
Ruby membeku di tempatnya ketika semua mata teman-temannya menatap ke arahnya dengan pandangan yang sulit di artikan, gadis kecil itu berlari ke arahnya tanpa mampu di cegah sementara Erland hanya tersenyum menang menatap Alana yang benar-benar pintar untuk mengikuti instruksinya..
''Mommy....'' ucap Alana memasang wajah imutnya..
Beberapa teman Ruby begitu terpana dengan kecantikan gadis kecil di hadapannya...merekapun menatap Ruby....
''Ruby ternyata kau sudah punya anak yang..cantik..'' ucap salah seorang gadis di sampingnya.
''Aku tidak....''
''Tidak bagaimana, itu suami dan anakmu..'' seru salah satu teman geng Ruby..
Ruby menjadi panik sendiri, sementara Alana menyipitkan matanya..
''Hey aku bukan anak Mommy Ruby..tapi sebentar lagi Mommy Ruby akan menikah dengan pamanku jadi aku juga akan jadi anaknya..'' ucap Alana dengan nada penekanan yang jelas..
Kali ini semua mata tertuju kepada Ruby, si gadis paling cantik yang mengaku tak akan menikah muda justru di ambang pernikahan..mereka bahkan mulai berbisik dengan sinis...
Sementara Ruby menjadi pasrah, semua citra yang di bangunnya hancur dalam sekejap, bahkan tidak menyisakan apapun lagi....
Ruby meraih jemari Alana dan membawanya dan menemui Erland yang sedang menunggu mereka di mobil.. sialan Erland, dia menjbak Ruby tanpa tau bagaimana caranya terlepas sekarang, bahkan seisi kampus mulai menatapnya aneh...untuk saja kekasihnya masih di luar negri dan tidak melihat semua ini..
Ketika mereka sedikit menjauh...Ruby menatap wajah Alana yang begitu cantik..Ruby terpesona....dengan kecantikan Alana lalu menundukan tubuhnya untuk sejajar dengan sosok Alana yang sedang menatapnya tajam..
''Siapa namamu sayang...''
''Alana,....namaku adalah Alana Hugo, dan paman Erland adalah paman terbaikku. dia juga tampan dia baik dan juga tidak pelit,.paman juga...''
''Baik..cukup sayang, jangan mempromosikan pamanmu seperti hendak di jual saja..apakah paman yang memintamu mengatakannya..'' ucap Ruby tersenyum...
Alana mengangguk, dan berbisik di telinga Ruby...hingga gadis itu tak tahan untuk tidak tersenyum..
''Paman bilang, dia akan mengajak kita liburan gratis...apakah Mommy Ruby mau ikut...'' bisik Alana dengan tatapan polos..
Saat itu juga Ruby tak sadar kalau Erland sudah berdiri di belakangnya, Erland meminta Alana untuk tidak mengatakan apapun tentang kedatangannya..
Ruby mengeraskan tatapannya..
''Beraninya dia...oya Alana,...tapi Mommy Ruby masih ada kelas, jika kita pergi berdua Mommy mau kok tapi jangan mengajak pamanmu..''
''Tapi mengapa tidak mengajak pamanku, dia pamanku yang tampan.''
''Tampan astaga sayang, Mommy Ruby tau dia adalah pamanmu namun sayang, dia tidak tampan sedikitpun..'' Ruby tertawa dengan keras hingga tawanya menguap ketika Erland menyentuh kedua bahunya sedikit lebih kuat..
''Jadi begitukah cara bicaramu pada calon suamimu...'' suara Erland sedikit menekan disana...
Hingga Ruby membeku,....
__ADS_1
Dan Alana hanya tertawa melihat wajah Mommy Ruby yang pucat
sementara Erland mengedipkan matanya ke arah Alana dan melemparkan senyum..
''Aku hanya bercanda Erland astaga, bukankah begitu Alana...'' lirik Ruby meminta tolong...
Alana menganggukan kepala, dia mulai menyukai Mommy Rubynya..
''Ayo paman kita pergi saja....aku sudah tak sabar lagi untuk liburan, ayolah Mommy ikut kami....''
Ruby tak bisa menolak ketika Erland menarik tangannya menuju mobil, sementara dari jauh seseorang mengambil gambar mereka dan tersenyum dingin...
************************
Ada yang berbeda di dalam toko bunga, Ola tak bisa berhenti untuk melirik pada Lukas yang sedang membantunya memindahkan bunga yang akan di rangkai, pria itu tampak serius..
''Jangan menatapku atau kau akan lebih cepat jatuh cinta...'' ucap Lukas masih memilih bunga..
Wajah Ola memerah...ia segera memalingkan wajahnya begitu malu karna kedapatan memandang Lukas...
''Ehm...kau tidak ke perusahaanmu sendiri..''
Sekedar informasi kalau Lukas kini mulai mengembangkan sebuah perusahaan di bidang komunikasi dan properti, semuanya itu di bawah bimbingan langsung dari Darren Hugo, sebagai tangan kanan seorang pembisnis kaya raya Darren juga mengajarkan Lukas bagaimana cara mengembangkan bisnis agar ia bisa berkembang dan mandiri...dan Lukas sudah punya beberapa anak perusahaan sendiri...Lukas menaikan pandangan menatap Ola yang kebetulan menatapnya...
''Aku ingin mengawasi calon istriku, lagipula belakangan ini aku sering merindukanmu....aku harus bagaimana...sayang...''
Wajah Ola merah merona namun, ia beruntung mempunyai tipe wajah yang dingin..ia segera menutupinya ketiika ada seseorang yang datang mencari bunga...
''Selamat sore....''
''Yah...selamat sore tuan..''
Pria itu terpana dengan suara lembut Ola hingga ia tersenyum...
''Aku mencari bunga untuk ibuku...bisakah kau membantuku nona..'' ucapnya penuh harap,...
Ola mengangguk...
''Baiklah..kami punya banyak koleksi bunga, bagaimana jika aku menunjukannya kepada anda..biar anda bisa memilih..''
''Kau akan menemaniku..'' tanya pria itu lagi...
''Yah..tentu saja..'' balas Ola ramah..
Namun langkahnya terhenti ketika ia menubruk dada bidang Lukas...dan menaikan tatapannya, sementara pria di depannya tak mampu menahan rasa terkejutnya melihat tatapan membunuh dari Lukas kepadanya..''
''Sayang..kau tak perlu mengantarnya memilih bunga biar aku saja yang menunjukan untuknya..''
__ADS_1
Ola membeku begitu juga sang pria yang merasa kesal, yah.ia ingin Ola, mengapa pria ini yang ingin mengantarnya...?
''Tuan tapi aku ingin bersama nona ini..''
Lukas tertawa kesal sembari menggulung kemejanya...
''Kau mau membeli bunga atau mau menggoda calon istriku...''
Ola yang merasa tidak enak langsung menahan tubuh Lukas dan menatapnya lembut...hingga amarah Lukas menguap...
''Jangan begitu Lukas please....''
''Ola...''
Ola menggeleng...ia lalu menatap pria tampan di hadapannya...dengan senyuman lembut..
''Baiklah tuan, karna bunga ini untuk seorang ibu bagaimana kalau mawar putih..aku telah merangkainya, tuan bisa melihatnya..''
Pria itu tak bisa menolak apalagi ketika Ola menatap matanya ia seperti tersihir..bagaimana bisa...??
''Baiklah...aku setuju...'' ucap pria itu mengalah..
*********************
Malam hari.......
Karna tidak hati-hati dan kurangnya pengalaman Lukas tak sengaja menyentuh duri mawar yang akhirnya merobek lengannya..ia pun akhirnya di obati oleh Ola..
Gadis itu tampak serius meniup-niup luka di tangan Lukas ketika diberi obat merah..
''Aaaarrgghh.....''
''Karna itu kau tidak punya pengalaman sama sekali, kau sangat keras kepala...''
Lukas tesenyum menikmati wajah Ola yang begitu mulus dan manis..
''Bagiku tak masalah walau duri ini harus menancap lagi di tanganku yang penting adalah...aku bisa terus ada di dekatmu Ola..''
Deg!!!!!
Mereka saling menatap dan Ola menjadi gugup...
''Selesai....kau mau istirahat sebentar...biarkan aku membuatkan teh atau kopi untukmu...''ucap Ola dengan gugup hendak beranjak...
Namun, lengan Ola di tarik hingga ia terjatuh di pangkuan Lukas..
Mata mereka bertemu........dengan pandangan yang panas......
__ADS_1
''Aku merindukanmu Ola........''
''Hah...........''