Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Cemburu


__ADS_3

Nasya menghentikan langkahnya saat itu juga sementara darah menetes dari jemarinya yang masih menggenggam tangkai mawar putih...


''Nasya.....''


Nasya menghapus airmatanya dengan cepat, tak ingin siapapun mengetahui kalau ia menangis..setelah merasa lebih baik, Nasya menoleh dan membeku melihat Bryan sahabat Kiano sedang tersenyum kepadanya...


''Hai...Nasya...''


Nasya tersenyum mencoba bersikap ramah...


''Aaah..tuan Bryan, jika ingin menemui tuan Kiano akan aku antarkan,.....''


Nasya melangkah melewati Bryan namun lengannya di cegah oleh pria itu hingga keduanya saling menatap...Bryan menggeleng...


''Sepertinya Kiano sedang sibuk dengan calon tunangannya...jadi aku memutuskan menemuimu disini...''


Bryan menurunkan pandangan kepada jemari Nasya yang penuh darah....


''Ayo...aku akan membersihkan lukamu dan mengobatinya...'' ucap Bryan dengan senyuman tegas...


Nasya tak bisa menghindar ketika pria itu menggenggam tangannya membawanya untuk membasuh darahnya, membersihkannya dan menutup lukanya dengan plester..


''Terimakasih tuan Bryan...''


''Tenang saja..aku ahli dalam membalut luka..'' ucapnya menenangkan...


Nasya mengangguk....


''Mengapa kau sampai terluka, menggenggam duri mawar sangat nekat dan menyakitkan...''tanya Bryan santai..


''Aku hanya iseng...aku ingin merasakan rasa sakit itu...''


''Kau gadis yang unik...''


''Aku anggap itu Pujian......'' Nasya tersipu,...sementara Bryan terpana....Nasya adalah gadis termanis yang tak pernah ia jumpai sebelumnya..


Keduanya tertawa, lalu terlibat pembicaraan kecil, tanpa menyadari kalau Kiano dan Alda sedang melangkah mendekati mereka...melihat kebersamaan Nasya dan juga Bryan membuat Kiano merasa tidak tahan entah mengapa...pria itu melirik Alda di sampingnya yang melangkah bersama..mengapa perasaannya berubah...melihat Alda saat ini yang ia rasakan hanya biasa...namun berbeda dengan Nasya..ada sesuatu yang berbeda dari Nasya yang membuatnya tak tahan..hatinya tidak terima melihat kebersamaan Bryan dan Nasya saat ini terlebih gadis itu tertawa untuk pria lain selain dirinya...


Tak bisa di pungkiri kalau Nasya begitu manis...di usia mudanya dia begitu indah..kecantikannya mampu membius siapapun yang melihatnya, buktinya orangtuanya sangat menyukai Nasya di awal pertemuan mereka..


sampai saat ini hubungan sang ibu Genka sangat dekat dengan Nasya seperti kedekatannya dengan Kanaya..


''Bryan.....''


Suara Kiano menembus konsentrasi Bryan dan juga Nasya yang tampaknya sedang asik sendiri..Bryan berbalik..


''Kiano dan Alda...''

__ADS_1


Bryan bangkit dan mengulurkan tangannya pada Alda, mereka berpelukan sebentar....


''Kau semakin tampan saja.''puji Alda sambil melirik Nasya yang hanya diam saja..


''Tentu saja...aku memang tampan,....''


Alda bersedekap, ia tak bisa menahan kemarahan kepada Nasya saat ini bagaimana mungkin gadis pelayan ini membuat kekasihnya tidak fokus padanya..? bahkan ketika Alda ingin bermesraan Kiano menolak dengan tegas..


bukankah ini semua karna Nasya...??


''Nasya....kau akrab juga dengan majikanmu yah..padahal aku liat pelayan lain mereka bahkan tau diri untuk tidak bergaul dengan tuan mereka..''


Deg!!


Nasya terkejut....lalu mengangguk...


''Maafkan aku nona...aku hanya menemani tuan Bryan bicara...aku akan pergi...''


Nasya melangkah namun seolah itu tak puas bagi Alda..ia harus membuat Nasya sadar akan posisinya..


''Jangan-jangan kau mau naik status menjadi seorang nyonya,....''


Nasya menoleh....sementara Kiano tak terima dengan ucapan Alda begitu juga dengan Bryan...


''Alda...jangan mengganggunya..dia bukan pelayan dirumah ini..ibuku sangat menyayanginya...jangan sampai kau menyakiti Nasya...''


Alda menoleh...


''Aku pikir kau sudah keterlaluan Alda....biar aku tegaskan padamu kalau Nasya adalah gadis yang aku sukai....''ucap Bryan dengan jujur..


Kiano sungguh terkejut mendengar ucapan Bryan yang jujur lalu ia pun mendekat..


''Bryan...maaf tapi Nasya tidak di ijinkan untuk berhubungan dengan siapapun...selagi dia berada dirumah ini...''ucap Kiano dengan tegas..


Sementara Bryan tersenyum...


''Dia memang bekerja untukmu tapi dia bukan milikmu Kiano..dia masih muda dan wajar baginya memiliki seseorang sebagai pelindungnya...dan akulah yang pantas,....''


''Aku tidak membiarkannya...''


''Kiano.....apa yang sebenarnya terjadi kepadamu..'' jerit Alda dengan suara yang lantang..


''Bisakah kalian pergi sekarang...Bryan..bisakah kau mengantar Alda pulang...''


Bryan masih kesal namun ia hanya bisa mengangguk..


''Alda...ayo...''

__ADS_1


''Aku tidak mau..aku masih ingin disini..''


Kiano menoleh...


''Ibu dan ayahku akan pulang, apakah kau lupa jika ayah masih marah padamu...''


Wajah Alda memucat ia tak bisa melakukan apapun selain menyerah, tuan Kenan masih menyimpan marah padanya,..karna dulu Alda tertangkap telah memarahi salah satu pelayan dirumah ini dengan kata-kata sedikit kasar, dan tuan Kenan tidak menyukai sikapnya..karna itu sikap tuan Kenan terlihat dingin padanya..jadi Alda tak ingin membuat kesalahan lagi..ia harus mendapatkan kembali hati orangtua Kiano yang terlajur kecewa kepadanya...


Dan kali ini Alda mengalah, dengan terpaksa, ia menurut ketika Bryan membawanya pergi...


Sementara itu tinggalah Kiano dan Nasya..berdiri berhadapan dengan tatapan yang dalam...


Nasya merasa bersalah menyadari dia menjadi sumber masalah..dan menyebabkan ketegangan di antara mereka..dia datang kerumah ini untuk memulai hidup baru namun tidak di sangka jika ia malah menyebabkan pertengkaran antara mereka..


''Nasya....kau harus ingat kalau dirumah ini...''


''Aku menyukai tuan Bryan...''ucap Nasya membuat pria itu membeku Kiano..tak bisa mempercayai apa yang dia dengar....bagaimana mungkin Nasya menyukai Bryan...?


''Nasya.....''


''Bukankah aku punya hak untuk menyukai seseorang tuan Kiano..bukankah aku punya hak pribadi itu...? jika tuan tidak mengijinkannya maka aku bisa pergi dari rumah ini..''ucap Nasya dengan mata yang panas....


Kiano menggertakan gigi...


''Nasya..kau aku ijinkan tinggal disini bukan untuk membiarkanmu mendekati temanku...kau tidak aku ijinkan pergi seenaknya...''


''Mengapa....tuan Kiano mengapa kau malah mempersulitku...? lagipula tuan Bryan juga menyukaiku...''


''Nasya......''


''Aku akan pergi setelah tuan Kenan dan nyonya Genka kembali..''ucap Nasya menundukan kepalanya dalam-dalam..


Gadis itu melangkah meninggalkan Kiano yang berdiri dengan wajah yang kesal...membayangkan Nasya akan bersama Bryan sungguh dia tidak rela...


Kiano membalikan tubuhnya ia mengepalkan tangannya..pria itu melangkah ke arah rumah besar mengikuti langkah Nasya yang menuju kamar...


Ting!!!!


Lift terbuka dan Nasya sudah meneteskan airmata, mengapa ia kesal sekali...? gadis itu mendekati pintu kamar dan hendak membukanya namun...gadis itu terkejut ketika Kiano menarik lengannya hingga tubuhnya berbalik membentur pintu di belakangnya..


Pandangan mata mereka saling menatap dengan tajam....


''Apa kau benar-benar menyukainya...''tanya Kiano dengan mata yang membara..


Nasya mengeraskan wajahnya..


'Yah...aku mencintainya aku sangat mencintainya...'' jerit Nasya dengan kesal...

__ADS_1


Kata-kata Nasya membuat Kiano kehilangan kendali..pria itu mendekatkan bibirnya dan melum** kasar bibir Nasya yang penuh dan menyesapnya....


''Aaarrrgghhtttt.........'' desah Nasya mengerang...


__ADS_2