benar-benar adikku...''
Kenan kembali memberikan pelukan sebagai dukungan kepada adiknya...
***********
__ADS_1
Lisa membuka matanya dan langsung menatap langit kamar yang terlihat putih bersih...
''Kau sudah sadar sayang....''
Suara Luke terdengar lembut dan membuat Lisa menoleh ia langsung tersenyum..
''Luke...'' suara Lisa terdengar lemah..
''Bagaimana..apakah yang kau rasakan sayang..'' bisik Luke mengecup punggung tangan Lisa..
Lisa sedikit mengernyit...
''Perutku masih sedikit sakit...''
Luke menatap perut Lisa dan berusaha tersenyum,...
''Dokter akan memeriksamu sayang..''
Luke tersenyum sembari mengecup kening Lisa, betapa gadis ini punya hati yang lembut, bahkan di saat kesakitannya ia masih memikirkan orang lain, Lisa seperti malaikat yang dikirim Tuhan untuk menerangi hidupnya yang gelap....dan ia sungguh beruntung mendapatkan hati gadis ini...
''Aku baik-baik saja....itu semua karnamu sayang, terimakasih Lisa,....kau mau mencintai seorang pendosa sepertiku...''
Lisa menganggukan kepalanya.....
''Aku juga pendosa..kita semua adalah manusia yang berdosa, tak ada yang sempurna...kita hanya beda dalam memilih jalan dosa....Luke, aku sungguh mencintaimu....''
Hening....
Ketika mata Luke menjadi panas, hatinya sungguh tersentuh mendengar kata-kata Lisa yang menyejukan,....
''Aku berjanji akan selalu setia kepadamu...aku berjanji....dan aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu...''
__ADS_1
''Apa itu...''
''Kita akan menikah setelah kau keluar dari rumah sakit...''
Hening lagi ketika mata Lisa menjadi panas,.....airmatanya mengalir deras mendengar ucapan Luke yang manis...
Membiarkan Luke memeluk tubuhnya yang masih lemah...
''Jangan menyesal menikahiku Luke, aku mungkin akan mulai mengatur hidupmu...''bisik Lisa di sela pelukannya..
Luke terkekeh...
''Selama ini aku hidup dengan pikiranku sendiri dan hasilnya aku sangat kacau dan kali ini aku akan menyerahkah hidupku kepadamu...sayangku..'' Luke mengecup di hampir seluruh wajah dan bibir Lisa sebagai ungkapan cintanya sampai gadis itu merintih,....
''Oh...Luke....'' desah Lisa kembali memeluk perutnya...
''Awww...maafkan aku sayang....'' bisik Luke terlalu terbawa perasaan...
Luka operasinya masih basah...
Luke meletakan tubuh Lisa di ranjang dengan hati-hati....
Lisa mulai merintih lagi...
''Mengapa perutku sakit sekali Luke...'' desah Lisa tak mengerti apa yang sedang terjadi kepadanya..
Deg!!!!
Luke membeku....mendengar ucapan Lisa...pria itu mengusap wajahnya ia tidak bisa melihat kesakitan di wajah Lisa..
Ya Tuhan...dia harus bagaimana.....? batin Luke kembali menjadi bingung....
__ADS_1