Mengandung Anak Psikopat Kejam

Mengandung Anak Psikopat Kejam
Hukuman Darren


__ADS_3

Alea melangkah dengan gontai menuju rumah, rasanya semua yang ada padanya sudah hancur tak berbekas...mengapa hidupnya harus begini....


Mengapa..........????


Ketika ia hendak masuk ke dalam rumah, Alea begitu terkejut.....ketika menatap mata Darren yang menajam kepadanya,...bahkan jemarinya sudah terkepal dan membuat Alea melemah.......


''Darren.....'' suara Alea menjadi serak...


Ia ingin melangkah namun....belum saja sampai, ia terkejut ketika wajahnya di tampar dengan sangat keras...


Packk!!!


Tubuh Alea jatuh membentur rumput di belakangnya...jemarinya bergetar berusaha menguatkan tubuhnya...


''Kau....wanita menjijikan Alea...''


Deg!!!


Alea bangkit dari tanah dan berdiri menatap suaminya dengan tajam...


''Darren....''


Seketika itu juga,tubuh Alea bermandikan foto-fotonya bersama Kenan..yah,...di dalam foto itu terlihat kalau mereka tidur bersama, bahkan wajah Alea terlihat tersenyum dan menikmati sentuhan Kenan.....


''Ikut aku sekarang Alea....''


Tubuh Alea gemetar namun ia mengangguk pasrah, mengikuti langkah tegas Darren yang melangkah menuju lantai paling atas rumah ini yang berada di lantai 5, Darren menaiki lift sedangkan Alea harus menaiki tangga...


Sebelum menaiki lift ia menoleh dan memberi peringatan kepada Alea...sembari menunjuknya dengan telunjuknya yang tajam...


''Aku ingin melihatmu sampai sebelum aku sampai Alea....atau kau akan tau akibatnya....'' desis Darren dengan dingin...


Alea hanya menganggukan kepala tanpa suara, ketika Darren memasuki lift, Alea melangkah dengan cepat menaiki tangga, namun langkahnya terhenti melihat Erland menuruni tangga...


''Kakak.....'' desah Erland sungguh tak bisa menerima melihat wajah Alea yang berdarah bekas tamparan kakaknya...


''Erland, kakak akan menjelaskannya kepadamu...tapi kakak harus cepat ke lantai 5, kalau tidak Darren akan marah..''


Alea melangkah menubruk tubuh Erland yang berdiri dengan geraman yang terdengar pelan, ia menatap sosok Alea yang berlari menaiki tangga meski....ia jatuh beberapa kali....namun Alea tetap berlari dengan ketakutan....


Erland melangkah dan tak sengaja melihat banyaknya foto Alea yang berserakan di lantai....ia lalu memungutnya satu persatu, menyimpannya dengan kerutan di dahinya sungguh......rasanya hatinya begitu sakit membayangkan perasaan Alea saat ini...


Apa yang akan Darren lakukan...? mengapa ia merasa tidak enak....?


Erland lalu mengarahkan lagi tatapannya ke lantai 5...jantungnya berdebar tak terima...


*************************


Alea merasa akan jatuh pingsan ketika membuka pintu di lantai 5..tepat di saat yang sama lift terbuka, dan menampakan sosok Darren keluar dari sana....


Mereka saling menatap tajam dan Darren menatapnya dengan dingin....


''Kau cepat juga, aku sangat terkejut menyadari selama ini aku tertipu dengan wajah polosmu..''

__ADS_1


Darren mendekat mencengkram lengan Alea dengan begitu menyakitkan, namun Alea menahan itu semua,.....dan memilih Diam..walau hati dan cintanya sudah hancur berantakan..


Darren membuka pintu kamar dan mendorong tubuh Alea masuk ke dalam kamar...lalu pria itu masuk dan menguncinya...


Alea menggeleng ketakutan melihat tatapan Darren yang kejam....


''Darren......aku mohon....''


''Jadi selama ini kau menipuku, kau dan Aiden palsu itu bermain di belakangku...'' suara Darren meninggi di dalam ruangan yang dingin itu...


''Tidak...aku tidak pernah,....''


Suara Alea tertelan ketika Darren mencekiknya dengan kasar lalu menghempaskannya ke ranjang,..betapa menyakitkannya....airmata Alea menetes di wajahnya yang pucat....


namun Alea berusaha bertahan, ia memohon agar Darren percaya kepadanya..


''Darren tidak...aku tidak pernah menghianatimu dengan sengaja, aku bahkan baru tau kalau Aiden sebenarnya adalah Kenan...''


''Bohong....kau bahkan menyebut namanya seolah kalian sudah bersama dalam waktu yang lama, kau dan Kenan merencanakan ini di belakangku untuk berselingkuh iya kan...'' teriak Darren dengan murka..


Deg!!!


Alea kehilangan kata, bagaimana bisa Darren menuduhnya tanpa menyelidiki lebih dahulu....sebatas inikah cinta Darren kepadanya....hanya sebatas ini saja...?? hati Alea begitu terluka...


''Darren...bagaimana bisa kau mencurigaiku..bagaimana bisa kau....menuduhku..'' tatapan rapuh Alea sungguh menyedihkan namun sekali lagi itu tidak menggoyahkan Darren saat itu juga,..


Darren mendekati Alea dan menaikn sudut bibirnya, menatap Alea dengan jijik...


''Tubuhmu sudah cemar di mataku, dan aku bahkan sudah tidak lagi menganggapmu sebagai istriku....Aleanora...''


Alea membeku mendengar ucapan mengerikan yang keluar dari bibir Darren, yah..bukankah tak ada hubungan yang abadi di dunia ini...? bahkan...hubungan darah saja bisa saling menghianati karna rasa egois, apalagi hubungan mereka...?


Alea mengenang...Darren mendapatkannya bukan dengan cinta, namun dendam yang membara...seharusnya Alea tidak menjatuhkan hatinya dengan cepat....bahkan ketika ALea bersikeras tidak menghianati Darren, namun pria ini tak sedikitpun mempercayainya atau setidaknya mendengar penjelasannya atas nama hubungan mereka...


Hati Alea sudah hancur lebur, hidupnya sudah gelap dan ia pasrah....


Alea tertawa....walau ironis airmatanya menetes...ketika ia menatap mata Darren yang dingin...Alea berusaha tersenyum sekali lagi, walau rasanya seribu belati sedang menghujam tubuhnya....


''Jadi..kau tidak percaya kepadaku...kau tidak menganggapku istrimu Darren..''


''Yah...bagiku kau tak lebih dari seorang pelacur yang harus di perlakukan seperti pelacur...'' desis Darren mengeraskan wajahnya..


Ingatan tentang foto-foto mesra itu sungguh membuatnya seakan gila, seribu penjelasan Alea tak akan pernah mampu menenangkan hatinya tak mampu melawan kenyataan kalau Alea telah tidur bersama Kenan Renov, seorang mafia yang kejam dan psikopat gila itu lalu mereka melakukan hubungan itu dengan dasar suka sama suka...Darren tak akan mengampuni Alea sedikitpun...


Pria itu kemudian meraih tubuh Alea dan menaikinya dengan kasar, rasa marah dan dendam sungguh tak mampu membuat Darren menunggu...


''Kau harus merasakan bagaimana menjadi pelacur Alea...kau akan merasakan kesakitan itu hingga kau berpikir seribu kali untuk menghianatiku...Alea.'' desis Darren lalu menaiki tubuhnya dan memasukinya dengan kasar..


Darren bahkan tidak segan memukulnya ketika Alea meronta...


Pria itu melampiaskan hasratnya beralaskan dendam dan juga kemarahannya yang besar...membuat tubuh Alea menanggung kesakitan yang besar......


Setelah melampiaskan hasratnya Darren turun dari tubuh Alea...dan keluar dari ruangan itu meninggalkan Alea yang merintih menahan sakit....

__ADS_1


Malamnya.......


Makan malam yang dingin di lalui Darren dan juga Erland sendirian...karna sang ayah sudah pergi dan menemui Tiara..


Darren makan dalam kebekuan,


''Ehm...dimana Alea....'' ucap Erland menatap Darren dengan tajam..


''Itu bukan urusanmu Erland pergilah jika sudah selesai, Alea istriku dan aku akan mengurusnya nanti..''ucap Darren dengan dingin,..


Erland tertawa dengan rasa kesal...


''Istri....kau menyebut dia istrimu padahal aku tebak kau pasti menyiksanya tanpa mendengarkan penjelasan...apakah itu keinginannya atau dia berada di bawah tekanan."


Darren menoleh....


''Apa maksudmu...''


''Alea adalah wanita baik-baik terlepas dari semua foto yang tadi aku liat...''


Darren tersenyum...


''Kau lihat foto itu..kau tau benar dia telah menghianatiku, dia berselingkuh dan kau masih membelanya...''


Erland membalas dengan senyuman tak kalah dingin..


''Lihatlah dirimu kakak, apakah kau sesuci itu...kau bahkan punya banyak wanita, apakah adil jika kau menghakimi Alea... tunjuk siapapun selain Alea dari sederet wanitamu dan aku akan langsung percaya...tapi tidak dengan Alea...dia bukan wanita seperti itu...''


Craanggg!!!!!!


Darren begitu marah dengan ucapan Erland pria itu mendekat meraih Erland dengan gerakan mencekik namun Erland tidak takut sedikitpun....


Erland menatang Darren......


''Kau beraninya kau menantangku...''


''Jangan lupa kakak kalau kaulah yang membawa Alea ke rumah ini dia bukan salah satu wanita yang rela tidur ketika kau memberinya uang...bahkan aku bisa melihatnya, mengapa kau menjadi buta kakak...'' teriak Erland murka...


Sekejap saja ia mendorong tubuh Darren tanpa perlawanan


''Apa....''


''Kau membawanya ke rumah ini dengan alasan ini balas dendam kau bertindak seolah kau adalah kau korban padahal kau adalah tersangka utamanya kakak..''


''Erland....diam kau.....''


''Mengapa aku harus diam aku bahkan tau kau yang bertanggung jawab atas kecelakaan yang menimpa, Alea dan orangtuanya..''


Deg!!!!


Darren membeku......


Tidak hanya Darren, karna Alea juga mendengar semuanya dengan jelas...

__ADS_1


Darren membunuh keluarganya...? Alea memegang dadanya yang terasa sakit.....air matanya menetes penuh rasa sakit...


__ADS_2